BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, November 29, 2013

Penyadapan Pemerintah AS, dari Telegram hingga Internet

Kantor pusat NSA di Fort Meade, Maryland, AS.

Biro Cipher (Cipher Bereau) yang dikenal sebagai Black Chamber, merupakan organisasi pertama di AS yang melakukan kegiatan kriptoanalisis. Black Chamber sering disebut sebagai asal-muasal Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau National Security Agency (NSA), yang belakangan ini menjadi sorotan publik.

Thursday, November 28, 2013

Begini Cara NSA Menyadap Google dan Yahoo

Mantan karyawan NSA, Edward Snowden, membocorkan informasi mengenai penyadapan yang dilakukan AS dan Inggris.

Bukan hanya pejabat negara yang disadap oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau National Security Agency (NSA), perusahaan internet besar seperti Google dan Yahoo juga jadi korban penyadapan.

Wednesday, November 27, 2013

Nasdem: terbuka lebar peluang koalisi Paloh-Mega


Patrice Rio Capella. (FOTO ANTARA/ Dhoni Setiawan)

Jakarta,  Pengurus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella menyatakan peluang koalisi antara Ketua Umum Surya Paloh dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri cukup terbuka dan memungkinkan.

Tuesday, November 26, 2013

Gong Jokowi Dukung Jokowi Maju di Pilpres 2014


Gong Jokowi saat mengelar deklarasi dukungan Jokowi maju di pemilihan presiden 2014


YOGYAKARTA,  - Berbagai elemen masyarakat asal DI Yogyakarta, Jawa tengah dan Bali melakukan deklarasi mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2014. Deklarasi itu dilakukan di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Minggu (24/11/2013).

Friday, November 22, 2013

Sejam Bertemu, Megawati-Paloh Sepakati 4 Poin


Ketua Umum NasDem Surya Paloh bertemu Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP, Kamis 21 November 2013.

VIVAnews - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta Selatan untuk bertemu dengan ketua umum partai berlambang banteng tersebut, Megawati Soekarnoputri, Kamis 21 November 2013.

Setelah lebih dari satu jam melakukan pertemuan tertutup, kedua pemimpin partai itu tak memberi keterangan. Hanya Sekjen PDIP dan NasDem saja yang memberi keterangan.

Thursday, November 21, 2013

Ini Hasil Pertemuan Mega dan Surya Paloh di Kandang Banteng

Surya Paloh dan Megawati


Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di markas banteng. Berikut adalah materi yang dibahas keduanya dalam pertemuan tertutupnya.

"Mendesak pemerintah dan KPU untuk memastikan agar Daftar Pemilih Tetap sungguh-sungguh menjamin terpenuhinya hak konstitusional WNI untuk memilih," ujar Sekjen Partai NasDem Rio Capella di Kantor PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).

Wednesday, November 20, 2013

Atasi Banjir, Apa Bedanya Foke dengan Jokowi

Gubernur terpilih, Joko Widodo didampingi gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, saat acara perkenalan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih masa bakti 2012-2017 dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (5/10/2012)


JAKARTA, Dari tahun ke tahun, Jakarta tidak pernah lolos dari musibah banjir. Setiap pemimpin Ibu Kota ini memiliki cara tersendiri mengatasi masalah klise tersebut. Apa perbedaan pengendalian banjir yang dilakukan di dua masa kepemimpin di DKI Jakarta, yakni Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Fauzi Bowo (Foke)-Prijanto?
Kepala Bidang Perawatan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Djoko Soesetyo mengungkapkan, ada perbedaan signifikan di antara keduanya. Jokowi, kata dia, lebih detail mengatasi banjir melalui perawatan sungai, waduk, saluran.

Thursday, November 7, 2013

Disindir SBY soal kemacetan Jakarta, ini jawaban Jokowi

Gubernur Jakarta Joko Widodo meninjau Waduk Tomang Barat, Jakarta Barat. | Fabian Januarius Kuwado


Merdeka.com - Saat melakukan pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara mengenai kemacetan Jakarta . Menurut Presiden, persoalan kemacetan menjadi tanggung jawab Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

"Kalau biang kemacetan di Jakarta datang lah ke Pak Jokowi. Kalau biang kemacetan di Bandung, datang ke Pak Ahmad Heryawan atau wali kota Bandung, Semarang, Medan, Makassar. Sekarang kita sedang menganut sistem desentralisasi otonomi daerah. Jangan unjuk rasanya bolak balik di depan Istana. Sudah terbagi habis, semua bertanggungjawab," tandasnya, Senin (4/11) awal pekan ini.

Menanggapi pernyataan Presiden SBY, Jokowi mengatakan masalah kemacetan di DKI Jakarta tidak hanya menjadi masalah Pemprov DKI. Menurutnya, kemacetan juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"Ada juga kewenangan pusat seperti jalan besar. Kalau jalan agak kecil itu Pemda," ujar Jokowi di Jakarta, Rabu (6/11).

Selain itu, lanjut Jokowi, jalan yang menghubungkan dua kota atau lalu lintas antar wilayah juga masih termasuk kewenangan pemerintah pusat. Sehingga perlu ada kerjasama antar pemerintah daerah.

Jokowi menegaskan, kebijakan-kebijakan pemerintah pusat seperti mobil murah juga menjadi salah satu penyebab kemacetan. "Ada mobil murah, itu kan juga dari pemerintah pusat," kata dia.

Meski demikian, mantan Wali Kota Solo ini mengakui selama ini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan baik bersama pemerintah pusat terkait masalah kemacetan, salah satunya mengenai transportasi. "Soal transportasi saya merasa didukung," ujarnya.
LINK SOURCES: MERDEKA.COM

LG G Flex Ternyata Benar-benar Bisa Dibengkokkan

LG G Flex adalah smartphone dengan layar melengkung


LG G Flex adalah smartphone dengan layar melengkung yang keberadaannya pertama kali diumumkan awal Oktober lalu. Menyusul ketersediaan perangkat tersebut, sebuah fakta baru yang menarik ikut terungkap: ponsel ini ternyata benar-benar bisa "dibengkokkan".

Wednesday, November 6, 2013

Di Posko Itu, Jokowi Bersanding dengan Soekarno



Posko Jokowi for President di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. | Ihsanuddin
JAKARTA, KOMPAS.com — Terdapat pemandangan mencolok jika kita melintasi Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, terbentang spanduk besar bertuliskan "Jokowi for President". Di atas tulisan tersebut terdapat tulisan "Posko Center Rakyat", dan di bawahnya terdapat tulisan "dari rakyat untuk rakyat menuju Indonesia baru".

Di sisi kiri spanduk itu terdapat foto Jokowi yang disandingkan dengan Presiden RI pertama Indonesia, Soekarno. Sementara itu, di bagian sebelah kanan terdapat peta Indonesia. Warna merah dan putih mendominasi spanduk tersebut. Di dalamnya, terdapat bangunan semipermanen sederhana yang terbuat dari kayu. Di sanalah berbagai kegiatan biasa dilakukan oleh para pengurus posko.

Azhari Kayisan, salah seorang pengurus, mengatakan, posko itu didirikan untuk menunjukkan gerakan nyata masyarakat yang mendukung Jokowi untuk maju sebagai presiden. Posko ini, lanjutnya, tidak ada keterkaitan dengan partai politik tertentu.

"Posko ini untuk mendukung sekaligus menyosialisasikan Jokowi sebagai presiden 2014," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (4/10/2013).

Dukungan yang besar dari masyarakat terhadap Jokowi untuk maju sebagai capres, menurut Azhari, menjadi faktor kuat terbentuknya posko ini. Meskipun dana terbatas, dengan semangat para pendukung Jokowi, akhirnya posko ini tetap terbentuk.

"Dananya, enggak ada dana. Dananya kecil-kecilan, iuran masing-masing teman saja," ujar pria yang juga pengurus PBNU itu.

Tak hanya di Jakarta, Azhari mengklaim posko yang diresmikan pada 6 Oktober 2013 ini sudah berdiri di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Nantinya, posko akan dibuat juga pada tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan.

"Target kita 1.000 posko berdiri sebelum Pemilu 2014 nanti," ujar pengurus posko lainnya, James Semet.

James yakin dengan dukungan rakyat yang begitu besar dari Sabang hingga Merauke, Jokowi akan bersedia maju sebagai capres. Apalagi, lanjut dia, PDI Perjuangan sudah memberikan sinyal untuk mencalonkan Jokowi. Kalaupun nantinya Jokowi tidak maju di 2014, James mengatakan posko itu akan tetap berdiri untuk mengusung Jokowi pada 2019.

"Kita akan terus dukung Jokowi, kasihan rakyat sudah kebelet ingin punya capres seperti dia," lanjutnya.

Ke depannya, baik Azhari maupun James berharap posko ini dapat mengubah sistem dan kondisi politik di Indonesia. Proses pencalonan presiden yang dulunya selalu diukur dengan uang, diharapkan dapat berubah dengan adanya kekuatan dan dukungan dari rakyat.

"Kita berharap rakyat bisa patungan, kita ingin menunjukkan kalau untuk jadi presiden tidak hanya dengan kekuatan partai atau uang, tapi dengan kekuatan rakyat. Kalau rakyat patungan, kita yakin itu bisa tercapai," ujar Azhari.
Editor : Ana Shofiana Syatiri
sumber: kompas.com

Friday, November 1, 2013

Ada Sinyal Megawati Sudah Relakan Jokowi Jadi Capres

Megawati Soekarnoputri, Rieke Dyah Pitaloka, dan Joko Widodo. | Fabian Januarius Kuwado


JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menjadi calon presiden (capres) tampak semakin mulus. Politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, mengatakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah memberi sinyal merelakan Jokowi untuk maju menjadi capres.

"Syaratnya, Ibu Mega jangan diolok-olok. Kalau mau dorong dia untuk majukan Jokowi, saya rasa dia juga sudah sadar kok," ujar Sabam di Kompleks Parlemen, Kamis (31/10/2013).
Sabam mengatakan, saat ini Jokowi sangat dekat dengan Megawati. Hal tersebut bisa menjadi sinyal bagi pencalonan Jokowi menjadi presiden. Selain restu dari Mega, lanjut Sabam, Jokowi sudah mengantongi dukungan dari para pengurus PDI Perjuangan dari Sabang hingga Merauke.

Saat ini, pencalonan Jokowi menjadi presiden pun tinggal menunggu momentum ketetapan dari Megawati sebagai pihak yang berwenang menentukan capres. Menurut Sabam, Megawati bisa saja menggelar kongres luar biasa untuk menentukan capres.

"Momentumnya kapan, ada kemungkinan di menit-menit terakhir. Akan ada waktu yang tepat, jangan sekarang karena Jokowi akan diserbu," ucap Sabam.

Nama Jokowi kian berkibar dalam sejumlah survei elektabilitas capres. Jokowi pun sempat diajukan mayoritas pengurus PDI Perjuangan di seluruh Indonesia dalam Rakernas PDI Perjuangan pada bulan September 2013 lalu. Namun, keputusan menetapkan capres semuanya tetap ada di tangan Megawati Soekarnoputri.

Di dalam Rakernas itu, Megawati bahkan sudah menunjukkan dukungannya terhadap Jokowi melalui berbagai cerita dalam pidato-pidato politiknya. Sementara itu, Jokowi masih enggan berkomentar terkait wacana pencapresan. Ia selalu berkata menyerahkan sepenuhnya kepada partai karena saat ini sedang fokus menjalani tugas sebagai gubernur.
Editor  : Caroline Damanik
Penulis : Sabrina Asril
 
SOURCES: KOMPAS
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger