BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, January 7, 2014

Kunci Sukses Megawati Lakukan Regenerasi di PDI-P

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri [KOMPAS.com/Indra Akuntono]


JAKARTA,  Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan sejumlah kunci keberhasilan partainya melakukan regenerasi kepemimpinan. Mega menyebutkan, salah satunya adalah membuka kesempatan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk masuk dan bergabung menjadi kader PDI Perjuangan.


Kader PDI Perjuangan, kata Mega, banyak yang berasal dari kelas bawah, dengan profesi serabutan, dan penghasilan yang tak menentu. Tetapi, menurut Mega, mereka memahami garis besar ajaran Soekarno dan mengerti makna Pancasila.

"Ada preman, petani, tukang becak. Kenapa? Karena mereka tahu Bung Karno. Tahu Bung Karno adalah proklamator yang bisa memerdekakan mereka," kata Mega dalam sesi wawancara khusus bersama Kompas, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2014).

Presiden kelima Republik Indonesia itu melanjutkan, para kadernya memahami apa yang diwariskan Bung Karno. Ia kemudian menyampaikan buah pikiran Bung Karno untuk lebih dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membuka ruang untuk masuk menjadi kader, kata Mega, dalam setiap kongres, para peserta tidak hanya diposisikan sebagai peserta pasif, tetapi diberi keleluasaan menyampaikan aspirasi. Mega, yang menjadi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan selama 20 tahun, mengatakan bahwa ia terpilih melalui kongres yang bersih tanpa politik uang.

"Kongres PDI-P saya buat sedemikian rupa menjadi sangat demokratis karena mereka bukan peserta, tapi utusan yang datang dari bawah. Saya enggak pernah pakai money politics, saya biarkan saja (bebas memilih), asal mereka pilih yang benar," kata Mega.

Dengan apa yang telah dilakukan, menurut Mega, partainya kini mampu memunculkan sejumlah figur yang bersinar. Di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rieke Diah Pitaloka, dan lainnya.

"Saya hanya memberi ruang, hasilnya ada pada kalian sendiri. Mau jatuh atau naik itu tergantung kalian. Itu yang harus ditanam, dipoles di anak-anak muda sekarang karena banyak yang pintar di desa, tapi enggak punya uang, enggak diberi ruang," papar Mega.

Penulis : Indra Akuntono , 
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary , 
KOMPAS.com — Selasa, 7 Januari 2014 | 08:28 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger