BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Saturday, February 1, 2014

Mengapa 5 Pejabat Asing ini 'dekati' Jokowi?

Mr. Joko Widodo and Mr. William Haque


Sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi kerap kali disambangi pejabat-pejabat asing. Dari duta besar sampai perdana menteri pernah bertemu Jokowi di Jakarta.

Pertemuan para pejabat ini biasanya membahas banyak hal. Terutama soal tata kota. Mulai dari transportasi sampai soal bantuan penanganan banjir.

Di balik itu semua, mungkinkah pertemuan Jokowi dengan para pejabat asing itu ada diplomasi lain? Mengingat, Jokowi adalah salah satu tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai capres versi beberapa lembaga survei.


Meski belum pasti mencalonkan diri sebagai capres, banyak media luar negeri ternama mulai menyorot sepak terjang Jokowi. Ulasan seputar kans Jokowi sebagai capres juga dikupas tuntas.

Lantas, siapa saja pejabat-pejabat asing itu?

1. Menlu Inggris sambangi Jokowi di Balai Kota
Pada Selasa (28/1) bulan lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague secara khusus bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Keduanya lantas bicara banyak hal.

Dalam pertemuannya itu Hague mengaku membahas mengenai peningkatan transparansi pemerintah dan permasalahan korupsi. "Untuk mendukung pemberantasan korupsi dan transparansi. Negara bisa belajar dari kita tentang pemerintahan yang baik dari segala aspek," kata Hague di Balai Kota.

Menurutnya, Indonesia dapat belajar kepada negara Inggris dalam hal membangun tata birokrasi pemerintahan yang baik. Meski begitu, Hague mengakui negaranya tak sempurna dan memiliki kekurangan. "Kami mencoba memberikan dukungan terhadap transparansi pemerintahan maupun organisasi. Kita ingin membandingkan pengalaman masing-masing negara," kata Hague.

Sementara Jokowi mengatakan, pertemuannya dengan Hague membicarakan banyak hal. Salah satunya soal pemerintahan. "Tadi membicarakan goverment, membahas soal anggaran kita yang ditampilkan di website dan saya sampaikan juga cara membangun sistem transparansi. Dan itu semua kita butuh waktu," imbuh Jokowi.

2. Scot dekati Jokowi sampai ikut blusukan
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel pernah ikut blusukan ke Kampung Muara Bahari RW 7 Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara hanya untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Di samping Jokowi, ia terus terang ingin membantu program penataan kampung deret.

"Terima kasih gubernur sudah diizinkan untuk menemani. Ini adalah program gubernur. Kami akan sangat senang jika bisa membantu apapun yang bisa dilakukan," ujar Scot di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/6).

Ia mengatakan, keikutsertaan mendatangi kampung yang terletak di pinggir rel ini adalah bagian dari pekerjaannya untuk mengetahui apa yang terjadi Indonesia. Scot yang mengenakan kemeja batik warna krem ini mengaku sangat tertarik pekerjaan Jokowi. "Sangat menyenangkan melihat jalannya demokrasi yang sesungguhnya di jalanan seperti ini," ucapnya.

Sementara itu, Jokowi menyatakan keikutsertaan Dubes AS ingin melihat kampung kumuh yang akan dikerjakan Pemprov DKI. "Pak Dubes ingin ikut melihat kampung-kampung kumuh yang mau dikerjakan seperti apa, karena beliau tertarik," ucapnya.

3. PM Belanda diajak ke Waduk Pluit
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ( Jokowi ) mengajak Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte berkeliling Waduk Pluit. Selain Rutte, Jokowi juga mengajak Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan.

Di sana, mereka berjalan berkeliling di Waduk Pluit dan menyapa warga. Jokowi pun menjelaskan keadaan di Waduk Pluit kepada Rutte dan Gita.

Jokowi menjelaskan tata Waduk Pluit yang akan dia buat. Namun dibandingkan Jokowi , Gita Wirjawan nampak lebih komunikatif dengan Rutte.

Di sana, Rutte memuji Jokowi yang telah berhasil merelokasi warga dan membenahi waduk Pluit. "Anda pemimpin dan orang yang hebat," kata Rutte di rumah pompa Muara Baru, Pluit, Jakarta, Kamis (21/11).

Pujian Rutte itu disambut Jokowi dengan membungkukkan badan. "Komentar dia (Rutte) pekerjaan ini, pekerjaan raksasa dan luar biasa baru 8 bulan. Dia kaget bukan salut. Kaget dan kagum karena cepat," kata Jokowi merendah.

4. Dubes Korsel sering bertemu Jokow
Tidak sekali saja Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Kim Yeong Seon bertemu Jokowi. Tercatat sudah tiga kali Kim bertemu Jokowi di Balai Kota.

Kunjungan ketiga kalinya ini untuk lebih memfokuskan kerjasama dalam hal memberikan bantuan kepada perbaikan Jakarta. "Kita ingin lebih fokus mengkonkretkan proyek yang akan dikerjakan oleh korea di Jakarta baik yang berkaitan dengan penanganan banjir dan kemacetan mau kita konkretkan," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai bertemu Dubes Korsel di Balaikota Jakarta, Jumat (15/2) tahun lalu.

Jokowi mengatakan fokus kerjasama tersebut untuk normalisasi atau pembuatan sheetpile di Ciliwung dan Pasar Baru. Diperkirakan pembangunannya dimulai pada bulan Juni.

Sementara itu, Kim Yeong Seon mengatakan pemerintah Korsel akan mengundang pejabat-pejabat di Indonesia untuk studi banding penanggulangan bencana banjir. "Itu mau ngundang ke Korea supaya mereka bisa melihat bagaimana sistem penanggulangan banjir di Korea, karena di Korea juga ada banyak hujan, maka pengalamannya banyak," ujar Kim usai bertemu Jokowi di Balaikota Jakarta.

5. Dubes China juga temui Jokowi
Tidak hanya Korsel dan Amerika Serikat, Dubes China untuk Indonesia Liu Jianchao juga menemui Jokowi. Liu ingin membicarakan kerjasama dalam bidang transportasi, terutama pengadaan bus. Pertemuan itu terjadi pada Februari 2013.

"Ya biasa lah banyak yang ditawarkan. Ini memang banyak berkaitan dengan proyek-proyek DKI. Baik transportasi, berkaitan dengan pengadaan bus. Kan itu juga dari China. Kemudian juga mengenai MRT, Monorail saya sampaikan juga," kata Jokowi usai bertemu dengan Dubes China di Balai Kota Jakarta.

Jokowi menjelaskan, China ingin masuk dalam beberapa proyek yang sedang dikerjakan oleh Pemprov DKI terutama dalam bidang transportasi. "Mereka mau masuk dan saya maunya kerjasama B to B saja lah yang ngerjain proyeknya ikut dalam konsorsium itu misalnya. Apa barang dari sana," jelasnya.

Tidak hanya soal transportasi, China juga ingin membantu dalam menangani masalah banjir. Tahap pertama, China ingin melakukan survei lokasi.? "Masih melihat, buat survei kemudian akan share dengan kita melihat solusinya seperti apa," ujar Jokowi.



Reporter : Muhammad Hasits |
Merdeka.com - Sabtu, 1 Februari 2014 07:36
 
Copyright © 2013 #01JOKOWILAGI
Powered by Blogger