BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Saturday, February 8, 2014

Survei PPP: Jokowi-Mahfud Populer di Pesantren



Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan melakukan survei internal terhadap tokoh yang digadang sebagai calon presiden di mata kalangan kiai dan santri pada Desember 2013-Januari 2014. Survei yang dirilis dalam pertemuan tertutup Musyawarah Kerja Nasional PPP di Grand Preanger Hotel, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat malam, 7 Februari 2014, itu menyebutkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo adalah tokoh paling pupuler di kalangan pesantren.

"Mahfud dikenal 10,9 persen responden dan Jokowi 10,2 persen. Adapun Ketua Umum PPP Suryadharma Ali 1,2 persen," ujar salah satu perserta pertemuan, Sabtu dinihari, 8 Februari 2014. (Baca: Suryadharma: PPP Jangan Sampai Terkubur pada 2014)

Dalam pertemuan yang juga dihadiri seluruh pengurus daerah tersebut, dipaparkan pula bagaimana penerimaan santri dan kiai atas sejumlah nama tokoh yang bakal dicalonkan sebagai presiden. "Jokowi mendapat tanggapan positif dari kalangan pesantren dengan jumlah tertinggi, yakni 5,36 persen, disusul Mahfud 4,76 persen, Dahlan Iskan 4,28 persen, dan Suryadharma 4,10 persen. Keempatnya dianggap tokoh yang layak jual untuk dijadikan presiden bagi PPP." (baca: Jusuf Kalla dan Yeni Wahid Masuk Daftar Capres PPP)

Menurut Abdullah Mansur, Ketua DPP PPP, survei itu dilakukan pada 36 pesantren di Jawa, meliputi tujuh pesantren di Jawa Barat, 16 pesantren di Jawa Tengah, delapan pesantren di Jawa Timur, dan lima pesantren di Yogyakarta. Dari jumlah pesantren tersebut, 12 pesantren di antaranya dianggap memiliki kedekatan dengan Partai Kebangkitan Bangsa, delapan pesantren dekat dengan PPP, dua pesantren dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera, satu pesantren dekat dengan Partai Demokrat, satu pesantren dekat dengan Partai Amanat Nasional, dan 12 pesantren tidak dekat dengan partai apa pun.

"Sasaranya adalah para kiai dan santri, yang menjadi pemilih pemula," ujarnya, Sabtu dinihari, 8 Februari 2014.

Ketua DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan survei ini dilakukan tim yang dibentuk PPP untuk mengkaji pandangan para kiai dan santri terhadap tokoh-tokoh yang muncul menjelang pemilu presiden 2014. "Mereka berasal dari sejumlah akademisi universitas," ujarnya.

Namun Arwani mengatakan survei itu hanya menjadi bagian dari pertimbangan partainya terhadap tokoh-tokoh yang bakal diusung menjadi calon presiden. Keputusaan akhirnya ada pada peserta Mukernas PPP, terdiri atas dewan pengurus pusat dan daerah. "Jadi ini hanya menjadi rujukan informasi saja," katanya.

Terkait populernya nama Mahfud Md. yang sebelumnya sudah ditolak pengurus daerah, Arwani mengatakan hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, partainya tidak akan menggunakan survei itu sebagai bahan utama untuk mengusung calon presiden. "Seperti saya katakan sebelumnya, semua kembali ke peserta Mukernas," ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, mencuat sembilan tokoh yang disepakati 25 pengurus daerah untuk diusung menjadi calon presiden. Mereka adalah Suryadharma Ali, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Muhamamadiyah Din Syamsuddin, Ketua KPK Abraham Samad, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf TNI AD Moeldoko, putri Gus Dur bernama Yenni Wahid, dan Ketua Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia Isran Noor.


TRI SUHARMAN

TEMPO.COSABTU, 08 FEBRUARI 2014 | 11:00 WIB

 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger