BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, April 7, 2014

KPU: Coblos Saja Caleg atau Parpolnya, Itu Sah




Jakarta - Banyak pemilih bertanya bagaimana cara mencoblos yang benar dalam surat suara di TPS. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan ketentuan pemungutan suara sangat mudah. Opsinya coblos saja calegnya, atau parpolnya.

"Kita informasikan kepada masyarakat hanya mencoblos partai atau caleg. Hanya dua itu saja (imbauan KPU)," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah di ruangannya, kantor KPU Jl Imam Bonjol Jakpus, Senin (7/4/2014).

Menurut Ferry, soal ketentuan-ketentuan surat suara sah sebetulnya banyak variasinya diatur dalam Peraturan KPU (PKPU). Tapi soal penilaian sah dan tidak itu adalah urusan KPPS, Panwaslu dan saksi.

"Yang pasti nanti masyarakat pusing kalau ditunjukkan mana saja surat suara yang sah dan tidak. Jadi kalaupun ada itu hanya kasuistik, misal kalau gini gimana? Sah tidak? Tapi bagi masyarakat ya coblos caleg atau parpol," tegasnya.

Sementara itu, dalam Peraturan KPU surat suara yang sah itu ada 15 variasi. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan KPU nomor 5 tahun 2014 tentang pemungutan dan pengitungan suara di TPS dalam Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD.

Berikut daftar kategori surat suara yang dinyatakan sah oleh KPU:

1. Tanda coblos di kolom nomor urut, gambar, dan nama partai. Dinyatakan sah untuk partai.

2. Tanda coblos di kolom nomor urut dan nama calon. Dinyatakan sah untuk nama calon bersangkutan dari partai yang mencalonkan.

3. Tanda coblos di kolom nomor urut, gambar dan nama partai, serta tanda coblos di kolom nomor dan nama calon dari partai yang bersangkutan. Dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan dari partai yang mencalonkan.

4. Tanda coblos di kolom nomor urut, gambar, dan nama partai, serta tanda coblos lebih dari 1 calon pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon dari partai yang sama. Dinyatakan sah untuk partai.

5. Tanda coblos lebih dari 1 calon pada kolom yang memuat nomor dan nama calon dari partai yang sama. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.

6. Tanda coblos lebih dari 1 kali pada kolom yang memuat nomor, tanda gambar, dan nama partai, tanpa mencoblos salah satu calon dari partai yang sama. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.

7. Tanda coblos pada surat suara yang diblok warna abu-abu dibawah nomor urut dan nama calon terakhir. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.

8. Tanda coblos tepat pada garis kolom yang memuat nomor urut, tanda gambar dan nama partai tanpa mencoblos salah satu calon dari partai yang sama. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.

9. Tanda coblos tepat pada garis kolom yang memuat 1 nomor urut dan nama calon. Dinyatakan sah untuk nama calon yang bersangkutan.

10. Tanda coblos tepat pada garis yang memisahkan antara nomor urut dan nama calon dengan nomor urut dan nama calon lain dari partai yang sama, sehingga tidak dapat dipastikan tanda coblos tersebut mengarah pada 1 nomor urut dan nama calon. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai

11. Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut tanpa nama calon disebabkan calon tersebut tidak lagi memenuhi syarat. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.

12. Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor urut dan nama calon atau tanpa nama calon yang disebabkan calon tersebut meninggal dunia/tidak lagi memenuhi syarat dan tanda coblos pada satu kolom nomor urut dan nama calon dari satu partai. Dinyatakan sah 1 suara untuk calon yang masih memenuhi syarat.

13. Tanda coblos lebih dari 1 kali pada kolom yang memuat nomor urut dan nama calon. Dinyatakan sah 1 suara untuk calon yang bersangkutan.

14. Tanda coblos pada satu kolom yang memuat nomor dan nama calon dan tanda coblos pada kolom abu-abu. Dinyatakan sah untuk 1 calon yang memenuhi syarat.

15. Tanda coblos pada kolom yang memuat nomor, nama dan gambar partai politik yang tidak mempunyai daftar calon. Dinyatakan sah 1 suara untuk partai.






Senin, 07/04/2014 17:15 WIB
M Iqbal - detikNews
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger