BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, January 24, 2014

Dianggap Pengaruhi G-20, Jurnalis Prancis Liput Blusukan Jokowi


Ada yang beda dengan kegiatan blusukan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, hari ini, Jumat 24 Januari 2013. Sejak pagi tadi Jokowi, sapaan Joko Widodo, diikuti oleh enam orang junalis dari Prancis.

Patrick, produser TV2 menuturkan, salah satu alasan stasiun televisi asal Prancis itu meliput blusukan Gubernur DKI Jakarta itu, karena sosok Jokowi dianggap sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh di G20.

"Kami memilih Jokowi karena dianggap orang yang mempengaruhi negara G-20. Terus salah satu orang yang dikandidatkan menjadi calon presiden juga," kata Patrick disela-sela blusukan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Patrick, media televisinya menganggap Jokowi adalah salah sosok yang diperhitungkan untuk menjadi calon presiden. Atas alasan itulah, medianya memilih untuk mengikuti blusukan Jokowi. Selain itu, pihaknya menilai, segala gerak-gerik Jokowi mempengaruhi peta kekuatan negara-negara berkembang yang tergabung dalam G-20.

Partrick mengatakan, medianya juga menganggap bahwa program-program Jokowi selama menjadi gubernur sudah disiapkan dengan baik. "Dia mempersiapkan dengan baik segala program-programnya. Dia orang baik dan politikus yang sangat populer di Indonesia," ujarnya

Berdasarkan pantauan VIVAnews, sejak pagi, enam jurnalis asal Prancis meliput Jokowi sejak Jumat  pagi. Mulai dari 'gowes' Jokowi dari rumah dinas. Penananaman pohon hingga salat Jumat di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. 

Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada.

Latar belakang pembentukan forum ini berawal dari terjadinya Krisis Keuangan 1998 dan pendapat yang muncul pada forum G-7 mengenai kurang efektifnya pertemuan itu bila tidak melibatkan kekuatan-kekuatan ekonomi lain agar keputusan-keputusan yang mereka buat memiliki pengaruh yang lebih besar dan mendengarkan kepentingan-kepentingan yang barangkali tidak tercakup dalam kelompok kecil itu. Kelompok ini menghimpun hampir 90% GNP dunia, 80% total perdagangan dunia dan dua per tiga penduduk dunia.

Sebagai forum ekonomi, G-20 lebih banyak menjadi ajang konsultasi dan kerja sama hal-hal yang berkaitan dengan sistem moneter internasional. Terdapat pertemuan yang teratur untuk mengkaji, meninjau, dan mendorong diskusi di antara negara industri maju dan sedang berkembang terkemuka mengenai kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional dan mencari upaya-upaya pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu saja.

Negara-negara anggota G20 yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, Britania Raya, RRC, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki dan Uni Eropa. (eh)
VIVAnews - Jum'at, 24 Januari 2014, 14:34  
Dwifantya Aquina , Rohimat Nurbaya
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger