BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, March 11, 2014

PPP Melirik PDI-P



BOGOR, Partai Persatuan Pembangunan berharap dapat berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pemilihan Presiden 2014. Koalisi itu diharapkan mampu memunculkan sistem politik yang stabil. PPP juga membuka kemungkinan berkoalisi dengan partai menengah, seperti Partai Amanat Nasional, Partai Hati Nurani Rakyat, atau Partai Kebangkitan Bangsa.

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyatakan, masalah koalisi ini akan diputuskan setelah Pemilu Legislatif 2014.


”Kami akan menentukan arah koalisi setelah kondisi politik Indonesia matang, yaitu setelah pemilu legislatif,” kata Suryadharma, Senin (10/3), di Bogor.

Namun, Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy menyatakan, koalisi partainya dengan partai nasionalis, seperti PDI-P, dapat menunjang kestabilan politik. ”Kami menilai politik Indonesia akan stabil apabila ditopang pilar nasionalisme, agama, dan TNI,” katanya.

PPP, lanjut Romahurmuziy, juga menyusun skenario koalisi dengan partai menengah. Hal itu karena koalisi dengan partai besar berpotensi memunculkan konflik internal karena umumnya kepentingan partai yang lebih kecil kurang diakomodasi partai dominan dalam koalisi.

Selain itu, Romahurmuziy menyatakan, PPP tidak mengejar perolehan suara, tetapi perolehan kursi di DPR. ”Kami menargetkan mendapat 67 kursi di DPR,” kata Romahurmuziy. Saat ini PPP memiliki 38 kursi di DPR.
Juru kampanye

Menghadapi kampanye rapat umum Pemilu 2014 yang akan dimulai pada 16 Maret, Romahurmuziy menyatakan, partainya belum menentukan tokoh yang akan menjadi juru kampanye nasional.

Namun, lanjut Romahurmuziy, PPP telah mendapat dukungan dari 29 tokoh agama dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Untuk merebut suara pemilih muda, PPP merekrut 32 pemuda yang merupakan pengurus dan mantan pengurus badan eksekutif mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Jakarta untuk bergabung dalam tim juru kampanye partai itu.

Para pemuda tersebut, lanjut Romahurmuziy, akan dikirim ke beberapa daerah pemilihan yang belum memiliki juru kampanye nasional sehingga tidak hanya berpusat di Jakarta.

Suryadharma berharap 32 pemuda itu membuat sebuah diskusi panel pada 16 Maret 2014. Menurut rencana, calon presiden, calon wakil presiden, ilmuwan, dan panelis akan hadir dalam acara tersebut untuk bertukar pikiran mengenai Indonesia pada masa depan.

Diskusi tersebut, lanjut Suryadharma, akan mengenalkan program-program capres kepada publik, mengenalkan pemikiran sejumlah ahli, dan meningkatkan popularitas PPP. Cara ini diharapkan akan membantu kampanye terbuka PPP.

Sebanyak 32 pemuda itu diharapkan menyebarkan pengaruh PPP melalui pertemuan-pertemuan ilmiah, acara seni, atau kegiatan olahraga universitas. Mereka juga diharapkan dapat mendekatkan diri pada organisasi siswa intrasekolah di sejumlah sekolah menengah atas.
Gagasan kebangsaan

Kemarin malam, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh meluncurkan buku Biografi berjudul Surya Paloh, Sang Ideolog. Buku itu ditulis Usamah Hisyam, yang adalah juga penulis buku SBY Sang Demokrat.

Hadir dalam acara ini antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, politikus Partai Golkar, Siswono Yudo Husodo.

Dalam sambutannya, Siswono menyatakan, meski tidak menjadi anggota Partai Nasdem, dia bersama Sultan Hamengku Buwono X sempat aktif di Ormas Nasdem. Siswono juga tetap mendukung Trilogi Restorasi Indonesia, yakni rakyat sejahtera, bangsa bermartabat, dan negara kuat. Trilogi itu diyakini dapat menjadi acuan ideologi dan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.

”Surya Paloh seorang Soekarnois juga di era sekarang ini. Untuk mewujudkan Restorasi Indonesia yang digagas sejak lama itulah, akhirnya dibentuk Partai Nasdem oleh Bung Surya Paloh, sahabat lama saya,” tutur Siswono.

Dalam acara ini, Siswono juga mengungkapkan janji-janji pemerintah terhadap Surya Paloh yang belum terwujud. Janji itu misalnya bintang jasa atas partisipasi menangani tsunami Aceh yang dibuatkan program Indonesia Menangis di Metro TV. ”Hal yang penting bagi Surya Paloh adalah kerja sosial dan berbakti bagi masyarakat,” katanya.

Usamah Hisyam mengungkapkan, pelaksanaan Trilogi Restorasi merupakan kesepakatan dukungan Surya Paloh terhadap pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilihan Presiden 2004. (Ong/A08)

Editor : Sandro Gatra
KOMPAS.com —  Selasa, 11 Maret 2014 | 10:29 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger