BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, December 24, 2013

Pemerintah Mesir Sebut Ikhwanul Muslimin Kelompok Teroris

Ledakan bom mobil di gedung kepolisian Kota Mansura, Utara Kairo, Selasa (24/12/2013) pagi.


KAIRO, Gerakan Ikhwanul Muslimin dicap sebagai kelompok teroris oleh Pemerintah Mesir. Perdana Menteri Mesir Hazem Beblawi mengumumkan hal tersebut setelah serangan bom mobil terhadap gedung kepolisian dan menewaskan setidaknya 14 orang, Selasa (24/12/2013).

"Perdana Menteri Beblawi mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai satu organisasi teroris," kata Kantor Berita MENA yang mengutip pernyataan juru bicara perdana menteri, Sherif Showky.
Pengadilan Mesir telah melarang kegiatan-kegiatan Ikhwanul Muslimin. Pemerintah baru dukungan militer yang dibentuk sejak penggulingan Presiden Muhammad Mursi itu sering menuduh kelompok tersebut mendanai dan melatih kelompok garis keras di Semenanjung Sinai.
Tindakan pemerintah yang menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris dilakukan hanya beberapa minggu menjelang referendum mengenai konstitusi baru. 
Sebelumnya, gerakan politik dan sosial yang telah berusia 85 tahun itu menang dalam pemilu yang digelar setelah penggulingan diktator Hosni Mubarak pada 2011. Muhammad Mursi menjadi pemimpin pertama yang dipilih dalam pemilu setelah partainya menang pada tahun lalu.
Namun, Mursi digulingkan oleh militer Mesir setelah terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran. Mursi dipaksa melepaskan kekuasaannya pada 3 Juli 2013 setelah unjuk rasa besar-besaran menentang pemerintahnya yang baru berusia satu tahun. Pemrotes menuduh ia berusaha menguasai seluruh jabatan penting pemerintah dan gagal mengurus ekonomi.
Lebih dari 1.000 orang tewas selama konflik pemerintahan terjadi dengan korban sebagian besar dari Ikhwanul Muslimin. Tindakan keras juga dikenakan terhadap ribuan pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk menahan para pemimpinnya.

Editor : Tri Wahono
Sumber: Antara
KOMPAS.com — Selasa, 24 Desember 2013 | 14:58 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger