BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, May 4, 2014

Di Pilpres, Relawan Jokowi Pakai Strategi Pilkada DKI Jakarta?


Xlarge_feb-apr-pemilu2014-relawan-jokowi-adakan-pelatihan-nefosnews-aprilia


Jakarta - Relawan Jokowi yang tergabung dalam Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) tak akan menjatuhkan lawan di Pilpres 2014. Hal ini juga dilakukan saat pemenangan Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012. 


Para relawan Jokowi menilai, banyak serangan negatif kepada Jokowi harus mereka hadapi. Karena itulah mereka mengibaratkan bagaikan semut yang harus melawan gajah. Dan untuk menghadapi serangan tersebut, Jasmev menggelar pelatihan bagi para relawannya.

“Di sini kita belajar bagaimana menjadi  volunteer menghadapi serangan Gajah. Sebab kita menamai diri sebagai semut,” tutur Hariadi, pemberi materi pertama dalam pembekalan volunteer untuk pemenangan Capres Jokowi, di sekretariat Kawan Jokowi yang terletak di Dharmawangsa No 4, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Sabtu (3/5/2014) malam.

Bagaimana caranya? Hariadi menjelaskan, selama ini banyak serangan di sosial media terkait dengan Jokowi. Khususnya serangan negatif. Untuk itu, relawan diarahkan dalam menanggapi serangan negatif itu dengan tidak melawan. Melainkan lebih menyebarkan informasi real terkait dengan kegiatan Jokowi, prestasi Jokowi dan tidak membalas atau menjelek-jelekkan lawan dalam Pilpres ini.

“Di sini bagaimana kita mengkoordinir untuk tidak melawan. Atau tidak menjelek-jelekkan, melainkan dengan meramaikan kinerja Jokowi yang real, prestasi Jokowi yang telah diraih di sosial media. Seperti twitter, facebook, blogger, youtube dan lain-lain. Tapi dengan user yang jelas, manusia. Bukan mesin yang otomatis meng-share ” jelasnya kepada puluhan relawan.

Mengapa melalui sosial media? Kepada NEFOSNEWS.COM, usai acara, Kartika Djoemadi, Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers mengungkapkan, secara statistik pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia terbilang seksi.

Kartika mencatat, Pada tahun 2012 terdapat 62 juta penduduk menggunakan internet. Lalu pada tahun 2013, naik menjadi 74,57 juta. Hingga 2014, sudah 90 juta pemakai Internet. Sehingga diperkirakan di tahun 2015 menjadi 100 juta lebih orang yang mengakses internet, dari populasi Indonesia 248.645.008 orang. Apalagi menurutnya, pengguna internet sudah merambah ke kalangan kelas menengah ke bawah.

Artinya, tutur perempuan yang biasa disapa Dee-dee, saat ini untuk menyampaikan informasi kepada rakyat sangat mudah. Namun informasi yang disajikan bukan informasi yang saling menjatuhkan. Dan itu yang diterapkan di Jasmev sejak pemenangan Pilkada DKI Jakarta.

“Harus diakui banyak yang mengatakan Tim sosial media Jokowi di anggap power full. Sebab Kampanye positif dan elegan. Tidak menjatuhkan. Bukan menyerang atau melawan, tapi menarik hati rakyat dengan kerja yang real. Bisa dilihat di akun twitter kami @Jasmev2014,” tegas Dee-dee.

Tak hanya itu, Dee juga menyampaikan, bahwa para relawan ini tak dibayar satu rupiah pun. “Relawan ini sukarela,” imbuhnya.

Hal itu dibenarkan oleh Intan Majid, salah satu relawan dari Jakarta Selatan. Dia mengatakan, keterlibatannya dalam Jasmev lantaran dukungan realnya terhadap Jokowi untuk menjadi presiden 2014.

Enggak dibayar sepeserpun. Kita harus dibedakan capres yang ingin menjadi presiden dan yang harus menjadi presiden. Dan Jokowi itu termasuk dalam orang yang harus menjadi presiden. Karena kinerjanya nyata dalam membenahi DKI Jakarta,” jelas Intan.

Terpenting di Pemilu 2014 ini memang kian arif jika tak saling menjatuhkan. Ibarat pepatah, Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.


Aprilia Hariani/aik

NEFOSNEWS, 4 Mei 2014 | 17:00
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger