BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, April 28, 2014

PDIP-PKB Capai Sepakat, Nama Bakal Cawapres Diajukan



Jakarta - Walaupun belum diumumkan secara resmi dan besar-besaran ke publik luas, kerja sama PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya sudah disepakati. PKB menawarkan tiga nama bakal cawapres yang bisa dipilih PDIP dan capresnya Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ketua DPP PKB, Marwan Jafar, ada tiga nama yang mereka ajukan untuk dipertimbangkan PDIP dan Jokowi sebagai bakal cawapres.
"Ada tiga nama minimal kan. Pak Jusuf Kalla, Ketua Umum Muhaimin Iskandar, dan Pak Mahfud MD," kata Marwan saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/4) malam.

Dia melanjutkan, bahwa selanjutnya akan diberi kebebasan pada Jokowi untuk memilih siapa cawapres yang akan dipilihnya untuk menjadi pendamping.

"Jokowi yang memilih cawapresnya karena ini urusan personal. Ini sangat subjektif kandidatnya. Benar parpol mendorong, tapi siapa cawapres, tergantung kandidat capresnya, mana yang cocok. Karena ini menyangkut individu, kebersamaan, dan chemistry," jelas Marwan.

Untuk diketahui, sebelum PKB, Partai Nasdem sudah terlebih dahulu mendukung Jokowi sebagai capres dan membangun kerja sama dengan PDIP. Sebagai irisan dengan PKB, Nasdem juga mengajukan nama Jusuf Kalla sebagai bakal cawapres teratas untuk diajukan ke PDIP dan Jokowi.

Sementara soal kerja sama PKB dengan PDIP, Marwan mengatakan hal itu sudah dibahas secara lengkap dan dalam waktu tak lama lagi akan segera disahkan. Secara fundamental, baik PDIP dan PKB memiliki kesamaan pandangan, visi misi, sekaligus prinsip menyusun pemerintahan solid di periode berikutnya.

Menurutnya, PDIP dan PKB tidak pernah punya masalah secara politik karena hubungan selama ini berjalan dengan baik. Untuk itu, kebersamaan massa nahdliyin PKB dan marhaenis PDIP harus bersatu di Pilpres nanti.

"Massa nahdliyin dan marhaenis itu hubungannya sangat baik. Kalau kampanye bersama bisa seiring dan sejalan. Oleh karena itu nahdliyin dan marhaenis bisa bersatu memenangkan pilpres agar kesejahteraan rakyat lebih baik," katanya.

Selain itu, secara historis hubungan para kiai NU dan Presiden pertama Indonesia Soekarno cukup harmonis. "Bahkan NU memberikan gelar Waliyyul amri adl-dlaruri bisy-syaukah kepada Bung Karno," ujar Marwan.
Soal waktu peresmian kerja sama itu, Marwan menyatakan seluruh pihak yang bekerja sama akan mencari waktu terbaik. PKB sendiri akan mengesahkan terlebih dahulu di dalam rapat pleno DPP PKB.
"Yang pasti DPP PKB dan semua kader solid, dalam satu barisan, di bawah satu komando di bawah pimpinan ketua umum Pak Muhaimin," kata Marwan.

Secara terpisah, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa diantara PKB dan PDIP memang ada hubungan historis yang baik.

"Bu Mega salah satu yang mendirikan PKB. PKB kan partai kancane (temannya) banteng," kata Tjahjo sambil tertawa.


Penulis: Markus Junianto Sihaloho/MUT

Senin, 28 April 2014 | 13:56
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger