BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, April 11, 2014

Jokowi Bukan Lagi Kartu As PDI-P?



JAKARTA, Pengamat politik dari Universitas Indonesia Agung Suprio mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telalu menggantungkan pemilu legislatif kepada bakal calon presidennya, Joko Widodo. Situasi ini, kata dia, membuat tim sukses Jokowi melakukan kesalahan strategi sebelum pileg.
"Tim sukses Jokowi cenderung bertahan dengan bersandar pada sosok Jokowi yang dianggap suci. Padahal, sosok Jokowi itu juga sudah mulai diserang sehingga sandarannya mulai rapuh," ujarnya, saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).

Agung mengatakan, tim sukses Jokowi kurang mampu melakukan serangan balik terhadap serangan kampanye negatif yang dilancarkan lawan-lawan politiknya. Ia pun menyarankan PDI-P meninjau ulang tim sukses Jokowi.

"Karena mereka tidak mampu menciptakan 'Jokowi Effect' untuk mendongkrak suara PDI-P dalam pileg secara signifikan," katanya.

Agung juga menilai PDI-P terlalu terburu-buru mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Menurutnya, deklarasi tersebut idealnya seminggu sebelum hari pemungutan suara sehingga euforia Jokowi masih terjaga. Dengan derasnya serangan kepada Jokowi, ia pun menyarankan agar pencapresan Jokowi dievaluasi oleh PDI-P.

"Di sini Jokowi telah menjadi kartu mati dan bukan kartu AS buat PDI-P," katanya.

Seperti diberitakan, PDI-P berada di posisi teratas hitung cepat Pemilu Legislatif 2014 dengan perolehan suara di kisaran 18 sampai 20 persen. Akan tetapi, angka ini jauh dari target yang sebelumnya dipatok di kisaran 27 persen. PDI-P dinilai tak berhasil memenuhi target karena tak mampu memaksimalkan "Jokowi Effect". Salah satu penyebabnya, PDI-P dianggap terlambat menetapkan Joko Widodo sebagai bakal calon presiden.

Penulis : Rahmat Fiansyah , Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
KOMPAS.com -  Jumat, 11 April 2014 | 07:12 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger