BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Wednesday, January 8, 2014

Jokowi itu anak Ideologis Soekarno


Presiden Soekarno


Jakarta - Nama Joko Widodo semakin menggema saat mendekati tahun politik 2014. Beberapa kali dalam acara partai atau agenda dirinya sebagai Gubernur, nama Presiden pertama RI Soekarno selalu disebut-sebut.


Ada pihak menyebut pria yang akrab disapa Jokowi itu anak ideologis Soekarno. Sementara di lain kesempatan, Jokowi berkomentar soal makna ideologi Soekarno.

Selain latar belakang politiknya yang dibesarkan partai berlambang banteng PDIP, sebagian masyarakat memang menilai Jokowi tak berbeda jauh dengan Soekarno. Sosok yang dekat dengan rakyat banyak.

Disebut Sebagai Anak Ideologi Soekarno
Sinyal-sinyal mengusung Jokowi maju dalam pilpres 2014 ini semakin kuat namun belum ada yang pasti. Namun PDIP menilai Jokowi sebagai anak ideologis Soekarno dan Megawati Soekarnoputri.

"Kalau bicara soal Jokowi, dia lahir sebagai anak ideologis Bung Karno dan Ibu Mega. Bisa dilihat dari kekonsistensian dia," kata Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait, Selasa (26/11).

Konsistensi yang digambarkan adalah loyalitas Jokowi kepada partai politik yang menaunginya. Padahal elektabilitas Jokowi yang berada di atas angin memberikan kesempatan yang lebih luas untuk karir politiknya.

"Dia menegaskan masih kader PDIP, pada saat belum ada kepastian dari PDIP," ujar Maruarar.

Kutipan Soekarno di Pidato Jokowi
Saat peringatan hari kemerdekaan RI ke 68, Jokowi berkesempatan menjadi inspektur upacara di hadapan ratusan jajaran Pemprov DKI untuk pertama kali. Ia mengambil kutipan kata-kata Soekarno dalam pidatonya.

"Bung Karno pernah menyampaikan, 'kemerdekaan hanya jembatan emas untuk ke depan yang lebih baik'," kata Jokowi (17/8) setahun yang lalu.

Pada intinya, pidato tekstual yang dibaca Jokowi itu mengajak segenap jajaran Pemprov DKI dan warga Jakarta untuk bersatu padu membangun ibu kota. Kesejahteraan rakyat yang diiringi stabilitas politik hal pertama yang disebutkan Jokowi.

"Penting dan strategisnya kesejahteraan rakyat dengan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi. Mari satu padu melaksanakan pembangunan ekonomi, fisik, spiritual, pendidikan, serta dunia usaha," ujar Jokowi.

Membacakan 'Dedication of Life'
Soekarno pernah menuliskan sebuah surat pada 10 September 1966 berjudul 'Dedication of Life'. Isi surat ini adalah komitmen Soekarno untuk mengabdikan hidup kepada nusa dan bangsa.

"Saya bacakan... dengan sebuah penghayatan yang total," kata Jokowi pada 6 September 2013 lalu.

Jokowi menegaskan, hingga saat ini, ajaran Soekarno masih sangat relevan diterapkan. Bahkan jika diterapkan, kondisi Indonesia diyakini bakal jauh lebih baik.

"Kalau dari dulu kita pegang berdikari dalam ekonomi, tidak akan ada kita import seperti sekarang ini, sudah kaya raya kita. Kalau kita berani berkata tidak dan berdaulat dalam politik, nggak akan seperti sekarang ini. Negara ini punya wibawa," papar Jokowi.

Ideologi itu Perbuatan
Jokowi akhirnya berkomentar menyampaikan pandangannya terhadap ideologi, termasuk ideologi Soekarno. Menurut Jokowi, ideologi adalah perbuatan nyata.

"Sebuah ideologi itu tidak hanya dihapalkan. Tapi ditunjukkan dengan perbuatan. Tidak hanya dalam kara-kata tapi perbuatan," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2014).

Saat ditanyai wartawan apakah tindakannya selama ini telah mencerminkan sikap Sukarnois, Jokowi menyerahkannya kepada masyarakat.

"Yang menilai bukan saya. Sebab ideologi tidak hanya dalam kata-kata," jawab Jokowi pendek.

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 08/01/2014 08:42 WIB





 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger