BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, February 2, 2014

Ini Calon Pesaing Jokowi Versi Polcomm Institute

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau penyelesaian pengerjaan jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Kamis (26/12/2013).


JAKARTA, Political Communicatin (Polcomm) Institute menyampaikan hasil survei tentang tokoh potensial yang mampu menyaingi elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) terkait bakal calon presiden. Hasilnya, ada sejumlah nama tokoh muda yang diklaim mampu menandingi Jokowi jika sama-sama maju sebagai calon presiden periode 2014-2019.

Direktur Polcomm Institute, Heri Budianto, mengatakan, responden memberikan jawaban tentang tokoh alternatif saingan Jokowi. Sedikitnya ada sepuluh tokoh yang lima di antaranya berasal dari partai politik, serta sisanya berasal dari non partai politik. "Mayoritas responden menilai tokoh muda cocok untuk bersaing dengan Jokowi," kata Heri, di Jakarta, Minggu (2/2/2014).



Lima tokoh dari partai politik yang berdasarkan hasil survei Polcomm adalah politisi PDI Perjuangan Tri Rismaharini (19,1 persen), Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso (18,5 persen), calon wakil presiden dari Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo (10,8 persen), Ketua Dewan Syura Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (9,7 persen), dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani (9,6 persen).

Sedangkan untuk lima tokoh non partai politik, nama Menteri BUMN Dahlan Iskan (18,7 persen) dianggap paling cocok menjadi pesaing Jokowi. Selanjutnya ada nama Ketua DPD Irman Gusman (11,9 persen), anggota BPK Ali Masykur Musa (11,2 persen), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (10,7) persen, dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (8,7 persen).

Polcomm melakukan survei ini untuk mengetahui potret terkini mengenai harapan publik terhadap calon pemimpin alternatif pesaing Jokoowi.

Survei ini dilakukan melalui dua tahap, yakni riset content analysis dengan menjaring nama pemimpin nasional yang diwacanakan media massa nasional sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Tahapan kedua adalah memilih tokoh potensial pesaing Jokowi.

Nama-nama yang muncul kemudian disurvei secara nasional dengan teknik wawancara langsung. Survei ini dilakukan 2-25 Januari 2014 di 33 provinsi di Indonesia. Jumlah responden sebanyak 1.200 dan telah memiliki hak pilih. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error lebih kurang 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun sumber dana survei ini berasal dari kerja sama Polcomm Institute bersama Pusat studi Komunikasi dan Bisnis dengan nominal anggaran yang tidak disebutkan.

Penulis : Indra Akuntono , Editor : Erlangga Djumena , 
KOMPAS.com -  Minggu, 2 Februari 2014 | 12:04 WIB
 
Copyright © 2013 #01JOKOWILAGI
Powered by Blogger