BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Thursday, January 30, 2014

Mega Tempuh Jalan Sunyi, Jokowi Jalan Ramai



Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto menyebutkan Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo punya pengalaman yang cukup bertolak belakang dalam menempuh jalan demokrasi. Menurut Hasto, Mega menempuh jalan sunyi, sementara Jokowi melintasi jalan ramai.

"Keduanya punya karakter yang sama. Bedanya adalah Ibu Mega menempuh jalan sunyi ketika melakukan perlawanan terhadap Orde Baru, bergerilya ke kecamatan-kecamatan di seluruh Indonesia, sehingga membangun basis yang kuat," katanya saat menghadiri pemaparan Saiful Mujani Research & Consulting di Hotel Four Seasons, Rabu, 29 Januari 2014.


Karena itu, kata Hasto, Mega disebut tokoh demokrasi saat itu. "Itu memang memupuknya melalui jalan liar," katanya lagi. Berbeda dengan Jokowi, Hasto berujar, "Pak Jokowi melalui jalan keramaian karena memang situasi politik sudah berubah drastis."


Namun, kata Hasto, keduanya sebenarnya sama-sama membangun jalan peradaban demokrasi. "Pak Jokowi menghadirkan demokrasi di depan pintu-pintu rumah rakyat. Sedangkan Megawati menghadirkannya dalam bentuk tradisi perlawanan yang diam, yang sunyi, tetapi penuh dengan keyakinan politik. Sehingga perpaduan dua tokoh ini memang menghasilkan sebuah sinergitas," katanya.(baca:Senior PDIP Dukung Jokowi Jadi Capres 2014)

Pendapat Hasto mengenai Jokowi ini dikeluarkan dalam rangka menanggapi hasil survei nasional yang digelar oleh Saiful Mujani Research & Consulting. Dalam survei itu, Jokowi kembali unggul. Gubernur DKI Jakarta ini menjadi tokoh pilihan pertama yang dipercaya responden untuk menerima mandat sukarela sebagai calon presiden, mengungguli seniornya di PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan skor 20,2 persen.

Hasil surver ini menunjukkan elektabilitas Jokowi naik tajam sejak Desember 2012, mengungguli nama-nama lain. Dari 13 persen pada Desember 2012, tingkat keterpilihan Jokowi menjadi 19 persen pada April 2013, kemudian 34 persen pada Oktober 2013, dan 33 persen pada Desember 2013.


Tren elektabilitas semiterbuka Jokowi ini berbanding terbalik dengan seniornya di PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. "Stagnasi dan bahkan penurunan terlihat pada Megawati. Pada Desember 2012, dukungan pada Mega 13 persen, dan setahun kemudian menurun menjadi 8 persen," katanya.(baca:Jokowi Nyapres, Kader Tunggu Megawati Tiup Peluit  )

FEBRIANA FIRDAUS

TEMPO.CO, Kamis, 30 Januari 2014 | 06:32 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger