BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, January 7, 2014

Pengganti Taufik Kiemas Bela Jokowi


Ketua MPR Sidarto Danusubroto. Tempo/Tony Hartawan


Jakarta - Ketua PDI Perjuangan Sidarto Danusubroto menyatakan tudingan bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo lemah dalam ideologi partai sama sekali tak berdasar. Menurut dia, bobot ideologi seseorang tak sekedar dilihat dari lamanya seseorang terlibat di partai. "Tapi satunya kata dengan perbuatan. Di PDIP banyak kader senior, tapi dikenai sanksi karena bermasalah," katanya kepada Tempo, Selasa, 7 Januari 2014.


Sidarto yang juga Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat menggantikan suami Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas (almarhum), itu menjelaskan banyak tindakan Jokowi yang menujukkan working ideology atau pelaksanaan ideologi partai. Ia menyebut pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk warga gusuran di Jakarta merupakan pelaksanaan dari keadilan sosial. Pembelaan Jokowi kepada Lurah Lenteng Agung, Susan, juga wujud pembelaan terhadap pluralisme atau Bhinneka Tunggal Ika.

Mantan ajudan Presiden Sukarno ini menambahkan, pembangunan Pasar Tanah Abang dan waduk Ria Rio juga contoh lain keberhasilan Jokowi melaksanakan ideologi Marhaenisme dalam upaya membela masyarakat kelas bawah.

Sidarto menanggapi kritik dari internal partainya yang menyebut Jokowi masih hijau dalam ideologi partai. Faktor ini menjadi salah satu alasan mereka menolak Jokowi menjadi calon presiden dari PDIP. Walau penyokong Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengakui bahwa Jokowi bisa membawa kemenangan signifikan PDIP dalam Pemilu 2014.

Sidarto tak menampik muncul kritik itu dari internal partainya. "Saya enggak mau menyebut nama orang. Tidak baik," ucapnya. Ia berangapan, kualitas kinerja lebih utama ketimbang jam terbang seseorang di partai. "Tapi ada yang menilai jam terbang itu penting."

Jobpie Sugiharto

TEMPO.CO, Selasa, 07 Januari 2014 | 17:28 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger