BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Monday, May 5, 2014

Ini Harapan PDI-P kepada Kalla-Mahfud kalau Tak Jadi Cawapres Jokowi

Jokowi & JK, bertemu di Bandara Halim



JAKARTA, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengung-kapkan, partainya berharap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD akan bergabung dalam pemerintahan Joko Widodo jika kedua tokoh itu tidak menjadi bakal calon wakil presiden bagi Jokowi. Tentu saja bila Jokowi berhasil memenangi Pemilihan Presiden 2014. Menurutnya, masih banyak posisi strategis di pemerintahan yang membutuhkan sosok seperti Kalla dan Mahfud.


"Kami tidak ingin mereka-mereka yang memiliki rekam jejak jelas ini pada akhirnya ketika kami memilih, Jokowi mengumumkan satu nama cawapres dan mereka tidak jadi bagian dari kekuatan gotong royong untuk bangun negeri ini. Yang kami pikirkan, Jokowi bagaimana membangun kekuatan nasional sehingga tokoh-tokoh yang dinilai layak mendampingi Pak Jokowi nentinya pun akan menjadi bagian dri kekuatan nasional," kata Hasto di Jakarta, Minggu (4/5/2014).

Hasto mengakui bahwa Mahfud dan Kalla merupakan tokoh yang kredibel dan mampu menaikkan elektabilitas jika dipasangkan dengan Jokowi. Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebutkan bahwa jika Mahfud dan Kalla memperkuat Jokowi, akan membuka peluang lebih baik bagi Jokowi untuk mengalahkan bakal capres Prabowo Subianto yang dianggap survei sebagai calon terkuat kedua. Hasil survei tersebut juga menilai Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai tokoh yang bisa menimbulkan efek positif terhadap elektabilitas Jokowi.

Mengenai bakal calon wapres Jokowi, Hasto mengatakan, partainya sudah mengerucutkan nama. Menurut Hasto, bakal cawapres Jokowi adalah tokoh yang tegas sekaligus bisa mempercepat kesejahteraan rakyat.

"Kenapa survei positif, sebenarnya rakyat harapkan sosok yang tegas tetapi dalam ketegasannya itu yang bersangkutan juga punya kompetensi mempercepat kesejahteraan rakyat. Nama-nama yang memenuhi aspek itulah," katanya.

Dia menambahkan, elektabilitas tidak menjadi satu-satunya elemen yang dipertimbangkan dalam menentukan bakal cawapres Jokowi.

Penulis: Icha Rastika
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Senin, 5 Mei 2014 | 07:11 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger