BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, April 7, 2014

Muhaimin: Koalisi PKB-PDI-P Tergantung Kiai NU




JAKARTA, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka peluang untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Namun, keputusan final koalisi masih menunggu tiga hal yang akan disepakati setelah hasil pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April keluar.

"Koalisi itu bergantung tiga hal, yaitu persentase pada pileg, figur yang akan diajukan, dan konsultasi dengan kiai-kiai Nahladtul Ulama," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di sela-sela acara Istighatsah pimpinan partai politik di pesantren Luhur Al-Tsaqofah Jakarta, Senin (7/4/2014).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang berada di samping Muhaimin hanya tersenyum saat ditanyakan apakah organisasinya merestui PKB berkoalisi dengan PDI-P. "Ya, nanti saja," ujarnya singkat.

"Beliau ini belum shalat isikharah. Shalat Istikharah dulu soalnya," seloroh Muhaimin.
Lebih lanjut, Muhaimin menyatakan partainya menargetkan perolehan suara mencapai 15 persen. Setelah itu, PKB akan menetapkan posisi dalam koalisi. Untuk memperoleh target itu, Muhaimin tak menampik partainya masih menggandeng kalangan NU. Hal ini terlihat dalam iklan-iklan PKB yang memunculkan sosok Said Aqil.

Koalisi PDI-P dan PKB sempat dilontarkan oleh Ketua DPP PKB Marwan Ja'far. Menurut Marwan,  pimpinan partainya sudah melakukan pertemuan dengan elite PDI-P. Sejak dulu, kata Marwan, PDI-P dan PKB sudah memiliki "chemistry" yang kuat.

"Secara historis, dulu kyai-kyai NU dekat dengan Bung Karno, pada zaman Orde Lama. PNI dan partai NU juga bisa kompak di pemerintahan," ujar Marwan.

Anggota Komisi V DPR itu menuturkan, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga memiliki hubungan yang baik dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menjadi Wakil Presiden saat itu.

Penulis : Sabrina Asril , Editor : Sandro Gatra
KOMPAS.com -  Senin, 7 April 2014 | 14:47 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger