BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Wednesday, February 5, 2014

Bila Berkoalisi dengan Demokrat, PDIP Bakal Rugi BesarBila Berkoalisi dengan Demokrat, PDIP Bakal Rugi Besar




Jakarta - Wacana koalisi antara PDIP dan Partai Demokrat mulai bergulir. Namun, koalisi itu dinilai akan sulit terealisasi.

Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai isu koalisi PDIP-Demokrat hanya sebuah asupan publik. Sebab, pimpinan 2 partai tersebut memiliki perbedaan mendasar selama berjalan di dunia politik hampir 10 tahun.

"Saya tak terlalu yakin akan ada koalisi PD dengan PDIP. Selama 2 partai ini dipimpin 2 tokoh yang hampir selama 10 tahun ini berbeda tajam, sangat sulit melihat keduanya dapat dalam satu posisi," ujar Ray melalui pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Menurutnya, koalisi haruslah saling menguntungkan. Untuk PDIP jelas tidak mendapatkan keuntungan. Sebab perkiraan suara Demokrat paling besar hanya 6 persen.

"Lebih-lebih khususnya bagi PDIP, tak ada keuntungan khusus kalau koalisi ini dilaksanakan. Sumbangan suara PD diperkirakan hanya 5% atau 6%, sementara basisnya sama dengan basis PDIP yakni kelompk nasionalis," lanjutnya.

Perbedaan secara ideologis juga terlihat di antara 2 parpol itu. PDIP mengkalim dirinya adalah partai idelogis sebagai penerus titah Soekarno, sedangkan Demokrat lebih bersifat pragmatis.

"Tetapi ada pembeda secara idiologis. PDIP setidaknya mengklaim dirinya sebagai pewaris ajaran Bung Karno. Sementara PD lebh bersifat pragmatis, bahkan bercita rasa pasar bebas," jelasnya.

"Dengan kondisi seperti ini sulit ke-2 partai ini berkoalisi. Sekalipun koalisinya berifat jangka pendek dan pragmatis," tambah Ray.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie mengatakan bahwa dengan alasan demi kepentingan bangsa dan negara partainya hingga saat ini selalu membuka pintu koalisi dengan PDIP.

"Dalam politik semuanya ada kemungkinan, apa mungkin bersatu atau berpisah. Yang jelas demi kepentingan bangsa dan negara Demokrat itu selalu membuka pintu (koalisi)," kata Marzuki Alie 31 Desember 2012 lalu.

Gayung bersambut. PDIP bersedia berkoaliasi dengan Partai Demokrat. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi Partai Demokrat.

"PDIP mau menggandeng Demokrat jika (perolehan suara PD) di atas 5% lah. Mau 7%, 10%, 12%. Kalau di atas 5% baru bisa diomongin," ujar Politisi PDIP Sabam Sirait 30 Desember 2013 lalu.

Liputan6.com, Rabu, 05 Pebruari 2014 10:10
Widji Ananta
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger