BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, April 14, 2014

Ini Penjelasan PDIP soal Pertemuan Mega-Jokowi dengan Para Dubes


Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Ketua Bappilu PDI Perjuangan Puan Maharani (kedua kiri) dan Capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (kiri) menerima mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kanan) dan Dubes Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim (kanan) di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (14/4).

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri beserta calon presiden (Capres) Joko Widodo, berkunjung ke sebuah rumah di Jalan Sircon, kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (14/4), malam ini.
Dalam agenda yang beredar di kalangan wartawan, di rumah itu, Mega dan Jokowi akan bertemu dengan sejumlah duta besar, termasuk Dubes AS yang baru, Robert o'Blake.
Menurut Wasekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian dengan pertemuan sebelumnya. Yakni kunjungan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar.
"Ini difokuskan untuk memperluas wawasan internasional Pak Jokowi," kata Hasto di Jakarta, Senin (14/4).
Pertemuan dengan Mahathir kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama para duta besar negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, dan beberapa negara Eropa Barat lainnya.
Pertemuan ini sangat penting, mengingat sekiranya dipercaya rakyat dengan memenangkan pilpres yang akan datang, salah satu agenda PDIP adalah menggelorakan kembali kepemimpinan Indonesia sesuai dengan prinsip kemanusiaan atau internasionalisme.
"Kepemimpinan Indonesia sebagaimana terjadi tahun 1955 menjadi inspirasi bagi kebijakan politik luar negeri Jokowi," ujarnya.
Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam suasana yang akrab. Selain membahas beberapa hal strategis, dengan fasih Ibu Megawati memberikan penjelasan tentang keanekaragaman kekayaan Indonesia, termasuk wisata kulinernya yang luar biasa.
Pada kesempatan tersebut, lanjut Hasto, Jokowi juga memberikan penjelasan terkait dengan hasil survey. Dimana lebih dari 70 persen masyarakat DKI Jakarta melihat bahwa pencapresan Jokowi sebagai bagian dari solusi DKI Jakarta.
Makan malam dengan para dubes itu tidak membahas tentang cawapres.
"Pembahasan Cawapres merupakan mekanisme internal, dan hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan seksama guna mencari pasangan terbaik bagi Indonesia Raya," tandas Hasto.


Penulis: Markus Junianto Sihaloho/YUD
Senin, 14 April 2014 | 22:11
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger