BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Thursday, May 1, 2014

Jokowi Dihadiahi Serbet oleh Buruh PRT


Rumah Dinas Jokowi 'Disatroni' Puluhan Buruh Perempuan


Jakarta - Pada Hari Buruh Internasional, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima perwakilan buruh dari unsur pembantu rumah tangga (PRT). Para ibu-ibu ini langsung diterima Jokowi di ruang tamu rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam perbincangan itu, para pembantu rumah tangga mengeluhkan minimnya upah. Dalam sebulan, upah para pembantu rumah tangga rata-rata hanya Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Hal ini tentu sangat jauh dari cukup.

"Selain itu, kami meminta pekerjaan kami ini diakui undang-undang, sehingga sama dengan buruh lainnya, mendapatkan hak yang sama dengan buruh lainnya, seperti hari libur. Karena kami ini nggak libur," kata perwakilan buruh, Listiawati, Kamis (1/5/2014).

Para pembantu rumah tangga yang berjumlah sekitar 25 orang itu, datang dengan mengenakan kaos dan serbet. Serbet yang menjadi salah satu alat dalam pekerjaan mereka sehari-hari pun dihadiahkan kepada Jokowi sebagai simbol perjuangan.

Usai bertemu dengan para buruh PRT, Jokowi mengatakan persoalan yang mereka keluhkan dan tuntutan yang mereka inginkan sangat wajar. Hal itu masih terjadi karena persoalan dasarnya belum tertangani.

"Saya kira persoalan yang tadi disampaikan sudah jelas kok. Apa yang dituntut teman-teman buruh, PRT, Migrant Care, kita sudah nangkep. Menurut saya, hanya 3 yang akan diperjuangkan. Kerja yang layak, upah yang layak, dan hidup yang layak. Saya kira tuntutannya juga tidak terlalu tinggi, wajar sekali," papar Jokowi.

Menurut pria yang menjadi bakal calon presiden dari PDIP itu, masalah pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi meningkatnya kesejahteraan warga, termasuk para buruh. Tapi hal itu dinilai tidak cukup.

"Memang pertumbuhan ekonomi itu penting, tapi juga lebih penting lagi pemerataan. Jangan sampai nanti pendapatan di sini besar yang di sana tidak. Ke depan, saya kira pemerataan pembangunan dan pemerataan ekonomi," ujarnya.

Jokowi mengaku tetap akan memperjuangkan tuntutan buruh seperti yang diterimanya hari ini. Tapi, pria asal Solo itu nggak menyebut perjuangan itu sudah masuk dalam visi misi sebagai capres atau belum. Jokowi hanya menjawab dengan tawa.

"Hehehe..." tutup Jokowi.

Setelah berkunjung ke rumah Jokowi, para buruh PRT akan menuju Bundaran Hotel Indonesia untuk bergabung dengan elemen buruh lainnya. Setelah itu mereka akan bergerak ke Istana Merdeka.

(Sss)
(Tanti Yulianingsih )
Oleh: Ahmad Romadoni, Liputan6.com, 01 Mei 2014 11:17


 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger