BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, January 28, 2014

Curhat KPK soal Tudingan Politisasi Kasus Korupsi

Gedung KPK


JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampik tudingan adanya politisasi dalam kasus-kasus yang ditangani. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, yang terjadi justru perlawanan balik sebagian politisi terhadap lembaga penegak hukum, terutama KPK.

"Kemarin lagi sibuk-sibuknya mereka di dapil, mereka sempat-sempatnya membahas revisi KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) yang salah satu poinnya menghapus pasal tentang penyelidikan," kata Bambang, dalam sebuah diskusi di Auditorium Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/1/2014).


Bambang menyebutkan, upaya tersebut merupakan bentuk pendelegitimasian kewenangan yang dimiliki lembaga antikorupsi itu. Pasalnya, kata dia, selama ini penyelidikan kerap dilakukan oleh KPK untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka korupsi.

Bambang mengatakan, selama ini ada anggapan bahwa KPK mengulur waktu dalam penuntasan kasus korupsi, seperti kasus skandal Bank Century. Lantas, ia membandingkan hal itu dengan kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang melibatkan mantan Menteri Dalam Negeri, Hari Sabarno, yang memakan waktu yang cukup lama.

"Kasus Century, kami sudah memeriksa lebih dari seratus saksi. Satu (sampai) dua minggu lagi akan masuk ke tahap dua. Padahal, penyidikan kasus ini baru masuk Desember tahun lalu," ujarnya.

Menurut Bambang, tudingan soal politisasi karena adanya ketakutan dari pihak tertentu akan terjerat kasus korupsi. 

"Mereka melakukan dekonstruksi kredibilitas yang menyebabkan menurunnya trust publik terhadap KPK. Sehingga jadi kesempatan koruptor untuk fight back," kata Bambang.

Penulis : Rahmat Fiansyah , Editor : Inggried Dwi Wedhaswary , 
KOMPAS.com - Selasa, 28 Januari 2014 | 14:54 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger