BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, January 10, 2014

Tak Peduli Tampang dan Harta, Anak Kampus Idamkan Jokowi Jadi Capres 2014



Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, kembali merajai survei calon presiden 2014. Kali ini Joko Widodo menjadi capres idaman dari kalangan mahasiswa. Setidaknya hal itu berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh tim majalah YUFA (Youth, Urban, Fashion & Attitude) dari Universitas Bakrie.
Jajak pendapat ini dilakukan di 10 universitas, yakni Universitas Indonesia, Universitas Bakrie, Universitas Bina Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudy, Universitas Islam Negeri, Universitas Gadjah Mada, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Nasional Jakarta dan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh tim majalah YUFA ini juga menemukan bahwa faktor kegantengan dan kekayaan yang selama ini dipercaya sebagai pemikat seseorang memilih presiden, ternyata bukan faktor utama mahasiswa menjatuhkan pilihan. Tidak itu saja, kepemilikan aset alias kekayaan juga menjadi pilihan nomor buncit bagi anak kampus menentukan pilihan. Justru preferensi utama memilih terletak pada track record (43%) disusul visi dan misi (27%) dan kesan di publik (24%).
“Tampang dan tajir ternyata justru berada pada urutan akhir pertimbangan memilih, keduanya hanya mendapat 2%. Ini artinya anak kampus sangat melek politik. Mereka gaul tapi tidak abai dengan perkembangan politik,” tutur Nadia Nur Isfiana, Pemimpin Redaksi YUFA.
Menurut Koordinator jajak pendapat YUFA, Megumi Gunawan hasil ini menempatkan sosok Gubernur DKI yang juga kader Partai PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres idaman dengan meraih 39 % dari total suara.
Sementara di posisi selanjutnya diisi tiga peserta konvensi Partai Demokrat yaitu mantan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan (9%). Dua menteri di kabinet saat ini yakni Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan sama-sama meraih 7%.
“Stok tokoh lama seperti capres Partai Gerindra Prabowo Subianto hanya meraih 6% suara disusul tokoh Partai Golkar yaitu Capres Golkar Aburizal Bakrie dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang masing-masing meraih 5% suara,” papar Megumi.
Nadia Nur Isfiana menegaskan jajak pendapat tim YUFA merupakan project ujian akhir semester (UAS) yang dilakukan secara independen pada 10 universitas di Jakarta dan Yogyakarta. Ide dasar jajak pendapat ini adalah mencari indikasi awal, bukan sebagai temuan yang telah teruji secara metodologi.
Mahasiswa sebagai obyek jajak pendapat menjadi pertimbangan karena besarnya jumlah pemilih pemula yang dikhawatirkan bersikap pasif terhadap politik dan tidak menggunakan hak suara mereka sebagai agent of change.
“Kami melakukan jajak pendapat mengenai calon presiden, partai politik dan alasan memilih yang diinginkan anak muda denganPenulis: Dodi Esvandi menyebarkan kuisioner kepada 100 mahasiswa di 10 Universitas,” papar Nadia.
“Kami sangat menyadari metode jajak pendapat yang kami lakukan lemah karena keterbatasan tenaga, dana dan waktu. Kami berharap jajak pendapat sederhana ini ditindaklanjuti pihak-pihak yang peduli pada calon pemilih pemula,” ujar Nadia.

TRIBUNNEWS.COM – Jumat, 10 Januari 2014 16:17 WIB
Penulis: Dodi Esvandi
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger