BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, January 28, 2014

Pernah Jadi Korban, PDI-P Ingatkan Lembaga Survei


JAKARTA, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan semua lembaga survei, terutama lembaga survei baru untuk bekerja berdasarkan kode etik dan kaidah ilmiah selama rangkaian Pemilu 2014. Hal itu disampaikan Hasto karena PDI Perjuangan pernah menjadi korban lembaga survei "gadungan".

"Kami juga pernah jadi korban lembaga survei abal-abal. Tapi kalau kita melihatnya secara positif saja, karena ada banyak juga lembaga survei yang benar-benar independen," kata Hasto dalam diskusi "Lembaga Survei Wakili Siapa?" di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).
Hasto menceritakan, saat itu hasil survei menyatakan bahwa pendirian organisasi sayap PDI Perjuangan, Baitul Muslimin, membuat konstituen PDI Perjuangan hijrah pada Pemilu 2004.
"Padahal pembentukan (Baitul Muslimin) itu baru dua minggu. Jelas hasil survei itu abal-abal," katanya.
Ia menyampaikan, jelang penyelenggaraan pemilu, banyak lembaga survei baru bermunculan. Dia mengingatkan, agar lembaga survei ini tetap menggunakan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Karena seluruh masyarakat akan melihat hasil tersebut," katanya.
Sebelumnya, KPU menerbitkan Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Partisipasi Masyarakat. Peraturan itu mengatur secara detail soal survei politik. Dalam regulasi tersebut diatur, lembaga survei harus merilis hasil survei, jajak pendapat atau penghitungan cepat sesuai dengan data yang didapat di lapangan dan bukan hasil rekayasa. Diatur pula, selama masa tenang, lembaga survei tidak boleh mengumumkan hasil survei.

Penulis : Deytri Robekka Aritonang , Editor : Sandro Gatra , 
KOMPAS.com - Selasa, 28 Januari 2014 | 18:32 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger