BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Saturday, January 11, 2014

Peneliti: Jokowi Ditetapkan Capres Sebelum Pileg Bisa Dongkrak Suara PDIP


Jakarta - Peneliti dari Formappi Lusius Karus mengemukakan pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (Capres) PDIP harus dipastikan sebelum penyelenggaran pemilihan anggota legislatif (Pileg). Kepastian Capres sebelum Pileg bisa berdampak nyata pada perolehan suara partai dalam Pemilu Legislatif (Pileg), 9 April nanti.

Jika capres PDIP merupakan figur yang disukai pemilih, maka perolehan suara PDIP dalam Pileg tidak hanya membuat partai untuk mengajukan Capres sendiri. Tapi juga memberikan dampak positif pada kinerja pemerintahan baru jika mayoritas kursi di parlemen bisa dikuasai.
"Jika PDIP masih mengulur-ulur waktu, publik membacanya sebagai bentuk kebingungan dan ketidakpercayaan diri partai. Ketidakpercayaan diri partai bertolak belakang dengan aspirasi publik yang sejauh ini melalui survei diketahui mayoritas mendukung Jokowi," kata Lusius di Jakarta, Jumat (10/1).
Ia menjelaskan pencalonan Jokowi juga dinilai sebagai ekspresi dari kesungguhan PDIP yang mengungkapkan prioritas PDIP dalam mengusung tokoh-tokoh muda.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan nasional menjadi sebuah isu sentral pada pemilu 2014. Evaluasi kepemimpinan nasional pascareformasi menunjukkan bahwa generasi tua yang masih berjejaring kuat dengan rezim orde baru (Orba) terbukti gagal membawa perubahan nyata pada bangsa. Karena itu, harus ada keberanian untuk mengalihkan kekuasaan pada generasi yang lebih muda.
"Pemimpin muda memang selama ini belum berhasil menunjukkan perbedaan dari generasi terdahulu, akan tetapi hal ini sangat mungkin disebabkan oleh pengaruh kuat generasi pemimpin tua yang menjerumuskan kaum muda dalam praktek kepemimpinan yang salah," ujar Lusius.
Dia menambahkan, demokrasi ditandai oleh adanya pembatasan jelas pada durasi kepemimpinan seseorang. Membiarkan sebuah generasi memegang kekuasaan dalam rentang waktu yang lama hanya akan memelihara iklim status quo.
Sebuah keharusan bagi PDIP untuk menampilkan wajah demokratis tersebut melalui regenerasi kepemimpinan.
Lusius berharap Megawati rela menyerahkan semua peluang yang dimilikinya untuk meraih kekuasaan lagi sebgai bentuk pengingkarannya pada status quo.
Jumat, 10 Januari 2014 | 19:54
Penulis: R-14/MUT
Sumber:Suara Pembaruan
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger