BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Tuesday, April 8, 2014

Masa Tenang, Caleg Manfaatkan BBM dan SMS




Masa tenang selama empat hari ternyata tetap dimanfaatkan calon legislatif (caleg) dengan melakukan kampanye. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan mengirimkan broadcast message lewat BBM maupun SMS atau pesan pendek.

Sutriyati, warga Sleman mengaku mendapat pesan pendek dari caleg dari daerah pemilihan Bantul. "Saya dapat Senin kemarin, isinya meminta untuk mencoblos nomor dia. Tapi anehnya itu dapil Bantul bukan dapil di tempat tinggal saya Sleman," kata Tria, Selasa 8 April 2014.


Yati, warga Taman Siswa mengaku menerima BBM dari salah satu caleg DPRD Provinsi untuk daerah pemilihan Kabupaten Sleman. "Tadi pagi saya di BBM langsung sama calegnya. Memang masa tenang seperti ini masih bisa kampanye ya meski lewat BBM atau SMS," katanya.

Budi warga Nglipar, Gunungkidul juga mengaku menerima pesan pendek dari salah satu caleg DPD RI.

"Ya tadi pagi dapat SMS itu isinya memohon dukungan untuk maju sebagai DPD, disitu disebutkan juga nomor urutnya," katanya.

Selain BBM dan SMS, di sejumlah wilayah Kota Jogja masih terlihat baliho dan spanduk yang belum diambil dan dibersihkan. Padahal sejak masa tenang pada Minggu 5 April lalu, seluruh alat peraga kampanye (APK) harus sudah dibersihkan.

Ketua Bawaslu DIY M. Nadjib saat dihubungi VIVAnews, mengatakan pada masa tenang seharusnya tidak boleh ada lagi kampanye dalam bentuk apapun.

"Ya itu kalau BBM atau SMS dikirim yang bersangkutan atau caleg itu sendiri dan itu berupa ajakan bahkan sampai menyebutkan nomor artinya sudah masuk pelanggaran pemilu," kata Nadjib.

Namun yang dikhawatirkan adalah jika yang mengirim bukanlah caleg itu sendiri. "Sulit bagi kamu untuk menindak jika yang mengirim bukan calegnya, bisa saja  simpatisan atau tim suksesnya, nah ini yang sulit bagi kami menindaknya," kata dia.

Namun demikian Najib, berharap agar masyarakat tetap mewaspadai dan segera melaporkan jika ada praktik-praktik politik uang atau serangan fajar.

"Kami sangat berharap kesadaran dari masyarakat terkait kasus politik uang," katanya.  (eh)


© VIVA.co.id

Selasa, 8 April 2014, VIVAnews - 11:12 Eko Priliawito, Ochi April (Yogyakarta)
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger