BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Thursday, March 13, 2014

Survei SSSG: Salah Pilih Pendamping, Elektabilitas Jokowi Bisa Anjlok



JAKARTA, Hasil survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) menunjukkan bahwa elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi bisa anjlok jika PDI Perjuangan salah memilih pendampingnya untuk diusung di Pilpres 2014. Berdasarkan hasil survei, Jokowi mendapat dukungan paling tinggi jika diduetkan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Ada pengamat yang bilang, dipasangkan dengan sandal jepit pun Jokowi bisa menang. Kenyataanya tidak seperti itu,” kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) Fadjroel Rachmandi saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Survei versi SSSG, jika Jokowi dipasangkan dengan bakal capres Partai Kebangkitan Bangsa Rhoma Irama, misalnya, pasangan itu hanya mendapatkan 0,64 persen suara. Jika dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, suara untuk pasangan itu hanya naik sedikit, yakni 1,84 persen.

Saat dipasang dengan internal PDI-P, elektabilitas mereka juga tidak naik secara signifikan. Misalnya, jika diduetkan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri hanya memperoleh suara 3,52 persen. Saat dipasangkan dengan Ketua Fraksi PDI-P Puan Maharani, elektabilitasnya jatuh ke angka 2,40 persen.

Ketika dipasang dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, dukungan untuk keduanya hanya mencapai angka 4,24 persen. Bahkan, ketika dipasangangkan dengan wakilnya di DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahja Purnama, pasangan itu hanya mendapatkan 9,28 persen suara.

Jika hasil survei lembaga survei lain Jokowi bakal melesat jika dipasangkan dengan politisi senior Partai Golkar Jusuf Kalla, hasil survei versi SSSG menunjukkan pasangan itu hanya memperoleh 7,2 persen suara. Menurut survei SSSG, dukungan paling tinggi ketika Jokowi dipasangkan dengan Prabowo, yakni mencapai 18,80 persen.

“Padahal jika dipasang sendirian tanpa disimulasikan dengan pasangan cawapresnya, Jokowi mendapat 40,32 persen. Ini cukup unik. Jadi Jokowi harus sangat berhati-hati dalam memilih pasangannya, kalau dia memang maju nanti. Jangan sampai salah pilih,” kata Fadjroel.

SSSG menyebut survei ini memiliki tingkat keyakinan 95 persen dengan sampling error sebesar 2,77 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui telepon di 10 kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar dan Balikpapan. Periode pengumpulan data adalah 10 Februari-5 Maret 2014. Survei dibiayai oleh SSSG.

Penulis : Ihsanuddin , Editor : Sandro Gatra 
KOMPAS.com –  Kamis, 13 Maret 2014 | 16:36 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger