BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, May 4, 2014

Ubah Strategi, PDI Perjuangan Mulai Menyerang




JAKARTA, PDI-Perjuangan akan mengubah strategi politik dalam menghadapi pemilihan presiden Juli 2014 nanti. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto, partainya akan lebih offensif atau menyerang ke depannya.

"Kami mulai kemarin mengubah strategi, kami mulai offensif setelah dengan Nasdem kami mulai ke luar, Jatim, Jateng, pertemuan dengan tokoh-tokoh," kata Hasto di Jakarta, Minggu (4/5/2014).


Dia menanggapi hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait dengan elektabilits bakal calon presiden PDI-P Joko Widodo (Jokowi). Menurut hasil survei tersebut, elektabilitas Jokowi cenderung menurun sejak Desember 2013 hingga April 2014. Sementara itu, elektabilitas bakal calon presiden Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai cenderung meningkat.

Hasto menilai, turunnya elektabilitas Jokowi karena strategi PDIP yang selama ini kurang menyerang. "Kami cenderung di permukaan tapi ternyata perlu figur-figur yang menyerang juga," ucapnya.

Selain itu, PDIP menangkap adanya pengaruh serangan pihak tertentu terhadap elektabilits Jokowi. Lebih jauh dia mengatakan, strategi menyerang yang akan dijalankan PDIP ke depannya bukan dalam pengertian negatif. Strategi menyerang PDIP, lanjut Hasto, memiliki pengertian yang berkaitan dengan gagasan-gagasan untuk bertindak keluar.

"Menyapa rakyat, menyapa tokoh-tokoh, tapi pada sisi lain kami tetap menghormati etika politik sehingga tidak akan ada pernah kampanye negatif dari Jokowi," tuturnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Hasto, Jokowi akan melakukan safari gerakan perekonomian rakyat. Jokowi akan menemui para tokoh yang ahli di bidang perbankan atau peningkatan produksi pertanian.

"Mereka yang bisa menyatakan adanya upaya perbankan kita memberikan kredit tanpa jaminan kepada rakyat, berorientasi kepada peningkatan produksi rakyat, mereka yang punya kemampuan rancang bangun alat-alat produksi pertanian sehingga pertanian dari petani itu bisa berdaya guna, nilai tambah lebih tinggi itulah yang akan didekati Jokowi dalam safari ekonomi," tutur Hasto.

Hari ini, Jokowi menemui Ketua Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Selanjutnya, Jokowi akan Pondok Pesantren Alfadllu di Kendal, Jawa Tengah. Kunjungan Jokowi ke sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah berlangsung sejak Sabtu (3/5/2014).

Sebelumnya Jokowi telah bertemu mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdul Aziz Manshur, dan tokoh NU Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Penulis: Icha Rastika
Editor : Erlangga Djumena

KOMPAS.com - Minggu, 4 Mei 2014 | 20:14 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger