BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, April 21, 2014

Gara-gara Jokowi Nyapres Banyak Orang Jadi Stress






Salam Kompasiana dimana saja berada, begitu ramainya obrolan masyarakat tentang capres ke-7 RI yang kurang dari 3 bulan lagi akan di langsungkan. Semua masyarakat ramai-ramai setiap hari selalu berdiskusi plus minus calon presiden yang saat ini sudah mengemuka yaitu Jokowi, Prabowo dan ARB. Bukan saja kalangan politikus, pejabat, cendekia, terpelajar saja yang setiap hari berdiskusi tetapi rakyat bawahpun tak ketinggalan untuk ikut membicarakannya. Memang untuk membangun bangsa ini 5 tahun ke depan biar lebih baik, semua masyarakat harus tepat memilih pemimpinnya.

Kalau penulis melihat geliat di media social dan TV Swasta Nasional, penulis melihat begitu hebatnya antusias orang untuk mendukung jagoannya sampai-sampai rela merongoh kocek pribadi untuk memberi dukungan salah satu calon presiden walau itu bukan pengusaha tetapi hanya rakyat kecil. Gimana lawan-lawan politik atau calon presiden lain tidak kuatir dan deg-deg an karena begitu sudah mewabahnya relawan Jokowi di seluruh nusantara dan lebih mengkuatirkan adalah mereka semua tidak di bayar dan kebanyakkan dari kalangan menengah ke bawah, dan masyarakat ini kebanyakan hidup di pedesaan yang mempunyai kultur kehidupan yang sederhana seperti Jokowi.

Gara-gara Jokowi pejabat-pejabat yang dulunya ngaku reformis dan tak berhasil mengangkat bangsa ini ke jenjang yang lebih baik muncul kembali seperti Amien Rais. Padahal dia sudah buyut dan tak cocok lagi untuk member arahan atau inovasi kedepan yang lebih cemerlang. Tapi Amien Rais muncul malah seperti sosok SENGKUNI yang selalu membikin suasana yang baik menjadi tidak baik, gara-gara Amien Rais sosok gusdur yang sudah jadi presiden eh malah dilengserkan dengan tidak baik. Apakah sosok Amien Rais cocok sebagai SENGKUNI cerita di pewayangan ?
Banyak pendukung calon lain pada strees dan galau gara-gara Jokowi di capreskan oleh PDIP, karena mereka semua tahu untuk menjatuhkan sosok Jokowi itu mustahil karena dia tidak berasal dari ORDE BARU dan ORDE REFORMASI seperti angkatannya AMIEN RAIS yang hanya bisa ngomong doang tapi tak ada kenyataannya. Yang aneh lagi adalah Jokowi yang nyapres tapi mengawati yang diserang kalau ini sudah gelap mata, memang kalau penulis lihat pendukung calon lain sudah pada frustasi karena tak ada satupun kesalahan yang bisa di hantamkan ke sosok ini.

Sampai-sampai wakil ketua FADLI ZON di buat pusing tujuh keliling dan selalu membuat puisi dan sajak untuk menjatuhkan sosok Jokowi, padahal sebenarnya dia tidak sosok sastrawan tapi gara-gara stress dan kalut dia merasa seolah-olah menjadi Sastrawan nomor wahid di negeri ini. Dan masih banyak lagi pejabat politik partai yang merasa ke bakaran jenggot gara-gara Jokowi nyapres, karena semua pejabat dan petinggi partai politik percaya kalau Megawati akan maju lagi sebagai calon presiden dari PDIP untuk 2014 dan mudah di kalahkan karena banyak kalangan yang sudah tahu kemampuannya. Tapi mereka tersentak dan hamper tak percaya ketika Megawati dengan tegas mengatakan bahwa mencalonkan IR. Joko Widodo menjadi calon presiden dari PDIP.

Semua pejabat partai politik lawan dan calon presiden semuanya pada syok seperti tersambar petir di siang hari bolong yang sangat terik, karena tak ada hujan dan tak ada angin tahu-tahu petir menyambar dengan hebatnya. Yang menyebabkan mereka semua tambah pusing lagi adalah pemilu presiden sudah tidak seperti tahun 2004 yang dipilih dengan suara terbanyak MPR tetapi sekarang ini di pilih langsung oleh rakyat dan sosok yang baru di gandrungi masyarakat Indonesia saat ini adalah Jokowi. Para pejabat partai juga sekarang ini semakin pusing karena koalisi yang mereka lakukan ternyata tidak berbanding lurus dengan suara yang diberikan msyarakat pada sosok calon presiden.

Lha sekarang mau pilih yang mana ?
Kalau ingin stress ya……..silahkan aja pilih calon presiden bukan Jokowi
Tapi kalau ingin tak stress ya tentu pilihnya adalah JOKOWI 

SUMBER: OPINI JOEDHY  KOMPASIANA
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger