BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, January 10, 2014

Seknas Jokowi Didirikan Guna Mencegah Skandal Politik

Pembukaan Seknas Jokowi di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/1). Dokumen Jurnal Parlemen

Jakarta - Seolah tak sabar menunggu sinyal dari PDIP, sekelompok aktivis mendirikan Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi. Didahului sebuah diskusi, pemotongan tumpeng, dan nyanyian Mars Jokowi, sekretariat yang berlokasi di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan itu pun resmi dibuka.


Presidium Seknas Jokowi, Muhammad Yamin, terang-terangan bilang ingin menaikkan pangkat Jokowi dari Gubernur DKI Jakarta menjadi Presiden RI. Namun, ia menyangkal jika pendirian Seknas itu guna mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar segera mengumumkan Jokowi sebagai capres. PDIP memang menegaskan akan menyebut capresnya setelah hasil pemilu legislatif diketahui.

"Kita tidak mendahului. Saya hanya memohon kepada Bu Mega. Seperti anak-anak yang minta dibelikan baju lebaran. Si anak minta dibelikan bajunya sebelum lebaran," kata Yamin, Jumat (10/1).

Meski sebagian diisi orang-orang PDIP, Yamin menegaskan Seknas tidak terkait apa pun dengan struktur partai berlambang banteng moncong putih itu. Ia menjamin Seknas terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk mengusung Jokowi sebagai capres. "Menurut survei, pencapresan Jokowi tepat saat ini," katanya.

Menurut dia, bila Jokowi tak dicalonkan sekarang juga, maka bakal jadi skandal politik. Seknas tak sudi Jokowi dijadikan cawapres belaka gara-gara ada yang "bermain" di ring satu PDIP. Karena itu, Seknas akan menggalang dukungan agar PDIP mengusung Jokowi ketimbang Megawati atau tokoh lainnya sebagai capres.

Ia mengklaim Seknas sudah didukung 150 cabang di daerah. "Seknas dibiayai sendiri oleh anggota. Gotong royong, banyak yang menyumbang," ujar staf ahli Ketua MPR Sidarto Danusubroto ini.
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Hadi Rahman Jum`at, 10 Januari 2014 19:21:49
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger