BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Wednesday, June 25, 2014

Jokowi: Tarawih Harus Nomor Satu



PALEMBANG, Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesuaikan waktu debat antar kandidat selama bulan Suci Ramadhan. Menurut Jokowi, sebaiknya debat digelar setelah menunaikan ibadah shalat tarawih.

"Debatnya nanti mestinya sehabis tarawih. Entah jam sembilan, atau setengah sembilan," kata Jokowi, di Palembang, Selasa (24/6/2014) malam.

Penyesuaian waktu debat selama Ramadhan, kata Jokowi, sudah sangat tepat. Selain itu, konsentrasi masyarakat juga tak akan terbelah antara menjalankan shalat tarawih atau menyaksikan siaran debat melalui media elektronik.

"Jadi tarawih tetap nomor satu, tapi kalau presiden nomor dua," ujarnya.

Seperti diketahui, debat antarkandidat selalu digelar mulai pukul 20.00 WIB. Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengimbau agar waktu pelaksanaan debat putaran keempat, Minggu (29/6/2014), diundur untuk menghormati umat Muslim yang akan melaksanakan shalat tarawih.

"Ikhtiar untuk mencermati visi misi capres dalam debat harus diiringi dengan sikap menghormati masyarakat untuk melaksanakan ibadah," kata Juru Bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Menurut Anies, debat selanjutnya jika masih dilaksanakan dengan jam waktu yang sama akan berbarengan dengan waktu pelaksanaan shalat tarawih. Akan sangat ideal jika selama bulan Ramadhan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah shalat tarawih tepat waktu. "Kami mengimbau kepada KPU untuk mengundur jam pelaksanaan debat agar umat Muslim dapat melaksanakan shalat tarawih terlebih dahulu," saran Anies.


Belum diputuskan KPU

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan akan membicarakan mekanisme jalannya debat selama bulan Ramadhan dengan tim kampanye capres dan media tuan rumah pelaksana. Ia juga akan membahas terkait adanya kemungkinan perubahan jam tayang debat capres yang bertepatan dengan shalat tarawih.

"Belum kita putuskan (mekanisme debat selama bulan Ramadhan), nanti kami akan berbicara dengan tim kampanye. Kami juga akan berbicara dengan tim media yang akan menyiarkan," ujar Arief di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Arief membenarkan bahwa debat capres putaran keempat pada Minggu (29/6/2014) nanti menjadi pertimbangan karena bertepatan dengan bulan Ramadhan.



Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Rabu, 25 Juni 2014 | 07:40 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger