BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

BERITA

Serba-Serbi Jokowi

PEMILU 2014

INTERNASIONAL

Kamis, 17 Juli 2014

Jokowi-JK Menang di Kota Tomohon

 Jokowi disodori tikus bakar di Pasar Tomohon, (10/5/2014).


 MANADO, Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) unggul di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kemenangan itu berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon, Rabu (16/7/2014).

Dari lima kecamatan yang ada di Tomohon, pasangan Prabowo-Hatta kalah dari Jokowi-JK. Di Kecamatan Tomohon Timur, Jokowi-JK meraih 3.626 suara, sementara Prabowo-Hatta hanya meraup 2.929 suara.

Di kecamatan Tomohon Tengah, Jokowi-JK mendapat 6.321 suara dan Prabowo-Hatta 5.233 suara. Sementara di kecamatan Tomohon Barat, Prabowo-Hatta memperoleh 4.416 suara dan Jokowi-JK 5.000 suara.

Kemenangan yang sama diperoleh pasangan nomor urut dua ini di Kecamatan Tomohon Selatan dengan meraih 7.323 suara mengalahkan Prabowo-Hatta yang hanya meraih 6.415 suara. Hal yang sama di Kecamatan Tomohon Utara, Jokowi-JK menang dengan 9.131 suara, sementara Prabowo-Hatta 7.144 suara.

Untuk Kota Tomohon sendiri secara keseluruhan Jokowi-JK berhasil meraih 31.401 suara, unggul atas Prabowo-Hatta yang hanya meraup 26.137 suara.

"Puji Tuhan, semua berjalan dengan lancar dan aman," ujar Ketua KPU Tomohon, Beldie Tombeg.


Penulis: Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Farid Assifa

KOMPAS.com - Kamis, 17 Juli 2014 | 07:52 WIB

Partisipasi Pemilih 53,9 Persen, Jokowi-Kalla Dapat 58,3 Persen Suara Sah di Jayapura



JAYAPURA, Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla mengungguli pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto–Hatta Rajasa, dengan meraup 58,3 persen suara sah di lima distrik di Kota Jayapura, Papua.

Di wilayah ini terdapat 307.843 warga yang masuk daftar pemilih tetap. Partisipasi pemilih di wilayah ini hanya 53,9 persen dari total warga yang tercantum dalam DPT. Dari total suara sah dari lima distrik di Kota Jayapura sebanyak 166.000, pasangan Prabowo Hatta meraih 69.220 suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK meraih 96.780 suara.

Hasil perolehan suara Pemilu Presiden 2014 di Kota Jayapura didapat dari rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Jayapura di Hotel Le Premiere, Entrop, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Rabu (16/7/2014) siang.

Ketua KPU Kota Jayapura Yeremias Numberi yang ditemui di sela sidang pleno rekapitulasi mengatakan, rekapitulasi sudah berjalan mulus sekalipun petugas Panitia Pemilihan tingkat Distrik (PPD) Distrik Heram masih melakukan kesalahan pengisian form rekapitulasi PPD.

“Ada pembenaran pengisian form, tetapi tidak berdampak pada perubahan perolehan suara pasangan calon presiden,” ujar Yeremias.

Dari total lima distrik di Kota Jayapura, pasangan Jokowi-JK menang di empat distrik, yaitu di Distrik Abepura, Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan, dan Distrik Heram. Adapun pasangan Prabowo-Hatta menang di Distrik Muara Tami, yang wilayahnya berbatasan dengan Papua Niugini.

Rapat ini dihadiri pula oleh para anggota musyawarah pemimpin daerah dengan pengawalan 100 polisi dari Polresta Jayapura. Saksi dari pasangan Prabowo-Hatta dua kali menyampaikan keluhan tentang pengusiran saksi di tempat pemungutan suara di Distrik Heram dan Distrik Jayapura Selatan.

Saat dikonfrontasi, Panwaslu Distrik Heram mengaku tak pernah mendapat pengaduan dari tingkat TPS. Adapun untuk kasus pengusiran saksi calon nomor urut satu di salah satu TPS di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, disebutkan akibat keterlambatan datang ke TPS.

Partisipasi pemilih

Yeremias mengakui partisipasi pemilih dalam Pemilu Presiden 2014 ini turun drastis dibandingkan Pemilu Legislatif 2014. "Pada pemilihan anggota legislatif April lalu, partisipasi warga masih sekitar 80 persen dan sekarang turun drastis jadi 53 persen," ujar dia.

Menurut Yeremias, ada dua faktor yang diduga menjadi penyebab turunnya partisipasi warga dalam pemilu presiden di kota ini. Pertama, sebut dia, masyarakat lebih tertarik mengikuti pertandingan Piala Dunia 2014. Kedua, lanjut dia, kurangnya kedekatan psikologis antara para calon dengan masyarakat setempat.

“Berbeda dengan pelaksanaan pemilihan legislatif, di mana calon legislatif turun hingga ke kampung-kampung melakukan sosialisasi dan kampanye sehingga masyarakat tertarik. Sementara pada pilpres, kampanye hanya berlangsung sekali,” ungkap Yeremias. 


Penulis: Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono
Editor : Palupi Annisa Auliani

KOMPAS.comKamis, 17 Juli 2014 | 01:55 WIB

Rabu, 16 Juli 2014

Jokowi-JK Menang di Kota Kupang dan Kabupaten TTU




KUPANG,  Calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapat suara terbanyak di Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kemenangan Jokowi-JK tersebut diketahui seusai sidang pleno penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum, Rabu (16/7/2014) sore.

Jokowi-JK unggul dengan 107.272 suara dari 179.635 suara sah, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa hanya mengumpulkan 72.361 suara. Untuk Kota Kupang, jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap dan tidak memilih atau golput sebanyak 83.181 orang.

Sementara jumlah suara tidak sah sebanyak 903. Dengan demikian, partisipasi pemilih mencapai 68,46 persen.

Sementara itu, di Kabupaten TTU, Jokowi-JK unggul dengan perolehan 63.390 suara, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat 44. 956 suara.


Penulis: Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Glori K. Wadrianto

KOMPAS.com Rabu, 16 Juli 2014 | 22:18 WIB

Jumat, 04 Juli 2014

Dari Sherina Munaf hingga Afgan Syahreza Ramai-ramai Pasang #AkhirnyaMilihJokowi



JAKARTA,  Para artis Tanah Air yang selama ini nyaris tak pernah mengumbar sikap dan pilihan politiknya kini ramai-ramai berkicau di Twitter dan memasang tagar (hashtag) #AkhirnyaMilihJokowi. Tagar ini sudah menjadi pemuncak di daftar trending topic Twitter, Jumat (4/7/2014).

Deretan artis yang memasang tagar itu bisa disebut mulai dari Sherina Munaf sampai Afgan Syahreza. Tagar tersebut merupakan dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk Pemilu Presiden 2014.

Dalam kicauannya, Sherina menulis, "Udah nggak jamannya anak muda apatis sama negara. Yuk! Saya #AkhirnyaMilihJokowi." Akun Sherina diikuti oleh tak kurang 7,8 juta follower.

Sementara itu, Afgan dalam kicauan di akun yang diikuti 6,5 juta pengikut, menulis, "Dia bukan pemimpin yang cuma ngasih janji, dia berhasil bikin gw pengen ikut turun tangan buat memperbaiki indonesia. #akhirnyamilihjokowi."

Selain Sherina dan Afgan, mantan anggota boyband SM*SH, Morgan Oey, juga menulis dukungan dengan tagar tersebut, "Saya pengen ikut nentuin Indonesia ke arah yg lebih baik. Jadi, saya #akhirnyamilihJokowi ."

Deretan nama selebriti itu masih panjang. Sebut saja vokalis Aluna Sagita Gutawa, sutradara Mira Lesmana, penyanyi rap Pandji Pragiwaksono, dan artis peran Acha Septriasa.

Sementara itu, music director Eki Puradiredja berharap gelombang dukungan untuk Jokowi dapat terus bertambah hingga hari pemungutan suara pada 9 Juli 2014. Lewat akun Twitter-nya, dia menulis, "Gw berharap temen2 yg masih pd diam seribu bahasa terhadap pilpres ini segera mulai bersuara & menyatakan pilihannya! #AkhirnyaMilihJokowi."


Penulis: Irfan Maullana
Editor : Palupi Annisa Auliani

KOMPAS.com — Jumat, 4 Juli 2014 | 07:32 WIB

Rabu, 02 Juli 2014

Kiai di Sukabumi Yakin Jokowi Konsisten



SUKABUMI, Calon presiden Joko Widodo menyambangi pondok pesantren Al Hassaniyah di Kampung Babakan, Cicurug, Sukabumi, Rabu (2/7/2014).

Seusai melakukan pertemuan, Jokowi mengaku mendapat doa khusus dari pimpinan pondok pesantren Al Hassaniyah KH R Amang Muhammad.

"Kami mohon doa restu tadi dan banyak hal yang disampaikan kepada kita, juga doa khusus," kata Jokowi.

Amang mengaku mendoakan Jokowi sebagaimana yang ada dalam kitab suci Al Quran. Salah satunya agar Jokowi sabar menghadapi isu kampanye hitam. Menurut Amang, Jokowi adalah sosok yang konsisten dan istiqomah.

"Dalam doa itu sudah ada dan saya yakin beliau itu konsisten dan istiqamah," ujar Amang.

Amang juga mengaku mendukung Jokowi dan calon wakil presiden Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 2014.

"Barangkali 100 persen lah (mendukung). Kalau Bu Mega sudah memberikan mandat kepada Jokowi, nusa dan bangsa, kami komunitas ulama, juga memberikan mandat kepada Jokowi dan Jusuf Kalla," terang Amang.

Jokowi hadir mengenakan kemeja kotak-kotak dan peci hitam dengan ditemani tim suksenya, Anies Baswedan dan Teten Masduki. Dalam kesempatan itu, Jokowi melalui tim relawannya kembali membagi-bagikan tabloid "Obor Rahmatan Lil'Alamin" di kawasan pondok pesantren tersebut.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Farid Assifa

KOMPAS.com - Rabu, 2 Juli 2014 | 14:37 WIB

Sabtu, 28 Juni 2014

Ruhut Sebut Orang yang Kaitkan 'Revolusi Mental" dengan Komunis, Galau

Anggota tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Ruhut Sitompul


JAKARTA, Anggota tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Ruhut Sitompul menyangkal, jika ide "Revolusi Mental" yang diusung Jokowi mengakar ke ideologi komunis. Ia bahkan menyebut pihak yang mengaitkan itu dengan komunis sebagai kelompok yang sedang galau.

"Yang ngomong itu sebenarnya orang-orang yang semakin sudah galau menurut saya," kata Ruhut saat dijumpai di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (28/6/2014).

Ruhut menjelaskan, ide "Revolusi Mental" yang dibawa Jokowi yakni ingin mengubah perilaku masyarakat selama ini. Ruhut mencontohkan, jika sebelumnya masyarakat kurang disiplin, maka Jokowi ingin mengembalikan kedisiplinan tersebut.

Dia menambahkan, tidak sedikit anggota timses Jokowi-JK yang merupakan mantan jenderal TNI yang cinta Tanah Air. Sehingga, tidak mungkin ada paham komunis yang masuk ke dalam visi misi pasangan nomor urut dua itu.

"Pak Luhut itu jenderal, beberapa purnawiranan tentara juga ikut ini. Jadi bayangkanlah sangat selektifnya tentang komunis itu," ujar Ruhut.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebutkan bahwa gagasan "Revolusi Mental" yang diusung pasangan nomor urut dua Jokowi-JK memiliki akar yang kuat dengan paham komunisme.

"Karl Marx gunakan istilah 'revolusi mental' tahun 1869 dalam karyanya Eighteenth Brumaire of Louis Bonapartem. 'Revolusi Mental' juga jadi tujuan May Four Enlightenment Movement di China 1919 yang diprakarsai Chen Duxui (pendiri Partai Komunis Cina)," ujar Fadli.


Penulis: Dani Prabowo
Editor : Glori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Sabtu, 28 Juni 2014 | 11:00 WIB

Menjawab Surat Terbuka Tasniem Fauzia Binti Amien Rais untuk Joko Widodo

Jokowi Bersama Habib Syech di Solo, Menebar Revolusi Mental


Wahai Saudari Tasniem Fauzia Binti Amien Rais,

Terimakasih atas surat terbukamu terhadap Bapak Jokowidodo calon presiden republik Indonesian,
Respon ini adalah surat jawaban dari anak bangsa yang mewakili suara tulus kebhinekaan,

dimana yang merasa untuk menjawab suratmu tidak perlu dijawab oleh yang bersangkutan cukup sy yg jawab, cukup dijawab oleh anaknya petani yang kebetulan dapat kesempatan study doctoral di Perth,

Pertama menjawab pertanyaan sumpah, saya yakin karena sumpah beliau untuk bisa mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik, menciptakan ruang ruang publik bagi masyarakat yang lebih baik tidak hanya di jakarta tapi juga rakyat Indonesia, itu mengapa beliau mau dan bersedia menerima mandat dari ketua umum PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden. Beliau tidak pernah mencalonkan diri atau mengiklankan diri sebelumnya. Saya yakin dalam perjalanan beliau memimpin jakarta 2 tahun terakhir ini efeknya sangat terasa meski perubahan itu tidak semudah membalikkan tangan, namun proses masih berjalan dan akan terus berjalan. proses perbaikan yang dirasakan masyarakat Jakarta inilah yang ingin juga dirasakan kami para warga yang tinggal di daerah,kami ingin mendapatkan efisiensi pelayanan publik sebagaimana mulai dijalankan di masa kepemimpinan beliau, Jokowi Jusuf Kalla tidak akan sanggup tapi dengan dukungan iklas putra putra terbaik untuk melaksanakan semangat reformasi dan untuk menjadikan Indonesia Hebat saya yakin bersama kita bisa.

Kedua Semua mantan presiden dan semua mantan penjabat tinggi negara termasuk bapak njenengan pasti akan didengar masukannya, termasuk ibu Megawati Soekarnoputri, namun jangan paksa beliau untuk melawan atau menghinakan para mantan presiden dan pejabat tinggi negara, suaranya harus tetep didengar sebagai bahan pertimbangan.

Ketiga, untuk aplikasi program program pemerintah seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya didapatkan dengan banyak jalan.  Yang pasti memaksimalkan potensi pendapatan dan mengikis habis tikus tikus anggaran. Transaparansi budgeting dengan sistem lelang online akan mengurangi pat-gulipat permainan anggaran. Dengan maksimalkan potensi pendapat negara dan memaksimalkan kinerja KPK saya yakin program tersebut akan berjalan. Karena inti dari pembangunan adalah pembangunan manusia, bukan explorasi sumber daya alam saja.

Keempat, beliau tidak ada urusan dengan majalah Fortune atau urusan asing lainnya, sejauh tidak memberikan kemaslahatan kepada bangsa ini saya yakin beliau akan “melawan”. hal ini sudah terlihat dari setiap kebijakan yang di kreate beliau selau mengedepanakn dialog, diskusi dan yang pasti kepentingan bersama dan memberdayakan. Jadi saya jamin beliau akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di nusantara.

Kelima, Blusukan adalah suatu proses untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, mengkontrol pelaksanaan pembangunan secara langsung, bisa mencari solusi yang tepat krn mendapat informasi yang lebih akurat dan up todate, mengenai wartawan, itu memang kerjaan wartawan mencari berita, baik berita buruk ataupun berita baik, saya ndak tahu motivasi wartawan mengikuti Jokowi blusukan, tapi yang pasti itu wartawan dan media itu memiliki tugas menginformasikan informasi yang perlu diketahui publik, jadi kalau blusukan tidak layak diberitakan ya ndak usah diliput, gitu aja kog repot.

Keenam, Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, menmgorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais  atau bapak saya yang seorang petani, dalam era saat ini proses pengorbanan jiwa raga adalah dengan menggulung kepentingan pribadi dan golongan untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih setara seimbang dan makmur adalah proses pengorbanan yang bisa dilakukan oleh anak bangsa.

Menggaris bawahi jawab saya diatas, Jokowi insya Allah akan mampu membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik dengan dukungan seluruh elemen anak bangsa. Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berkata kata, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja.

Saya yakin majunya Jokowidodo akan memberikan harapan kedepan kepada anak cucu kita untuk memiliki kesempatan dan harapan utk jd pemimpin tertinggi negeri ini. Pemimpin yang lahir dari rahim komunitas, rakyat yang bukan bukan jendral, bukan pengusaha super kaya, bukan pemilik media, bukan anak tokoh terkenal, bukan professor, bukan pelaku poligami, bukan doktor apalagi PhD lulusan Luar negeri, yang menjadikan orang biasa bisa bermipi untuk bisa menentukan arah negeri ini

salam dua Jari -Perth 27 Juni 2014

Oleh : Kompasianer: Achmad Room Fitrianto [Achmad Room adalah staf pengajar di UIN Sunan Ampel Surabaya sejak tahun 2003.]

Kompasiana  | 27 June 2014 | 15:02
 
Copyright © 2013 JOKOWIDODO.ORG #NOMOR2MERAKYAT
Powered by Blogger