BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, January 19, 2014

Nasdem Merapat ke PDI-P


Surya Paloh dan Megawati

JAKARTA -- Partai NasDem mengindikasikan untuk merapat ke PDI-Perjuangan (PDI-P). Komunikasi intensif sudah terjalin antara dua partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 itu.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan, secara eksplisit memang belum ada langkah partainya untuk menjatuhkan dukungan ke PDI-P. Akan tetapi, ia mengatakan, silaturahmi dan komunikasi politik terus berjalan antara NasDem dan PDI-P. "Ini bicara kesesuaian hati kedekatan emosional dan hal sifatnya programatik. Harus dibangun dari dua hal itu," kata dia, selepas acara diskusi di Cikini, Jakarta, Ahad (19/1).




Menurut Willy, antara NasDem dan PDI-P tidak hanya berbicara dan bertemu pada tataran isu. Akan tetapi, menurut dia, lebih pada membangun kedekatan emosional. Itulah yang terus diupayakan kedua partai. "Concern kerja sama NasDem-PDI-P ini mudah-mudahan akan solid untuk Indonesia baru," ujar dia.

Willy mengatakan, kedekatan antara NasDem dan PDI-P mulai terbangun untuk merespon persoalan DPT. Dari situ komunikasi terus terjalin. Terlebih, ia mengatakan, antara kedua pemimpin partai, Surya Paloh-Megawati Soekarnoputri, sudah terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik. Ia juga melihat ada kesamaan ideologi antara kedua tokoh itu. "Sama-sama Sukarnois dan perjuangkan Trisakti. Karena itu kemudian komunikasi menjadi penting," kata dia.

Menurut Willy, Surya Paloh juga sempat bersilaturahmi ke kantor DPP PDI-P. Ia mengatakan, dalam kesempatan itu terjadi perbincangan antara Surya Paloh dan Mega yang menarik. Pertemuan itu bukan sekadar acara silaturahmi membahas persoalan jangka pendek. "Tapi silaturahmi membahas hal jangka panjang. Jadi bukan semacam politik transaksional," kata dia.

Meskipun terjalin komunikasi yang intensif, NasDem belum secara resmi mengarahkan koalisi ke PDI-P untuk bergabung menghadapi Pilpres. Willy mengatakan, kedua partai sendiri sudah sepakat untuk mengumumkan calon presiden (capres) selepas pemilihan anggota legislatif pada April mendatang. "Itu yang menjadi kesepakatan," ujar dia.

Menurut Willy, hal terpenting sekarang ini membangun kerja sama dan hubungan antarpartai. Ia mengatakan, mengenai capres/cawapres masih terlalu dini untuk dibicarakan. Termasuk soal kombinasi pasangan. Namun, kombinasi Joko Widodo (Jokowi)-Surya Paloh bisa saja terjadi. "Kalau opsi itu bisa-bisa saja," kata dia.

Willy mengatakan, membangun kekuatan yang solid lebih utama. Ia mengatakan, itu yang sangat dibutuhkan dan faktor penting untuk mendukung suatu perubahan ke depan. Karena faktor itu juga akan menjadi kunci pada kepemimpinan nanti dalam pemerintahan. "Buat apa presiden terpilih tapi tidak ada kekuatan," ujar dia.

REPUBLIKA.CO.ID, Minggu, 19 Januari 2014, 19:59 WIB
Redaktur : Nidia Zuraya
Reporter : Irfan Fitrat
 
Copyright © 2013 #01JOKOWILAGI
Powered by Blogger