BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, September 15, 2013

6 Tanggapan Jokowi Saat Ditanya Pencapresan





Sebagian besar survei menyatakan Joko Widodo adalah capres paling potensial pada Pemilu 2014 mendatang. Dorongan untuk Gubernur DKI Jakarta itu pun datang dari sejumlah kelompok masyarakat dan relawan. Juga penyebutan nama di kancah media internasional yang makin marak.

Apa itu semua membuat Jokowi tergoda, meninggalkan jabatan Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi Presiden RI? Tidak! Atau mungkin belum. Sebabnya, pria yang pernah menjabat Walikota Solo itu selalu 'mengeles' tiap kali ditanya pencapresannya.

Pengamat politik Effendi Ghazali menilai, dengan jawaban yang kerap 'ngeles' soal pencapresan, Jokowi justru semakin menggemaskan untuk digadangkan atau dipinang sebagai pemimpin masa depan.

"Kan gadis kalau dipinang biasanya bilang begitu: 'Tunggu dulu, ndak lihat saya sedang fokus ke pekerjaan'," kata Effendi. "Respons Jokowi memang harus makin menggemaskan untuk dipinang."

Lalu, apa saja tanggapan Jokowi saat ditanya pencapresannya?



1. Fokus Bekerja

Meski namanya ramai dibicarakan sebagai salah satu tokoh potensial capres dalam Pilpres 2014 mendatang, bahkan mengalahkan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, Jokowi sepertinya tak ambil pusing. Ia hanya ingin fokus bekerja.

"Saya mau fokus bekerja di DKI, menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Wong baru 4 bulan bekerja," kata Jokowi di Balaikota, 7 Februari 2013.

Menurut gubernur berperawakan kurus itu, dirinya masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Ketmbang memikirkan hasil survei dirinya sebagai calon presiden paling potensil di tahun mendatang.

"Saya mau fokus menyelesaikan banjir, macet, bajaj, monorel, MRT. Saya gak ada mikir itu (pencalonan pilpres)," imbuhnya.

Jawaban yang sama juga disampaikan pada 19 Juli 2013 di Balaikota DKI Jakarta. "Saya ngurusin Waduk Pluit, ngurus rusun, ngurus kampung deret, KJP, KJS, sudah saya di situ," kata pria kelahiran 1961 itu.



2. Pasangan Cawapres? "Istri Saya!"

Berdasarkan survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) pada 26 Mei lalu, elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden 2014 kembali berada di posisi puncak. Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi itu pun menanggapinya dengan santai.

Malahan, ia memilih dipasangkan dengan istrinya sendiri apabila maju sebagai capres pada Pilpres 2014. "Paling enak, ya dipasangkan sama istri saya," canda Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, 29 Mei 2013.

Namun, ia tidak menampik mayoritas hasil survei menyebut namanya sebagai yang terpopuler. Jokowi juga menolak berkomentar soal dukungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai capres.

3. "Apa nggak ngenes nanti?"

Nama Jokowi berkali-kali disebut sebagai calon presiden dengan elektabilitas yang tinggi. Namun berulang kali pula Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu menolak untuk dicapreskan. Tak seperti politisi dari parpol lain, yang telah mendeklarasikan diri sebagai capres-cawapres meskipun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 masih jauh.

Mantan Walikota Solo itu menilai, pendeklarasian calon untuk memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2 di saat seperti ini masih terlalu dini dan prematur. Karena belum tentu pula partai pengusung capres-cawapres itu mencapai Parliamentary Threshold (ambang batas parpol untuk mengirimkan wakilnya ke parlemen).

"Misalnya, partai dapat atau lolos saja kan belum jelas, tapi sudah mencalonkan. Kalau cuma dapat 5 persen, siapa yang mau mencalonkannya?" ucap Jokowi dalam sebuah diskusi kepemimpinan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 25 Juli 2013.

"Jadi calon saja, nggak dicalonkan. Apa nggak ngenes nanti?" cetusnya .

4. Pusing Urus Jakarta 
Berbagai permasalahan di Jakarta, menurut Jokowi, sudah membuatnya pusing. Apalagi bila dirinya menjadi calon presiden. Hal itu yang terlontar dari mulutnya saat menanggapi imbauan Gerindra agar tidak nyapres.

"Ini saja saya itu sudah pusing, loncat sana, loncat sini. Dari Pluit ke Tanah Abang, dari Tanah Abang ke Ria Rio," katanya saat blusukan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, 5 September 2013.

5. Diminta Tetap di Jakarta

Selain beralasan mau fokus membenahi Jakarta, Jokowi juga mengungkap alasan lain tak mau nyapres. Yakni adanya permintaan pihak yang memintanya agar tetap menjabat gubernur sampai habis masa jabatannya.

"Banyak juga yang menekan untuk bekerja lebih giat tetap di Jakarta," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, 13 September 2013.

Siapa pihak yang memintanya untuk tetap bertahan sebagai gubernur, Jokowi tak mau menyebutkan. Begitupun ketika ditanya terkait hasil survei yang selama ini terus mengunggulkan namanya sebagai capres terfavorit.

6. Tanya Megawati

Dari jawabannya yang selalu mengelak nyapres, "Ndak mikir!", belakangan Jokowi punya jawaban baru. Yakni melempar jawaban kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Tanya Bu Ketum," kata Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 13 September 2013.

Seperti diketahui, keputusan siapa capres yang bakal diusung PDIP ada di tangan Megawati, Ketum PDIP yang disinyalir memberi sinyal positif untuk Jokowi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP 6 September 2013 lalu .

Minggu, 15 September 2013 04:30
LIPUTAN6 - Rizki Gunawan

 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger