BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, February 28, 2014

Kisruh Risma-Whisnu, Mega dan Jokowi ke Surabaya



Surabaya- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan hadir dalam kuliah umum di Universitas Surabaya (Ubaya), Sabtu, 1 Maret 2014. Dia datang untuk memberi kuliah di kampus itu, yang didampingi Gubernur DKI Joko Widodo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Juru bicara Universitas Surabaya Hayuning Purnama Dewi mengatakan, kedatangan empat tokoh itu akan menyemarakkan acara kuliah umum bertema "Memperkokoh Kebhinnekatunggalikaan Indonesia. "Ibu Mega sudah memastikan datang," kata Hayuning pada Tempo, Jumat, 28 Februari 2014. (Baca: Risma Masih Gamang)

Rencananya, Megawati didapuk sebagai keynote speaker. Sedangkan pembicara utamanya Joko Widodo. Hanya, Jokowi baru bisa memastikan hadir sore ini. "Kalau Jakarta tidak hujan dan banjir, Pak Jokowi bisa datang," kata Hayuning.

Panitia, katanya, juga mengundang Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana. Meski belum memastikan keduanya hadir, tapi besar kemungkinan keduanya mendampingi Megawati. "Insya Allah hadir, karena ketua umum yang datang," ujar Whisnu, yang juga Ketua PDI Pejuangan Surabaya itu. (Baca: Diisukan Mundur, Risma Jadi Pembicara di Seminar)

Pengamat politik Universitas Airlangga Haryadi mengatakan, pertemuan empat tokoh bisa menjadi indikator hubungan antara Risma dengan PDI Perjuangan yang belakangan renggang. "Kalau Risma datang persoalan selesai. Kalau tidak datang, berarti pantas diduga komunikasi antara keduanya (Risma-Whisnu) masih bermasalah," kata Haryadi.

Kalau pun Risma berhalangan hadir, menurut Haryadi, ada baiknya jika Risma menyampaikan secara resmi kepada publik. Sehingga tidak muncul berbagai spekulasi. Apalagi, Risma sebelumnya sudah bertemu dengan tiga jenjang prosedur kepartaian, mulai dari utusan pengurus pusat partai, wakil sekretaris jenderal dan ketua umum.

Haryadi menilai bila hubungan Risma dengan PDI Perjuangan masih bermasalah, benang kusut persoalan ini bisa berujung pada akhir yang sedih . Dengan kata lain, Risma pecah kongsi dengan PDI Perjuangan. Hal ini tentu merugikan kedua pihak dalam Pemilu nanti. PDI Perjuangan akan kehilangan pengaruh di wilayah Surabaya-Sidoarjo. Risma juga rugi karena dianggap tidak tahu berterima kasih.

AGITA SUKMA LISTYANTI

TEMPO.CO, Jum'at, 28 Februari 2014 | 16:19 WIB

 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger