BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Thursday, January 9, 2014

Pengamat: Lebih Baik Jokowi "Nyapres" Dibanding Mega-Jokowi



JAKARTA, Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Phillip J Vermonte menganggap peluang PDI Perjuangan memenangkan Pemilu Presiden 2014 lebih besar jika mengusung Joko Widodo sebagai calon presidennya. Menurut Phillip, Jokowi telah berhasil memenangkan hati rakyat dan jauh mengungguli tokoh lawas lain yang meramaikan bursa capres periode 2014-2019.

Phillip menjelaskan, besarnya dukungan publik untuk Jokowi muncul karena masyarakat percaya Gubernur DKI Jakarta itu mampu membawa perubahan ke yang lebih baik. Di saat bersamaan, kepercayaan ini tak diberikan publik untuk tokoh lain yang saat ini meramaikan bursa calon presiden.
"Dalam politik, yang paling penting adalah trust. Sekarang trust itu tidak kelihatan. Nah, Jokowi mampu memberikan itu sehingga masyarakat tergerak," kata Phillip di Kantor CSIS, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Phillip juga memprediksi peluang kemenangan PDI Perjuangan dalam pilpres akan berkurang saat partai itu mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presidennya. Meski didampingi oleh Jokowi sebagai calon wakil presidennya, ternyata skenario itu dianggap Phillip tetap tak dapat menyamai besarnya peluang saat Jokowi maju sebagai capres PDI-P.
"Skenario sudah semakin berkembang, dan margin kemenangannya akan lebih besar jika Jokowi yang capres dibanding skenario Megawati-Jokowi. Mungkin saja Megawati masih menang, tapi marginnya kecil," ujarnya.
Dinamika politik, kata Phillip, juga akan berubah seandainya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan judicial review mengenai presidential threshold di Undang-Undang Pilpres. Jika ambang batas pengusungan calon presiden itu digugurkan oleh MK, maka semua partai politik dapat mengusung calon presidennya masing-masing.
"Saat itu terjadi, semua tergantung kesiapan PDI-P berkompetisi dengan partai lain. Tapi kalau Jokowi maju (capres), rasanya sudah pasti menang," pungkasnya.
Seperti diberitakan, hingga saat ini PDI-P belum menetapkan capres. Di kalangan internal PDI-P masih banyak pengikut setia Megawati meskipun survei terakhir Kompas memperlihatkan sebagian kader yang semula memilih Megawati beralih ke Jokowi.
Hasil survei Kompas, Jokowi mendapat dukungan 17,7 persen pada survei pertama, Desember 2012. Setahun kemudian, dukungan untuk Jokowi melejit menjadi 43,5 persen. Adapun elektabilitas Megawati melorot dari 9,3 persen menjadi 6,1 persen.

Penulis : Indra Akuntono , Editor : Sandro Gatra , 
KOMPAS.com — Kamis, 9 Januari 2014 | 16:36 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger