BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, February 2, 2014

Ibu Iriana Jokowi itu Memang Beda dibanding Ibu Pejabat Lain



Pas lihat billboard seorang tokoh perempuan nampang, seorang cowo komen,’ya ampun, tuh lipstiknya merah amat,ngerii…’Hehee, usil gak komennya. ya gitulah. Apalagi pas lihat Mata Najwa menampilkan seorang Bupati perempuan dari Jateng, dandanannya kok mengerikan yak. Seyyem liatnya. Ini menurutku loh.

Dan tipikal pejabat kita,  istri-istrinya juga biasanya dandan dengan heboh kalau mendampingi suaminya. Yah heboh sasaknya, makeup atau aksesorisnya. Kelihatan banget ibu-ibu pejabat. Apalagi kalau ditambah gaya bicara tinggi dan berjarak dengan masyarakat. Gak lepas, tetap merasa bahwa masyarakat atau wong cilik itu, ‘gimanapun gak level lah sama dia.
Nah, yang beda itu memang istri pak Jokowi. Ibu Iriana. Ibu Iriana itu sederhana banget. Cuek, dan gak mikir penampilan yang berlebihan. Malah kemarin aku baca di  Kompas.com, ketika Jokowi kunjungan ke korban banjir di Dewi Sartika Jakarta Timur, eh ada yang bercanda bilang ke pak Jokowi, Pak, pengungsi yang ini gak disapa?’(maksudnya bu Iriana).
Pak Jokowi  kaget ketika melihat istrinya mengobrol akrab dengan ibu-ibu pengungsi, berbaur. Dan ibu-ibu yang mengobrol juga kaget, karena gak tau kalau ibu Iriana ada ditengah mereka.Soalnya bu Iriana datang terpisah, pake jins,baju sederhana, mukanya gak dimakeupin, rambut digerai aja. Dan gak ngenalin diri sebagai istri gubernur, hehee.
Ibu Iriana sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Pemprov DKI
Sekarang ini, sebagai posisi istri gubernur, maka otomatis juga Ibu Iriana sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Nah PKK ini menurut saya memiliki potensi yang luar biasa dalam menggerakkan masyarakat untuk mendukung program pemerintah.
Dengan ibu Iriana sebagai Ketua, yang tidak lagi bernuansa feodal, saya berharap manajemen PKK juga bisa dibuat semakin profesional, dan ‘menggigit’.PKK memiliki perpanjangan struktur hingga ke RT/RW,  dan bisa bergerak karena ditopang juga oleh kelurahan yang untuk DKI dana kelurahan ini sangat lumayan (milyaran rupiah) maupun ditopang oleh pemprovnya.
Kalau selama ini PKK terlalu tertumpu pada program, sehingga satu kelurahan aja programnya gak ketulungan banyaknya. Dan semua itu sangat bagus-bagus, seperti pendidikan dini, ketrampilan, berkebun, sehingga mandiri dalam memenuhi kebutuhan sayur mayur, dan sebagainya. Tetapi kadang program itu artifisial aja, sekedar untuk ikut lomba.
Nah sekarang, dengan adanya bu Iriana, penerapan program PKK lebih ditekankan kepada ‘nilai’ sebagai seorang warga kota. Warga Jakarta. Misalnya nilai, komitmen dalam menjaga kebersihan, mencintai sungai dan pohon, serta menghidupkan taman.
Nilai untuk menghargai orang lain,nilai untuk disipilin dan bekerja keras.  Nilai untuk berlaku tertib, jujur dan teguh. Itu yang seharusnya sangat ditekankan, dan yakin bisalah melalui jaringan PKK. Kemudian, masalah pangan sehat, bebas dari BTPberbahaya, lifestyle atau gaya hidup sehat menjadi bagian program PKK yang serius  dilakonin pula.
Semoga PKK dibawah pimpinan Ibu Iriana  bisa semakin bersinar, hidup dan menjadi’ujung tombak’ juga dalam perubahan ‘nilai’ masyarakat yang lebih baik.
Ya sudah, gitu aja. Salam Kompasiana!
HL | 01 February 2014 | 10:38
KOMPASIANA
http://www.kompasiana.com/Ilyani [Ilyani Sudardjat : "You're the soul of the soul of the Universe..and your name is Love....- Rumi -]
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger