BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, April 13, 2014

Projo Dukung Muhaimin, Jasmev Dukung Mahfud MD

Mahfud MD, Jokowi, dan Muhaimin Iskandar



JAKARTA, Kelompok Pro Jokowi (Projo) dan Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) sebagai sama-sama kelompok pendukung Jokowi sebagai capres punya pandangan lain terkait figur yang pas menjadi cawapres.

Koordinator Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi lebih mendukung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Jokowi. Sedangkan, Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev), Kartika Djoemadi, lebih memilih Mahfud MD dibandingkan Muhaimin. 

"Menurut saya, Muhaimin adalah tokoh politik muda yang potensial untuk Jokowi," ungkap Budi saat dihubungi, Minggu (13/4/2014).

Menurut dia, pengalaman Muhaimin sebagai akitivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membuat Muhaimin mampu fleksibel dalam menghadapi berbagai dinamika politik.

Budi juga menyebutkan, komunikasi dan hubungan yang baik antara PDI-P dan PKB sudah berlangsung sejak awal reformasi. Nilai-nilai dan semangat kebangsaan di antara kedua partai tersebut, disebut Budi, nyaris sama.

Mantan Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta ini menambahkan, hubungan kaum marhaen sebagai basis PDI-P dan kaum nahdliyin sebagai basis PKB di akar rumput sangat harmonis.

Terkait kasus suap yang disebut melibatkan Muhaimin, ia menyerahkan prosesnya kepada yang berwenang.

Di sisi lain, Koordinator Relawan Jasmev Kartika Djoemadi, mengungkapkan keraguannya terhadap sosok Muhaimin. Ia lebih memilih Jokowi bersanding dengan Mahfud MD.

"Sebenarnya kalau dengan PKB kami berharap Pak Jokowi bisa berpasangan dengan Pak Mahfud, bukan Pak Muhaimin," ujar Kartika saat dihubungi.

Kartika mengungkapkan, alasannya, karena pengalaman dan rekam jejak Mahfud MD selama ini lebih baik dibandingkan dengan Muhaimin.

Ia mengatakan, Jasmev pada dasarnya, mendukung cawapres yang terbaik untuk Jokowi sesuai dengan pilihan Jokowi dan PDI-P. Meski demikain, harapan Jasmev, Jokowi dapat bersama dengan cawapres dari kalangan profesional/non partai agar tidak ada politik transaksional.

Penulis : Arimbi Ramadhiani , Editor : Tri Wahono 
KOMPAS.com -  Minggu, 13 April 2014 | 20:23 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger