BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Saturday, March 15, 2014

Siapa pengusaha beking Jokowi jadi capres?


Siapa pengusaha beking Jokowi jadi capres?



Fenomena melesatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 152 poin dan penguatan Rupiah 0,26 persen yang terjadi kemarin, dikait-kaitkan dengan kepastian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertarung di ajang pemilihan presiden (Pilpres). Pasar disebut-sebut memberikan respons positif dan seolah memberi restu bagi Jokowi untuk maju menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kondisi perekonomian nasional kerap dikait-kaitkan dengan geliat politik di dalam negeri. Ada pelbagai kepentingan di balik sebuah keputusan politik, termasuk di dalamnya kepentingan ekonomi dari pengusaha.

Kemarin, sesaat setelah Jokowi menyampaikan mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar dirinya maju sebagai calon presiden, pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto memberi bocoran adanya barisan pengusaha yang siap jadi beking Jokowi saat bertarung dalam pilpres nanti. Siapakah pengusaha yang berada di belakang pencapresan Jokowi?

Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanadi secara tegas menyatakan bahwa pengusaha belum menentukan sikap dan memberi dukungan atas pencapresan Jokowi. "Belum ada dukungan dari pengusaha, terlalu dini untuk bicara itu sekarang. Soal beking juga saya tidak tahu," ujar Sofjan saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, Sabtu (15/3).

Sofjan menampik anggapan yang menyebutkan bahwa pengusaha mendukung pencalonan Jokowi. Namun secara tersirat dia justru menyatakan yang sebaliknya. "Apa yang dikehendaki rakyat ya kita dukung, kita akan bekerja sama untuk mempercepat pembangunan ekonomi," tegasnya.

Dia tidak membantah bahwa pengusaha terus mengamati dan menanti kepastian siapa saja figur-figur yang akan bertarung sebagai calon presiden. Di mata pengusaha, siapapun calon presidennya, harus punya komitmen untuk membangun kembali ekonomi nasional yang sudah jauh tertinggal dari negara lain. Menurutnya, pengusaha tidak terlalu mengedepankan tokoh, apakah itu Jokowi atau figur lainnya.

Sofjan juga bicara soal respons pasar setelah Jokowi secara resmi menyatakan siap menjadi calon presiden. Dia tidak menampik bahwa positifnya pergerakan bursa saham dan penguatan Rupiah tidak lepas dari kabar pencapresan Jokowi.

"Tapi itu euforia sesaat karena masyarakat ingin adanya figur atau sosok baru. Reaksi yang terjadi kemarin karena masyarakat melihat ada figur baru," jelasnya.
Sebelumnya, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan pengusaha mempunyai peran penting dalam pemilihan umum. Selain itu, juga bakal melahirkan simbiosis mutualisme antara parpol yang mengusung calon penguasa dengan pengusaha atau pebisnis. Menurut dia, pengusaha juga melihat siapa yang paling potensial meraih dukungan dalam pemilu.

"Ingat tidak tahun 2004, pengusaha berbondong-bondong mendukung partai SBY? Sekarang berbondong-bondong masuk PDIP, bukan sebagai anggota tapi menunjukkan pengusaha di belakang PDIP atau pencalonan Jokowi," ujar Gun Gun yang dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (14/3).
Menurut dia, dalam sejarah praktik politik di berbagai negara termasuk di Indonesia, kalangan pengusaha kerap menjadi orang di balik layar yang menentukan dalam sebuah pemilu. Dengan begitu, ada kompensasi yang diharapkan dari para calon penguasa atau presiden.

Kedatangan pengusaha ke sebuah parpol sangat berbau politis dan itu cenderung ditutupi dengan sangat rapi. Dia sependapat dengan anggapan bahwa pengusaha menjadi bagian penting dalam proses pemenangan seorang calon dalam pemilu. Untuk itu, dia mengingatkan agar jangan sampai lahir subordinasi antara calon penguasa dengan pengusaha.

Reporter : Wisnoe Moerti | Merdeka.com - Sabtu, 15 Maret 2014 13:02
[noe]
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger