BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, March 25, 2014

Jokowi: Benahi Pertanian!



BANDAR LAMPUNG,  Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo menyinggung masalah pertanian saat menjadi juru kampanye bagi partainya di Lampung. Pembenahan atas manajemen pertanian dia yakini dapat membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Manajemen tani itu harus diperhatikan. Mereka (para petani) memang diberi bimbingan nanam sebelumnya, tapi masak pascapanennya tidak disiapkan?" ujar Jokowi, akhir pekan lalu. Dia pun mencontohkan kondisi pertanian dan petani di Boyolali, Jawa Tengah.


Desa itu, tutur Jokowi, merupakan penghasil pepaya. Karena tak ada persiapan jalur distribusi pasca-panen, kata dia, hampir 90 persen hasil panen petani pepaya di desa itu berakhir menjadi sampah karena busuk, tak terjual. "Harusnya disiapin (pasca-panennya), bisa dijadikan jus misalnya."

Selain itu, Jokowi juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah soal pengembangan varietas unggul untuk beberapa komoditas. Menurut dia, komoditas pertanian produk petani Indonesia tak bisa bersaing dengan komoditas serupa dari negara lain karena kalah kualitas.

Meski demikian, Jokowi menolak berkomentar ketika dikonfirmasi apakah kritiknya soal pertanian ini merupakan salah satu poin visi-misi yang akan dia usung sebagai bakal calon presiden PDI-P. "Belum bicara capres, fokus pemilu legislatif dulu," kata dia.

Menurut Jokowi, percuma sekarang bicara visi-misi sebagai capres bila tanpa ada kepastian capaian kursi parlemen dari partainya. "Kalau Tuhan mengizinkan kita megang pemerintah, tapi dewan ndak kuat, ya susah. Akhirnya nanti jadi lobi-lobi, itu yang saya ndak suka. Beda kalau parlemennya kuat," tegas dia.

Topik soal pertanian sebagai cara menyejahterakan masyarakat juga pernah disampaikan Jokowi saat diskusi dengan salah satu organisasi berbasis massa Islam, Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu dia menyarankan agar NU menggalakkan pertanian di kalangan anggotanya. Dengan demikian, ujar dia, masyarakat akan bisa mandiri tanpa semata tergantung pada pemerintah.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado , Editor : Palupi Annisa Auliani 
KOMPAS.com — Selasa, 25 Maret 2014 | 07:26 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger