BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, March 31, 2014

Prediksi Raihan Suara Jokowi jika Diduetkan dengan Eksternal PDI-P




JAKARTA, Perolehan suara dan dukungan terhadap PDI Perjuangan akan meningkat jika partai ini menduetkan bakal calon presidennya, Joko Widodo atau Jokowi, dengan figur dari luar PDI-P.

Prediksi itu didasari hasil survei yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Maret 2014.

"Survei ini menemukan bahwa figur cawapres dari luar akan menambah suara dan dukungan untuk PDI-P dibandingkan bila cawapresnya dari internal PDI-P sendiri," kata Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Phillips J Vermonte, di Jakarta, Senin (31/3/2014).


Phillips menjelaskan, dalam survei CSIS, PDI-P diprediksi akan mendapat suara sebesar 41 persen jika menduetkan Jokowi dengan Puan Maharani. Sementara itu, jika menduetkan Jokowi dengan Prananda, perolehan suaranya turun menjadi 40,8 persen.

Sementara itu, peningkatan perolehan suara PDI-P akan sangat signifikan jika menduetkan Jokowi dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (46,7 persen), dan mendapat suara sebesar 44,5 persen saat menduetkan Jokowi dengan politisi Gerindra Basuki Tjahaja Purnama.

Di bawah itu, CSIS juga memasang nama mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dengan hasil survei 43 persen.

Sampai saat ini, PDI-P belum memutuskan siapa figur yang akan mendampingi Jokowi. Semuanya baru akan diputuskan setelah hasil pemilu legislatif diketahui, dan PDI-P tak menutup pintu untuk berkoalisi.

Survei CSIS melibatkan 1.200 responden yang dilakukan di 33 provinsi sejak 7-17 Maret 2014. Margin of error survei ini sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan proporsi jenis kelamin fifty-fifty. Dalam perhitungan untuk tingkat nasional, setiap provinsi dialokasikan responden sesuai proporsi populasi dari data Badan Pusat Statistik.

Mengenai sumber dana, CSIS mengakui bahwa survei ini mendapat sokongan dari eksternal non-partai politik, ditambah anggaran penelitian dari internal. Namun, mengenai besarannya, Philip enggan menyebutkan.

Penulis : Indra Akuntono , Editor : Farid Assifa 
KOMPAS.com —  Senin, 31 Maret 2014 | 15:45 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger