BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Wednesday, April 16, 2014

"Banteng" yang Tak Pernah Tidur




JAKARTA, Partai-partai politik langsung melakukan manuver dan penjajakan koalisi setelah hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan gambaran perolehan suara pemilihan legislatif yang berlangsung pada 9 April lalu. Langkah dan strategi mulai disusun untuk menghadapi pertarungan selanjutnya, pemilihan presiden, yang akan digelar pada Juli mendatang.

Hasil hitung cepat, meski belum merupakan hasil resmi, dijadikan dasar menyusun strategi. Siapa yang akan diajak berkawan, siapa yang akan dihadapi sebagai lawan.


Di antara partai-partai peserta pemilu, PDI Perjuangan menjadi partai yang dinamikanya seakan tak pernah berhenti. Selalu ada saja aktivitas politik yang berlangsung setelah hari H pemungutan suara.

Tak pernah "tidur"

Pada hari pemungutan suara, 9 April 2014, sore harinya, kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dipenuhi elite-elite dan kader yang berkumpul menyaksikan hasil hitung cepat yang juga dilakukan oleh internal PDI-P. Turut hadir bakal calon presiden dari PDI-P, Joko Widodo alias Jokowi.

Malam harinya, Megawati kembali ke kediamannya yang lain, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Jokowi juga ikut hadir di sana dan makan malam bersama Mega. Tampak pula dua Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto dan Eriko Sotarduga.

Keesokan harinya, 10 April 2014, kesibukan bergeser ke Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ratusan relawan merekapitulasi penghitungan suara PDI-P dalam pemilu legislatif. Pengurus PDI-P terlihat bergantian memonitor tugas para relawan.

11 April 2014, kediaman Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan, kembali "bernadi". Politisi senior PDI-P, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, tiba-tiba menemui Megawati. Ia mengatakan, pertemuannya dengan Mega membicarakan perolehan suara PDI-P dan menginventarisasi bakal calon wakil presiden yang dianggap layak mendampingi Jokowi pada pemilihan presiden. Beberapa jam kemudian, Hasto datang dengan menggunakan sebuah taksi. Tak lama berselang, Pramono ke luar meninggalkan kediaman Megawati. Malam harinya, sekitar pukul 20.00, giliran Jokowi yang datang menemui Mega. Selama dua jam di sana, Jokowi mengaku membicarakan peta koalisi.

Akhir pekan, bukan berarti aktivitas politik berhenti. Safari ke sejumlah tokoh partai politik berlangsung. Jokowi menemui pimpinan Partai Nasdem, Golkar, dan PKB. Ia didampingi Sekjen Tjahjo Kumolo dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Puan Maharani.

Awal pekan, Senin (14/4/2014), Megawati mengajak Jokowi menerima kedatangan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad. Malam harinya, Jokowi ikut bersama Megawati bertemu dengan sejumlah duta besar yang bertugas di Indonesia.

Pada hari Selasa (15/4/2014) kemarin, aktivitas kembali terlihat di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Mega mengumpulkan Ketua DPD PDI-P serta kepala daerah dari PDI-P untuk melakukan konsolidasi pemenangan pilpres.

"Setelah pileg (pemilu legislatif), bukan berarti kita bisa tidur-tiduran di rumah. Kemenangan itu tak datang sendiri, tapi harus direbut, diperjuangkan," kata Puan Maharani.

Mega, dalam pertemuan dengan pengurus PDI-P itu, meminta agar tetap solid dan tak terlena dengan hasil hitung cepat yang menempatkan partai berlambang banteng moncong putih itu sebagai jawara pemilu. Pertarungan belum usai.

Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com -- Rabu, 16 April 2014 | 07:44 WIB



 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger