BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, October 26, 2014

Ini Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK


Jakarta - Tepat pukul 17.16 WIB, Minggu (26/10) sore, Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, ibu negara Iriana, dan ibu Mufidah, mengumumkan kabinetnya di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. Kabinet yang diberi nama "Kabinet Kerja" terdiri atas empat menteri koordinator dan 30 menteri.
"Alhamdulillah kabinet hari ini sudah terbentuk," kata Presiden Joko Widodo.
Berikut daftar empat menteri koordinator dan 30 menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019:
Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
Menteri PPN/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
Menko Kemaritiman: Indroyono Soesilo
Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
Menteri Pariwisata: Arief Yahya
Menteri ESDM: Sudirman Said
Menko Polhukam: Tedjo Edhy Purdijatno
Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
Menteri Hukum dan HAM: Yasona Laoly
Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
Menteri PAN dan RB: Yuddy Chrisnandi
Menko Perekonomian: Sofyan Djalil
Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
Menteri BUMN: Rini M Soemarno
Menteri Koperasi dan UMKM: AA Puspayoga
Menteri Perindustrian: Saleh Husin
Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel
Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
Menteri Ketenakerjaan: Hanif Dhakiri
Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Susana Yembise
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah: Anies Baswedan
Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Penulis: A-16 / Nov / C-6 / Ezra Sihite/AB
Sumber:Investor Daily, Suara Pembaruan, Beritasatu.COM

Wednesday, October 22, 2014

Pengumuman Kabinet Batal, Petugas di Tanjung Priok Bingung

Terminal III, Dermaga 300., Tanjung Priok

JAKARTA,  Rencana Presiden Joko Widodo untuk mengumumkan susunan kabinetnya di Dermaga 302, Terminal III, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/10/2014) malam, batal. Gemerlap lampu yang sebelumnya menyinari podium yang sudah disiapkan akhirnya dipadamkan.

"Pengumuman batal, semua wartawan diminta kembali ke Istana," teriak seorang staf Biro Pers Kepresidenan, kepada para wartawan yang telah "diboyong" dari Istana ke Priok sejak sore tadi.

Saat ditanya alasan pembatalan, Biro Pers tak bisa memberikan penjelasan dan meminta maaf, serta meminta wartawan membubarkan diri.

Sebelum adanya pemberitahuan dari Biro Pers, tanda-tanda batalnya pengumuman kabinet sudah terlihat dari ditariknya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Alat pengamanan di pintu masuk yang sebelumnya dipasang, kemudian dicabut. Perlahan, petugas Paspampres pun menarik diri.

Petugas Pelabuhan Tanjung Priok pun heran saat melihat wartawan mulai meninggalkan lokasi.

"Mbak, memang tidak jadi ya?" kata seorang pria yang mengaku belum diberitahukan atasannya bahwa kedatangan Jokowi dibatalkan.

Kabar pengumuman kabinet Jokowi memang sumir. Meski wartawan sudah disediakan bus menuju Pelabuhan Tanjung Priok, tidak ada pernyataan resmi dari Istana atau orang-orang dekat Jokowi apakah pengumuman kabinet akan dilakukan malam ini atau tidak.

General Manager Pelabuhan Tanjung Priok Arni Hendriyanto yang mempersiapkan panggung dan peralatan lain juga mengaku tak tahu menahu kegiatan Jokowi malam ini.

"Ya, dibilang Pak Jokowi mau ke sini. Tapi saya enggak tahu mau ngapain, saya sama penasarannya dengan teman-teman wartawan," kata dia.

Arni pun menyiapkan segala sesuatunya apabila Jokowi benar-benar datang dan berencana mengumumkan kabinetnya. Akan tetapi, acara itu akhirnya urung terlaksana. 

KOMPAS.com
Penulis: Sabrina Asril
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Bertemu Jokowi, Komaruddin Bantah Bicarakan Kabinet

Cendekiawan Muslim, Prof Dr Komaruddin Hidayat


KARTA,  Mantan Rektor UIN Jakarta Komaruddin Hidayat membantah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/10/2014), membicarakan posisi untuknya sebagai menteri pada kabinet mendatang.

"Ketemu Presiden Jokowi sekadar ngobrol-ngobrol saja. Tidak ada pernyataan tentang jabatan di kabinet," kata Komaruddin melalui pesan singkat, Rabu (22/10/2014), seperti dikutip Antara.
Saat ditanya apa saja yang diobrolkan, Komaruddin enggan menjelaskan. Dia juga menyatakan tidak ada saran apa pun yang disampaikan untuk pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Enggak ada. Ngobrol layaknya dengan teman saja kok," jawabnya singkat.

Komaruddin didampingi Tim Transisi bertemu Presiden Jokowi pada Selasa siang. Ada spekulasi bahwa dia akan dicalonkan sebagai menteri.

Rencananya, Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya di Dermaga 302, Terminal III, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, malam ini.


KOMPAS.com
Editor : Sandro Gatra
Sumber: Antara

Ini Skenario Pengumuman Kabinet Jokowi-JK di Pelabuhan Tanjung Priok

Panggung berukuran 10 x 15 meter persegi tampak telah terpasang

JAKARTA,  Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengumumkan nama menteri-menteri yang akan mengisi kabinetnya pada Rabu (22/10/2014) malam, di Terminal 3 Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pengumuman dijadwalkan pukul 20.00 WIB.

Meski belum ada kepastian apakah pengumuman berjalan sesuai rencana atau tidak, ada sejumlah skenario yang telah disiapkan untuk Jokowi-JK.

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari orang dekat Jokowi, Presiden dan Wakil Presiden akan berada di sebuah panggung yang didesain berada di dekat laut dan menggunakan sebuah kapal pukul 20.00 WIB. Kedatangan Jokowi-JK akan diiringi dengan sorotan lampu putih berkekuatan 1.200 watt.

"Jokowi dan JK datang bersama menterinya. Lalu, kapalnya bersandar ke daratan, mereka lalu berbaris mendampingi Jokowi-JK," ujar dia.

Ketika Jokowi-JK dan para menteri melangkah ke daratan, mereka akan diberikan helm proyek berwarna oranye sekaligus rompi berwarna senada. Menurut pengamatan, sudah ada 33 helm yang disiapkan di meja panitia tersebut.

Tepat di belakang panggung panjang, di mana Jokowi akan mengumumkan kabinetnya, telah bersandar kapal peti kemas. Kapal yang biasa melayani rute impor itu menjadi latar belakang panggung.

Saat Jokowi dan JK mengumumkan nama menteri-menterinya, puluhan lampu sorot aneka warna akan menyorot kapal tersebut. Panggung itu telah dipersiapkan sejak Rabu pagi bersamaan dengan kedatangan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Adapun alat-alat sound system serta lighting baru masuk ke lokasi, Rabu siang. Sebesar 60.000 watt sound system akan menunjang 52 speaker aktif yang tersambung ke mikrofon Jokowi. Adapun 80.000 watt akan menunjang 30 buah lampu yang akan menyoroti segala aktivitas Presiden.

Namun, segala persiapan ini tidak bisa memastikan apakah pengumuman akan dilakukan malam ini atau tidak. Staf pribadi Presiden menyebutkan, pukul 18.30 WIB Jokowi masih berada di kompleks Istana Merdeka.



KOMPAS.com
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Tuesday, October 21, 2014

Inikah Struktur Kabinet Jokowi-JK?

Rini Soemarno saat menemui Presiden Joko Widodo

JAKARTA, Hingga Selasa (21/10/2014) malam, Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan struktur kabinet ataupun nama-nama menterinya. Tidak ada secuil informasi pun yang disampaikan oleh Jokowi ataupun Tim Transisi yang membantunya membuat postur kabinet tersebut.

Kompas.com memotret Rini Soemarno, Ketua Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, ketika ia datang ke Istana Kepresidenan, Selasa. Saat itu, ada selembar kertas yang memperlihatkan sebuah bagan, diduga merupakan struktur kabinet Jokowi.

Bagan itu terdiri dari empat bagian yang diberi warna berbeda. Di atas tiap-tiap bagian terdapat tulisan kementerian koordinator dan diikuti kementerian-kementerian yang berada di bawahnya. Berikut ini daftar bagan yang terlihat dalam foto yang diabadikan Kompas.com tersebut.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (6 kementerian)
1. Kementerian Dalam Negeri
2. Kementerian Luar Negeri
3. Kementerian Pertahanan
4. Kementerian Hukum dan HAM
5. Kementerian Komunikasi dan Informatika
6. Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Di samping bagan tersebut terdapat empat pos, yakni Badan Intelijen Negara, TNI, Polri, dan satu pos lagi yang tidak jelas terbaca.

Kementerian Koordinator Kemaritiman (4 kementerian)
1. Kementerian Perhubungan
2. Kementerian Kelautan dan Perikanan
3. Kementerian Pariwisata
4. Kementerian ESDM

Tidak terlihat (10 kementerian)
1. Tidak terlihat
2. Kementerian BUMN
3. Kementerian Koperasi dan UMKM
4. Kementerian Perindustrian
5. Kementerian Perdagangan
6. Kementerian Pertanian
7. Kementerian Ketenagakerjaan
8. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
9. Kementerian Kehutanan
10. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kepala BPN)

Kementerian Koordinator Pembangunan ... (tidak terbaca dengan jelas, membawahi 8 kementerian)
1. Kementerian Agama
2. Kementerian Kesehatan
3. Kementerian Sosial
4. Kementerian Pendayagunaan Perempuan & Perlindungan Anak
5. Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Budikdasmen)
6. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti)
7. Kementerian Pemuda dan Olahraga
8. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Di samping bagan kementerian itu, terdapat empat pos, yakni BKPM, Badan Ekonomi Kreatif, Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), dan TNP2K.

Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com masih mengupayakan konfirmasi terhadap bagan-bagan di kertas tersebut.




KOMPAS.com
Penulis: Sabrina Asril, Laksono Hari Wiwoho
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Saturday, October 18, 2014

Kultur Politik DPR dan DPD RI, 2014-2019



Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Sebenarnya saya kurang berselera mengikuti kultur politik yang berkembang di DPR dan DPD RI, periode 2014-2019, dalam proses penentuan dan penetapan pimpinannya masing-masing. Biasanya saya memantaunya melalui siaran tv, sekalipun sepotong-sepotong, tidak utuh. Kali ini lebih banyak melalui RRI Pro 3 yang didengar sambil tiduran, tidak serius. Dalam sistem pemilihan pimpinan, kultur yang berkembang di DPD lebih beradab dibandingkan dengan apa terjadi di DPR yang brutal. Bahwa di lingkungan DPD juga berlaku persaingan ketat untuk berebut palu pimpinan, adalah lumrah belaka, tetapi di DPR yang dikuasai oleh partai-partai pendukung KMP (Koalisi Merah Putih), iklim balas dendam amat menonjol, sesuatu yang tidak terasa di lingkungan DPD, karena memang berasal dari unsur independen, sekalipun sebagian adalah mantan tokoh partai. Suasana di DPR menunjukkan bahwa slogan: siap kalah, siap menang, barulah sebatas slogan. Di DPD, suasananya memang lebih tenang, karena daya tarik dan kiprah para senatornya selama ini kurang mendapat perhatian publik.  


Di antara partai yang bermain di DPR lama dan baru, PD (Partai Demokrat) adalah yang paling tidak jelas kelaminnya, tetapi berlindung di bawah slogan ‘penyeimbang.’ Kultur politik yang berlaku dalam partai ini sangat ditentukan oleh karakter pimpinan puncaknya yang selalu memantau ke mana arah angin bertiup. Ibarat seorang sutradara, tokoh puncak ini memang sangat piawai dalam memainkan kartu politiknya, tetapi pengamat yang jeli gampang saja membacanya. Tetapi PDI-P sebagai pemenang pilpres memang kurang lihai dalam menjalin komunikasi politik dengan parpol lain. Mungkin para politisinya terhalang oleh dinding sejarah masa lalu yang sulit ditembus. 

Kembali ke PD. Sikap walk-out saat memperdebatkan RUUMD3 di DPR, periode 2009-2014, anak buahnya berkilah bahwa semuanya itu adalah inisiatifnya sendiri, bukan berasal dari sutradara. Tak ubahnya seperti burung onta yang menyembunyikan kepalanya dalam pasir, sementara tubuh dan ekornya dibiarkan nongkrong di luar. Tetapi inilah politik dalam iklim peradaban yang masih rendah yang dikemas dalam serba kesopanan dan dalam budaya saling menutup. Anas Urbaningrum, mantan ketua umum PD, banyak bercerita kepada saya tentang partai ini dan sang sutradara. Sayangnya, cerita itu disampaikan di saat posisinya sudah terancam. Sebelumnya Anas juga tidak kurang gigihnya dalam membela mentornya itu. Teman dalam politik kekuasaan jarang yang berumur panjang, kecuali jika diikat dan direkat oleh sebuah ideologi yang serius dan mantap. Di Indonesia sekarang ini, apa yang bernama ideologi itu sudah dijadikan barang mainan. Rapuh sekali. Orang berpindah partai sama saja seperti berganti pakaian.  

Sebenarnya brutalitas di DPR belum tentu akan berlangsung sedemikian garang dan gaduh, sekiranya Jokowi sejak awal mau membuka pintu untuk melakukan politik transaksional, sesuatu yang memang harus dihindarinya, demi mengubah kultur politik Indonesia yang sarat dosa dan dusta selama ini. Bukankah DPR selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga tinggi negara, tempat bersarangnya para koruptor, yang ketahuan atau yang belum ketahuan? Bagaimana perjalanan ke depan, tentu sulit kita katakan sekarang. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu pemihakan total kepada kepentingan rakyat banyak yang jarang terwakili di Senayan dan memang telah terabaikan selama puluhan tahun. Jokowi-JK tidak perlu cemas   benar menghadapi kepungan dari kiri-kanan, dari berbagai jurusan, selama pemerintahannya benar-benar berjalan di atas rel konstitusi, demi mewujudkan janji-janji kemerdekaan yang terbengkalai lantaran cekcok politik berkepanjangan yang sering benar mendera dan mencederai republik ini.


Sumber: maarifinstitute.org

Prabowo Minta Fraksi Gerindra Hadir dan Tertib Saat Jokowi-JK Dilantik

Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra



JAKARTA,  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi kepada semua anggota Fraksi Gerindra di parlemen untuk menghadiri acara pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bagi Prabowo, persaingan politik tidak lantas memecah belah dan semua wajib memenuhi undangan untuk hadir pada acara pelantikan tersebut.

"Saya sudah beri arahan ke Fraksi Gerindra untuk hadir di pelantikan dan jadi wakil rakyat yang baik," kata Prabowo saat menerima kedatangan pimpinan MPR di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014) sore.

Prabowo menyebutkan, instruksi tersebut ia berikan saat dirinya belum menerima undangan pelantikan Jokowi-JK dari MPR. Secara pribadi, ia ingin hadir dan memenuhi undangan tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan diri hadir dalam acara itu karena ada pertemuan di luar negeri pada akhir pekan ini. "Kalau saya diundang, itu adat istiadat Indonesia hukumnya wajib untuk hadir," ucap Prabowo.

Ucapan Prabowo itu sontak disambut baik oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dan tiga Wakil Ketua MPR, yaitu Oesman Sapta Odang, Mahyudin, dan EE Mangindaan. "Alhamdulillah...," ujar mereka serempak.

Meski demikian, Prabowo menyatakan bahwa dirinya baru akan hadir jika urusannya di luar negeri selesai sebelum 20 Oktober 2014. Ia berjanji akan berusaha keras agar dapat tiba di Jakarta sesegera mungkin dan hadir tepat waktu pada acara pelantikan Jokowi-JK. "Tapi saya tidak ngarang, dan bukan alasan politik. Saya harus berangkat ke luar negeri, harusnya kemarin, tapi saya tunda. Kalau urusan saya selesai Sabtu atau Minggu, Minggu malam pun saya akan kembali ke Jakarta," kata Prabowo.



KOMPAS.com
Penulis: Indra Akuntono
Editor : Laksono Hari Wiwoho

Habibie Curiga Ada Kekuatan Tersembunyi yang Adu Domba Jokowi-Prabowo

Habibie saat wawancara khusus dengan kompas tv



JAKARTA,  Presiden ke-3 Republik Indonesia Baharudin Jusuf Habibie meminta tak ada lagi pihak-pihak yang mengadu domba presiden terpilih Joko Widodo dengan saingannya di Pemilu Presiden 2014 lalu, Prabowo Subianto.

Habibie mencurigai, gesekan yang terjadi antara Jokowi-Prabowo seusai pilpres, merupakan buah dari adanya orang yang sengaja ingin membenturkan kedua kubu.

"Saya selama ini tentunya ada sedikit kekhawatiran, mungkin ada kekuatan yang saya tidak tahu yang mau mengadu domba kedua pihak," kata Habibie dalam wawancara khusus bersama Kompas TV, di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014) sore.

Akibat adu domba tersebut, kata dia, persaingan di pilpres terasa panas tidak hanya oleh kompetitor, tteapi juga oleh masyarakat di akar rumput. Untungnya, lanjut Habibie, tak ada konflik berkepanjangan yang sampai menimbulkan perpecahan antar kelompok.

"Kita lihat seperti main bola saja orang ribu-ribut. Kita bisa lihat ada dua kubu yang berhadapan, dalam satu keluarga saja misalnya suaminya pro Merah Putih, istrinya pro Indonesia Hebat," ujar Habibie.

Wakil Presiden terakhir Soeharto ini merasa gembira, akhirnya Jokowi dan Prabowo melakukan pertemuan empat mata sebagai bentuk rekonsiliasi. Dia berharap, pertemuan tersebut bisa menjadi tahap awal bagi kedua pihak untuk membangun bangsa bersama-sama.

Jokowi, kata dia, harus bekerja sebaik-baiknya sebagai presiden. Adapun Prabowo, juga bisa turut membangun Indonesia dengan memimpin Partai Gerindra sebagai oposisi yang objektif di parlemen.

Dengan begitu tak perlu ada isu jegal menjegal yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak. "Jokowi dipilih langsung rakyat sebagai presiden. DPR, MPR, dan DPD tidak bisa menjatuhkan. Dia dipilih langsung,kecuali Jokowi melanggar Undang-Undang Dasar tidak bisa. Saya kira hal ini sudah dipahami semuanya," ucap Habibie. 




KOMPAS.com 
Penulis: Ihsanuddin
Editor : Desy Afrianti

Friday, October 17, 2014

Jokowi dan Prabowo Sepakat soal Cita-cita Bangsa

Kediaman orangtua Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran



JAKARTA,  Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersepakat dengan pernyataan Prabowo Subianto soal cita-cita bangsa. Hal itu disampaikan setelah keduanya bertemu di rumah orangtua Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/10/2014) siang.
"Tadi disampaikan, cita-cita kita sama, yakni mengenai Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujar Jokowi.
"Persis seperti itulah yang kita lakukan ke depan. Semuanya adalah demi perbaikan bangsa dan negara ini," lanjut Jokowi.
Prabowo yang berada di sebelah Jokowi selama wawancara mengangguk-angguk. Sesekali, dia tersenyum ke arah Jokowi.
Pertemuan kali ini adalah pertemuan kedua bagi Jokowi dan Prabowo setelah Pilpres 9 Juli lalu. Sebelumnya, keduanya pernah bertemu pada acara buka bersama pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/7) petang.
Pertemuan Jokowi dengan Prabowo jauh lebih singkat ketimbang pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, beberapa waktu lalu. Jokowi dan Prabowo bertemu tidak sampai satu jam, yakni dari pukul 09.05 WIB hingga 10.22 WIB.



KOMPAS.com
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Kistyarini

Pesan Tak Sampai di Balik Pertemuan Prabowo dan Jokowi...

Jokowi mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra



JAKARTA,  Dua peserta Pemilu Presiden 2014, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, bertemu pada Jumat (17/10/2014) pagi. Pertemuan yang membungkam semua wacana dan tudingan itu dipersiapkan tak lebih dari 12 jam. Ini kisahnya.
"Pak Jokowi yang dhawuh  (menginisiasi pertemuan) setelah bilang tak ada respons (dari kubu Prabowo). Saya tanyakan ke Edhy Prabowo (soal ketiadaan respons itu) dan dijawab selama ini tak ada undangan," tutur Aria Bima, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tentang cerita di balik pertemuan dua "aktor" utama pada Pemilu Presiden 2014 tersebut, Jumat (17/10/2014).

Terkuaklah cerita tentang pesan lewat utusan yang tak pernah sampai ke tujuan. Aria tak menampik soal adanya pesan dan utusan itu, tetapi dia menolak menyebutkan siapa utusan dari PDI-P atau Koalisi Indonesia Hebat maupun penerima pesan dari Partai Gerakan Indonesia Raya maupun Koalisi Merah Putih. "Sudahlah, yang penting pertemuan sudah terjadi," tepis dia.

Sesudah paripurna

Rencana pertemuan Prabowo dan Jokowi menemui titik terang baru setelah rapat paripurna di DPR yang membahas soal formasi alat kelengkapan DPR, Kamis (16/10/2014). "Saya temui Edhy Prabowo dan sampaikan soal rencana mempertemukan kedua beliau (Prabowo dan Jokowi)," ujar Aria.

Edhy Prabowo adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR. Aria mengaku sudah lama mempunyai komunikasi baik dengan Edhy. Terlebih lagi, Aria merupakan salah satu petugas partai yang menghubungkan PDI-P dan Gerindra saat berkoalisi pada Pemilu Presiden 2009. "Komunikasi kami lancar," kata dia.

Kepastian di tengah makan malam

Setelah pertemuan dengan Aria Bima di DPR, Edhy Prabowo menikmati makan malam bersama sekelompok kawan lama di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Kamis malam. Kepastian soal pertemuan Prabowo dan Jokowi bergulir di tengah makan malam ini.

Kepada sekelompok kawan lama ini, Edhy memastikan, "Besok ada pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Waktu sudah disepakati, tinggal tempat yang belum."

Malam itu, Edhy mengatakan, Prabowo sudah menyatakan bersedia bertemu. "Pak Prabowo sudah menegaskan, tak ada alasan untuk menolak bertemu," tegas dia.

Bukan komunikasi pertama PDI-P

Menurut Edhy, Jumat, sebelum Aria memulai pembicaraan soal pertemuan Prabowo dan Jokowi ini, Puan Maharani—putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sekaligus Ketua DPP PDI-P—pun sudah menanyakan soal keinginan bertemu Prabowo. Lagi-lagi disinggung juga soal utusan dan pesan yang tak pernah sampai.

"Dalam pembicaraan telepon yang tak sengaja, tercetus soal utusan dan pesan itu. Setelah kami jawab bahwa tak pernah ada utusan dan pesan yang sampai kepada Pak Prabowo, barulah dia (Puan) mafhum," tutur Edhy. Dalam pembicaraan yang sama, kata dia, Puan juga bertanya soal tudingan koalisi Gerindra ingin melakukan sapu bersih di DPR.

Atas pertanyaan itu, kata Edhy, Prabowo menegaskan tak pernah berniat tidak memberi ruang yang pantas bagi PDI-P di parlemen. Edhy pun bertutur, "Dalam pertemuan terakhir dengan koalisi sebelum pemilihan ketua DPR, beliau mengingatkan untuk tak main sapu bersih dan memberi tempat bagi PDI-P."

Kalimat Prabowo dalam pertemuan dengan koalisinya-jauh sebelum ada telepon Puan, sebut Edhy, kurang lebih adalah, "Bagaimanapun PDI-P adalah pemenang pemilu. Harus mendapat tempat yang pantas di parlemen." Namun, aku dia, memang ada penolakan dari beberapa partai anggota koalisi.

Hanya saja, sambung Edhy, pada pekan ini Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menelepon Prabowo dan menanyakan kembali soal pendapat Prabowo soal PDI-P itu. Pendapat Prabowo, sebut Edhy, tak berubah. Pernyataan Edhy pun tecermin dari tulisan Prabowo di akun Facebook-nya.

Dari rangkaian pembicaraan tersebut dan pertemuan Prabowo-Jokowi yang terwujud pada Jumat pagi ini, Edhy berkeyakinan bakal ada perubahan dalam formasi alat kelengkapan di DPR. Disinggung soal rapat paripurna yang sudah memutuskan jumlah komisi, dia menjawab lugas, "Itu masih bisa diubah. PDI-P masih bisa menjadi ketua di alat kelengkapan," kata dia.

Kepastian tempat di hari ulang tahun Prabowo


Dalam pertemuan tersebut Jokowi bersilaturahmi dan mengundang Prabowo untuk menghadiri pelantikan Presiden Seni 20 Oktober mendatang.
Pada Kamis malam, tawaran lokasi pertemuan Prabowo dan Jokowi sudah disebutkan, yaitu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, atau di Jalan Kertanegara 4, Jakarta. Dua-duanya adalah kediaman pribadi Prabowo.

Aria mengaku menyampaikan soal kesediaan Prabowo bertemu itu kepada Deputi Tim Transisi Jokowi-JK Andi Widjajanto dan Jokowi sendiri. "Keputusan baru tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Pak Jokowi bilang OK di Kertanegara," aku Aria.

Bagi Edhy, tawaran lokasi pertemuan di kediaman Prabowo bukan karena egoisme atau pertimbangan dangkal. "Dengan bertempat di (rumah) Pak Prabowo, sebenarnya risiko ada di Pak Prabowo yang harus memastikan semua lancar dan aman," tegas dia.

Maka, tepat pada hari ulang tahun ke-63 Prabowo, pertemuan dua anak bangsa yang baru saja bertarung dalam Pemilu Presiden 2014 pun terjadi. Sebuah ulang tahun dengan pertemuan hangat yang mendapat banyak apresiasi, setidaknya berkaca dari nada-nada para pengguna media sosial di akun masing-masing.

Bagi Jokowi, pertemuan dengan Prabowo pun diakui bukan biasa-biasa saja. "Hari ini saya bersilaturahim dengan Pak Prabowo Subianto. Merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat berjumpa dan berbincang-bincang bersama beliau," tulis dia di akun Facebook.


KOMPAS.com
Editor : Palupi Annisa Auliani

Melalui Facebook, Prabowo Minta Pendukungnya Menjaga Persatuan Nasional

Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra



JAKARTA,  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pesan kepada pendukungnya untuk secara bersama-sama menjaga keutuhan bangsa. Ia meminta semua pihak bisa saling menghormati agar tidak ada perpecahan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan tertulis yang disebarkan melalui halaman resminya di Facebook, Jumat (17/10/2014) sore. Sebelumnya, Prabowo bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo, mantan rivalnya pada Pemilu Presiden 2014.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengatakan bahwa dalam berpolitik, ia mengutamakan keutuhan dan kejayaan Indonesia. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga meminta agar rakyat Indonesia tidak menyebarkan fitnah dan saling menghormati satu sama lain.

Berikut pernyataan Prabowo dalam halaman Facebook-nya.

"Sahabatku sekalian,

Saya tahu banyak diantara kalian yang merasa masih tidak menerima, masih terluka, karena kita telah dikhianati oleh sistem yang tidak baik. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa kita harus menimbulkan perpecahan di bangsa kita.

Seperti sahabat ketahui, dalam berpolitik saya selalu mengutamakan keutuhan bangsa dan kejayaan Republik Indonesia. Saya paham bahwa ada negara-negara tertentu yang selalu ingin Indonesia pecah. Ada yang ingin rakyat Indonesia tetap tergantung sama mereka. Karena itulah saya ingin menjaga persatuan nasional.

Setelah saya renungkan mendalam, saya melihat di pihak PDIP dan koalisi mereka masih banyak patriot-patriot, anak-anak Indonesia yang juga cinta bangsa dan negara dan rakyat. Karena itulah saya memilih untuk terus berjuang untuk nilai-nilai yang kita pegang teguh yaitu Pancasila, UUD 1945 yang utuh dan asli, NKRI dari Sabang sampai Merauke yang kuat, yang adil, yang sejahtera, yang berdiri di atas kaki kita sendiri dan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Saya akan terus perjuangkan nilai-nilai itu, tetapi dalam kerangka senantiasa menjaga jangan sampai terjadi perpecahan di antara sesama bangsa Indonesia. Kita harus ingat bahwa pihak yang berseberangan dengan kita dalam sebuah pertarungan politik tidak serta merta dan tidak otomatis harus menjadi musuh kita.

Dari sejak awal saya katakan bahwa pesaing kita adalah saudara kita juga. Memang ada pihak-pihak yang penuh kebencian, prasangka buruk, keserakahan, kedengkian dan jiwa yang curang. Tapi ingat dari awal saya menganjurkan kepada lingkungan saya, pendukung saya, sahabat-sahabat saya, apa yang saya tuntut dari diri saya sendiri yaitu berjiwalah sebagai seorang kesatria, sebagai seorang pendekar. Kalau ada pihak yang menebarkan kebencian, fitnah, kepada kita bukan berarti kita harus balas dengan sikap yang sama. Janganlah fitnah kita balas fitnah, janganlah kebencian kita balas kebencian. Janganlah kita bertindak sebagai individu yang berjiwa Kurawa.

Itulah sikap saya, dan karena itulah saya memilih jalan yang saya tempuh sekarang. Bukan berarti kita merendahkan nilai-nilai kita atau perjuangan kita. Semakin kita merasa benar, semakin pula kita harus rela menghormati orang lain, pihak lain. Kalau orang lain menghormati kita, kita menghormati orang tersebut. Bahkan kalaupun mereka tidak hormat pada kita, tidak ada salahnya kita menghormati terus.

Saya mohon semua pendukung-pendukung saya untuk memahami hal ini. Saya mengerti sebagian dari saudara-saudara belum bisa menerima sikap saya. Tetapi percayalah, seorang pendekar, seorang kesatria harus tegar, harus selalu memilih jalan yang baik, jalan yang benar. Menghindari kekerasan sedapat mungkin. Menjauhi permusuhan dan kebencian.

Sahabat, kita bukan pihak penakut. Sejak dari masa muda, saya pernah hidup sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia. Berkali-kali saya terlibat dalam operasi-operasi militer, dalam kontak-kontak tembak dengan musuh negara. Saya paham apa artinya kekerasan. Karena itulah saya sadar bahwa seorang pemimpin sejati, pemimpin yang bertanggung jawab selalu harus memilih jalan yang sejuk. Apalagi kalau ini adalah untuk menjaga kepentingan, keutuhan bangsa yang kita cintai.

Sahabat, kita harus tetap militan, kita harus tetap patriotik. Kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan. Kalau kita hormat bukan berarti kita menyerah. Kalau kita sopan bukan berarti kita meninggalkan perjuangan kita. Tapi kita harus selalu berusaha mencari jalan yang damai, jalan yang baik. Kita harus selalu mengutamakan persaudaraan dan persahabatan.

Kalau semua usaha kita, pada saatnya nanti tetap tidak membuahkan sebuah hasil yang sesuai dengan kepercayaan dan cita-cita kita, dan keyakinan kita akan kepentingan bangsa dan rakyat, kalau bangsa Indonesia terancam, kalau kekayaan bangsa terus dirampok oleh bangsa lain, kalau kita sudah sekuat tenaga menciptakan kesadaran nasional, sebagai patriot dan pendekar bangsa kita harus tidak ragu-ragu mengambil tindakan yang dituntut oleh keadaan.

Saya sekali lagi menganjurkan kepada sahabat saya dan pendukung saya, marilah kita terus tegar. Marilah kita memperkuat diri, marilah kita menambah barisan kita. Yakinkan lingkungan kita semuanya, bangkitkan kesadaran nasional kita. Dulu saat Bung Karno bersama para pendiri bangsa memperjuangkan kemerdekaan, mereka pun berpuluh tahun harus membangun kesadaran nasional. Sekarang pun kita harus membangun kesadaran nasional, bahwa kita saat ini sedang diancam oleh bangsa-bangsa asing yang selalu ingin Indonesia pecah, Indonesia lemah dan selalu tergantung.

Dalam pertemuan saya dengan saudara Joko Widodo tadi saya sampaikan, bahwa saya merasakan di dalam hati sanubari Joko Widodo yang paling dalam beliau adalah seorang patriot. Beliau ingin yang terbaik untuk Indonesia. Oleh karena itu saya memilih untuk membangun silaturahmi dengan beliau, sesuai dengan ajaran-ajaran budaya nenek moyang kita.

Apalagi agama Islam yang saya anut, mengajarkan saya bahwa menjalin dan memelihara silaturahmi, persahabatan dan persaudaraan jauh lebih mulia dan bermanfaat daripada meneruskan prasangka buruk, rasa curiga, apalagi terjerat dalam kebencian dan permusuhan. Ibarat api tidak bisa dipadamkan dengan api, maka kebencian dan fitnah mari kita balas dengan berbudi luhur, berjiwa kesatria. Semakin difitnah, semakin difitnah, semakin dihina, kita akan semakin tegar.

Saya minta sahabat sekalian janganlah ragu kepada pilihan-pilihan saya. Janganlah mendorong saya untuk mengambil sikap yang tidak sesuai dengan jiwa saya sebagai ksatria. Janganlah mengira saya akan surut dalam perjuangan saya.

Saya juga telah sampaikan kepada saudara Joko Widodo bahwa perjuangan saya adalah membela UUD 1945 yang lahir 18 Agustus 1945, membela keutuhan NKRI, membangun suatu bangsa ber-Bhinneka Tunggal Ika yang aman, damai, kuat, adil, makmur dan sejahtera. Beliaupun menyatakan bahwa itu juga pegangan beliau. Saya juga katakan, kalau nanti dalam perjalanan Pemerintahan beliau ada kebijakan-kebijakan yang kurang menguntungkan rakyat, apalagi melanggar Pancasila dan UUD 1945 maka kami tidak akan ragu-ragu menyampaikan kritik kepada Pemerintah. Beliau menyambut ini dengan baik, dan beliau juga menyampaikan sewaktu-waktu akan mengundang saya untuk meminta pendapat dan masukan dari saya.

Terima kasih, saudara-saudara. Sahabatku di manapun berada.

Wassalamualaikum.

Salam Indonesia Raya,

Prabowo Subianto, 17-10-2014"



KOMPAS.com
Editor : Laksono Hari Wiwoho

Bersedia Bertemu Jokowi, Prabowo Dinilai Wariskan Tradisi Politik yang Baik

 Joko Widodo [Presiden RI] mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra



JAKARTA, Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Sarwi Chaniago, mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah mewariskan tradisi politik yang baik di Tanah Air dengan bersedia bertemu presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
"Pertemuan kedua calon presiden yang sama-sama bersaing pada pilpres lalu perlu diapresiasi, ini tradisi politik yang baik dan harus diwariskan kedepan," kata Pangi di Jakarta, Jumat (17/10/2014), seperti dikutip Antara.
Menurut dia, fenomena ini tidak terjadi pada Pilpres 2009 antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. Pertemuan Prabowo dan Jokowi menyiratkan hubungannya telah cair, dalam hal ini juga ingin memberikan pesan Prabowo telah legawa dan menjadi pribadi yang negarawan.
Ia mengatakan, walaupun pertemuan itu baru terjadi beberapa hari menjelang pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI 2014-2019, hal ini menunjukkan bahwa proses transisi kepemimpinan yang cukup baik.
Namun, yang perlu diperhatikan bukan berarti sikap politik Koalisi Merah Putih di parlemen akan otomatis berubah. Menurut dia, dapat dipastikan Koalisi Merah Putih akan tetap solid dan kritis sebagai penyeimbang di parlemen karena mereka tidak mendapatkan apa-apa.
Namun, tambah Pangi, gesekan antarpendukung Prabowo dan Jokowi dipastikan akan berkurang dan lebih mencair karena kedua tokoh puncak sudah bertemu dan mencairkan ketegangan yang terjadi selama ini.
Ia menyinggung tradisi politik di Amerika Serikat antara Barack Obama dan Jhon McCain. Seusai Obama ditetapkan sebagai pemenang, McCain langsung memberikan selamat dan mengajak semua pihak bersama-sama menggerakkan roda pembangunan.  KOMPAS.com 


Editor : Sandro Gatra
Sumber: Antara



Ahok Bebaskan Jokowi Tinggal di Rumah Dinas Gubernur

Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA,  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak memberi batas waktu bagi mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menetap di rumah dinas gubernur, di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.

"Enggak ada (batas) sampai berapa harinya, kalau Presiden mau tinggal di rumah dinas gubernur lebih bagus," kata Ahok, di Balaikota, Jumat (17/10/2014).

Menurut Ahok, tidak ada peraturan yang mengatur penempatan rumah dinas. Bahkan, lanjut dia, sebagai tuan rumah, sang gubernur harus menyediakan tempat tinggal. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, boleh meminjamkan rumah dinas gubernur kepada presiden.

"Enggak ada (aturannya), kami boleh meminjamkan (rumah dinas). Sebenarnya saya yang minta Pak Jokowi untuk jangan pergi (dari rumah dinas) dulu, kita (DKI) berhak minta Bapak untuk tinggal," kata Basuki.

Sementara itu, Ahok menegaskan dia tidak akan menetap di rumah dinas setelah ia dilantik menjadi Gubernur DKI. Selama dua tahun menjabat sebagai Wagub DKI, Basuki juga tidak pernah menetap di rumah dinas wagub, di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia lebih memilih menetap di kediaman pribadinya, di Jalan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Rumah dinasnya di Jalan Denpasar hanya digunakan sekali untuk open house pada perayaan Natal akhir tahun 2012 lalu.

Begitu pun dengan rumah dinas gubernur. Ahok hanya akan menggunakannya untuk menerima tamu resmi dan acara formal.
KOMPAS.com 

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Kistyarini

Melongok Persiapan "Istana Baru" Jokowi


JAKARTA, Tiga hari lagi rakyat Indonesia akan menyambut presiden baru, Joko Widodo. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu tidak memiliki rumah di Jakarta semenjak menjadi Gubernur DKI. Oleh karena itu, Jokowi kemungkinan besar akan memanfaatkan Istana sebagai rumah barunya.
Apabila menetap di Istana, maka Jokowi akan menjadi kepala negara keempat yang tinggal di sana. Presiden pertama RI Soekarno, Presiden keempat Abdurrahman Wahid, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhyono telah memanfaatkan istana sebagai kediaman selama menjadi presiden dengan alasan efektivitas kerja.
Untuk menyambut "tuan rumah baru" itu, pihak Istana pun mulai bersiap diri. Persiapan dilakukan mulai dari taman hingga sudut-sudut ruangan di kompleks Istana Kepresidenan.
Pantauan Kompas.com, Kamis (16/10/2014), tampak sejumlah petugas yang setiap hari memotong rumput di bagian tengah kompleks Istana. Ada pula yang sibuk mengecat kolam dengan patung berbentuk pria memanah di bagian belakang Istana Negara.
Ottyawaty, Deputi Kesekretariatan Presiden bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana, mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang berbenah. Meski tidak dalam skala besar-besaran, tetapi setiap sudut yang kerap digunakan untuk kegiatan presiden mulai dibersihkan. Pengecatan juga dilakukan untuk mencerahkan dinding ruangan.
Bagian yang tentunya akan paling sering digunakan Jokowi apabila menetap di istana tentu kamar tidur dan ruang kerja.
Kamar tidur Jokowi
Untuk kamar tidur presiden, Otty mengatakan bahwa ranjang dan kasur King Koil yang ada di Istana tidak akan diganti. Kasur tersebut sudah digunakan sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, kasur tersebut baru akan diganti apabila sudah mulai rusak.
Hingga kini, Otty mengaku tidak mengetahui gedung mana yang akan digunakan Jokowi sebagai tempat tinggal di Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan terdiri dari lima gedung, yakni Istana Merdeka yang menghadap langsung ke Jalan Medan Merdeka Utara, Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran, Gedung Bina Graha di sebelah Istana Negara, dan kantor presiden serta Wisma Negara di antara Istana Merdeka dan Istana Negara.
Otty menceritakan, dari para presiden yang pernah menghuni Istana, mereka memilih kamar tidur masing-masing yang ada di beberapa gedung itu. Bung Karno dan Gus Dur, misalnya, lebih menggunakan kamar tidur di Istana Merdeka. Sedangkan SBY yang semula tinggal di Istana Merdeka akhirnya pindah ke Istana Negara karena saat itu sedang dilakukan renovasi atas kamar.
"Sejak pindah ke Istana Negara, Pak SBY tetap tidur di sana sampai sekarang. Nah, kalau Jokowi belum ada pemberitahuan apa-apa. Tapi kami siap menyesuaikan apa yang diinginkan presiden," ujar dia.
Ruang kerja
Demikian pula dengan ruang kerja. Otty mengaku belum ada petunjuk dari Jokowi akan ruangan yang digunakannya nanti. Menilik pengalaman sebelumnya, SBY menggunakan Kantor Presiden. Di dalam gedung dua tingkat itu, terdapat ruang jumpa pers, ruang untuk menyambut tamu negara dan ruang kerja presiden di lantai dasar. Sementara di lantai dua, terdapat dua ruang rapat yakni ruang rapat terbatas, dan ruang sidang kabinet paripurna.
Gedung lain yang sering dijadikan sebagai kantor adalah Bina Graha. Gedung ini menjadi tempat bekerja bagi Presiden kedua Soeharto, Presiden ketiga BJ Habinie, Abdurrahman Wahid, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri. Di era pemerintahan SBY, Bina Graha menjadi kantor bagi para staf khusus. Adapun Bung Karno lebih menggunakan Istana Merdeka sebagai kantornya.
Untuk mendukung kerja kepresidenan di kompleks Istana, Otty mengatakan, tidak ada persiapan perabotan baru untuk rumah Jokowi. Biasanya, sebut dia, para presiden yang akan menghuni istana yang akan membawa perabotan rumahnya.
"Misalnya, kalau Pak Jokowi nanti mau bawa meja kerjanya, bisa saja. Nanti kami bantu," kata dia.
Jokowi sempat berencana untuk menerapkan e-blusukan untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. E-blusukan ini mirip dengan teleconference yang bisa dilakukan instansi seperti kepolisian. Fasilitas kepresidenan sebenarnya sudah memiliki fasilitas ini. Namanya situation room, ada di gedung Bina Graha.
Dikutip dari situs UKP4.go.id, situation room dikhususkan bagi Presiden dan Wakil Presiden serta pihak-pihak tertentu yang diizinkan. Di ruangan itu tersimpan aset informasi negara yang penting dan rahasia. Demi menjamin keamanan semuanya, telah dilakukan pengelolaan dan pengamanan, baik pada aspek sistem informasi (dibantu oleh unsur Lembaga Sandi Negara) maupun aspek fisik ataupun orangnya.
Berbekal segenap peranti dan aplikasi yang dimilikinya, sarana yang dibangun secara bertahap sejak 2007 dan kemudian oleh SBY dimandatkan pengelolaannya kepada UKP4 itu dibuat untuk mendukung fungsi eksekutif.
Apa pun pilihan Jokowi nanti, kata Otty, pihak Istana sudah terbisa untuk menyesuaikan diri karena setiap presiden memiliki karakrernya masing-masing. Pada 20 Oktober mendatang, Jokowi akan melangkahkan kakinya ke Istana sebagai presiden ketujuh RI. KOMPAS.com
Penulis: Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari Wiwoho

Ruhut: Ada yang Takut Skandal Pajaknya Dibongkar jika SMI jadi Menteri


JAKARTA - Munculnya Sri Mulyani Idrawati sebagai kandidat menko perekonomian, sempat menuai penolakan dari sejumlah kalangan.
Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menilai Sri Mulyani memang layak duduk di kabinet. Alasannya, di level internasional, perempuan dengan inisial SMI itu sudah dipercaya.
"Kalau aku sangat mendukung, dia (Sri) itu professional. Kita saja yang mengobok-obok dia. Orang-orang di dunia, Bank Dunia, yang uangnya pengusaha Amerika, Australia, Jepang, Eropa, percaya sama dia (Sri)," kata Ruhut  kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10).
Dia pun menyadari bahwa akan ada yang kebakaran jenggot sampai mengancam akan menghantam jika Jokowi mengangkat Sri jadi menteri. "Walau saya sadar, ada yang kebakaran jenggot takut pajaknya yang diobrak-abrik (sama Sri)," ungkap Ruhut.
Namun, kata dia, keputusan akhir ada di tangan Jokowi sebagai user. "Tergantung juga SMI siap tidak?" ungkapnya.
Lebih jauh Ruhut mengingatkan, siapapun yang akan mengisi empat pos menko itu merupakan orang yang diberikan kepercayaan oleh Jokowi-JK. "Itu juga hak prerogatif Pak Jokowi, sahabat saya," kata dia.
Karenanya, Ruhut mengingatkan, kesempatan yang diberikan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya dan bersyukur kepada Tuhan YME. Sebab, kata Ruhut, banyak sekali yang ingin menjadi menko maupun menteri di kabinet.
Selain itu, para menteri diharapkan dapat mengimbangi Jokowi yang pekerja keras. "Ibarat mobil kalau Pak Jokowi sudah lari 120 (km/jam),  siapapun yang diberikan kepercayaan bisa lari 110 (km/jam), paling tidak untuk bisa mengimbangi Pak Jokowi," katanya. (boy/jpnn)

Thursday, October 16, 2014

Ini Para Kandidat Menteri, Ruhut Jagokan Luhut



JAKARTA -- Sejumlah nama disebut-sebut punya peluang mengisi empat pos menteri koordinator di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Mereka adalah Luhut Binsar Panjaitan dan Fakhrul Rozi sebagai kandidat Menko Politik Hukum dan Keamanan. Muhaimin Iskandar disebut-sebut juga berpeluang menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya.

Darmin Nasution, Sri Mulyani, Agus Martowardoyo untuk pos Menko Perekonomian.  Tedjo Edhy untuk pos Menko Maritim dan Sumber Daya Alam.
Politisi Partai Demokrat yang dari awal mendukung Jokowi-JK, Ruhut Sitompul dikonfirmasi mengaku tidak terlalu dekat dengan sosok-sosok yang disebut itu, kecuali Luhut Panjaitan.
"Kalau yang lain aku tidak dekat. Tapi, kalau Luhut aku dukung dia," kata Ruhut kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10).
Di mata Ruhut, sosok Luhut bukan orang sembarangan. Luhut punya banyak pengalaman dan rekam jejak gemilang. Selain itu, Luhut juga merupakan pengusaha sukses.
"Kita tahu track record beliau. Beliau (pernah jadi) komandan antiteror. Kita tahu bagaimana dia di Kopassus. Bagimana dia di Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Bagaimana dia sebagai Dubes di Singapura," kata Ruhut.
Karenanya, ia menganggap sosok Luhut sangat tepat dan akan mampu untuk melaksanakan tugas sebagai Menkopolhukam. "Jadi, kita tahu Pak Luhut memang pekerja keras. Saya rasa dia sangat menguasai kaitan dengan menkopolhukam," katanya. (boy/jpnn)

Jokowi Muncul Saat PDI-P Buntu Melobi Koalisi Merah Putih





JAKARTA, Pengamat politik dari Universitas Indonesia Heri Budianto menilai, safari politik yang dilakukan presiden terpilih Joko Widodo kepada elite partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih merupakan keuntungan bagi PDI Perjuangan. Ia mengatakan, ketika PDI-P menemui kebuntuan untuk melobi KMP, Jokowi muncul dengan pendekatan politiknya.
"PDI-P gagal ajak koalisi KMP untuk merapat. Tapi ketika ada kebuntuan Koalisi Indonesia Hebat, di situ Jokowi muncul," ujar Heri saat dihubungi, Rabu (15/10/2014) malam.

Menurut Heri, Jokowi berpotensi besar menjadi jembatan politik antara KIH dan KMP sehingga tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadinya penjegalan dalam pemerintahan ke depan. Apalagi, kata Heri, pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie beberapa waktu menandakan bahwa Jokowi berhasil mencairkan suasana tegang antara kedua kubu.
"Langkah politik yang dilakukan Jokowi bisa memiliki efek politik yang baik. Dia bisa meredam gejolak yang sempat panas pasca pemilihan pimpinan parlemen," kata Heri.
Heri mengatakan, kelebihan Jokowi yang tidak banyak diketahui publik, salah satunya adalah kemampuannya sebagai komunikator politik. Ia menambahkan, sebaiknya Jokowi terus menerapkan "politik meja makan" ini dalam mengamankan langkah pemerintahannya.
"Jokowi ini kan terkenal dengan 'politik meja makan'. Politik meja makan ini sebuah andalan. Dia terbiasa selesaikan persoalan, mengajak bicara target politiknya di meja makan," ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Heri menilai Jokowi memiliki posisi menawar yang kuat di hadapan lawan politiknya. Menurut Heri, PDI-P dapat mengandalkan Jokowi dalam melakukan lobi politik, kendati yang menentukan arah koalisi semestinya adalah ketua umum partai.
"Mestinya PDI-P bisa sangat mengandalkan Jokowi dalam melakukan lobi politik, termasuk di parlemen. Terbukti, elite PDI-P keteteran dan Jokowi, saya yakin, dengan gaya politik itu bisa cairkan suasana," ujar Heri.
Seperti diberitakan, Jokowi bertemu dan berbicara empat mata dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie di Restoran Kuntskring Paleijs, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/10/2014) sore. Mengenai alasan bertemu dengan Aburizal terlebih dahulu, Jokowi mengatakan karena Aburizal yang paling mudah dihubungi dan ditelepon.
Menurut Jokowi, komunikasi itu perlu dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat, khususnya dunia usaha dan investor, bahwa pemerintahan baru akan tetap berjalan dengan stabil.
Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto, saat ditemui pada Selasa sore, mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari safari politik yang dilakukan Jokowi untuk menggelar komunikasi politik dengan beberapa ketua umum partai di Koalisi Merah Putih. KOMPAS.com 


Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Editor : Fidel Ali Permana

Tuesday, October 14, 2014

Jokowi Juga Update Foto Blusukan Tanah Abang Bareng Zuckerberg di FB

Jokowi dan Mark (facebook)

Jakarta - Tak hanya bos Facebook Mark Zuckerberg (30) yang menampilkan aktivitasnya di Tanah Abang. Gubernur DKI Joko Widodo (53) pun tak kalah update dengan memajang foto-fotonya saat blusukan. Berikut penampakannya:

Jokowi dan Zuck berkeliling pasar Tanah Abang Blok A, Senin (13/10) kemarin. Keduanya berpeluh keringat saat melihat-lihat barang dagangan pasar tekstil terbesar di Indonesia tersebut.

Meski begitu, Zuck tampak semangat melihat kegiatan Jokowi. Miliarder ini bahkan memuji presiden terpilih itu, terutama caranya berkomunikasi dengan rakyat.

"Ini merupakan cara mengesankan untuk terhubung dengan masyarakat secara langsung," kata Zuck di akun Facebook sembari memposting foto dirinya saat blusukan bareng Presiden RI terpilih ke pasar Tanah Abang.

Selain Zuck, Jokowi juga memposting aktivitasnya saat blusukan bareng Zuck. Ada dua foto yang dipajang. Pertama, saat keduanya melihat-lihat pakaian, lalu saat berkeliling Tanah Abang.

"Hari ini saya bersama Mark Zuckerberg melakukan blusukan ke Pasar Tanah Abang. Merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat mengajak beliau berkeliling di Pasar Tanah Abang," tulis Jokowi di akunnya yang di-mention oleh Zuckerberg tersebut.

(mad/nrl) Rachmadin Ismail - detikNews

Meski Keringetan, Bos Facebook Terkesan Saat Blusukan

Jokowi & Zuck, Blusukan di Pasar Tanah Abang (detikfoto)


Jakarta - Kapan lagi melihat pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg blusukan ke pasar Tanah Abang? Meski sampai keringetan, Zuck pun terkesan dibuatnya.

"Ini merupakan cara mengesankan untuk terhubung dengan masyarakat secara langsung," kata Zuck di akun Facebook sembari memposting foto dirinya saat blusukan bareng Presiden RI terpilih Jokow Widodo (Jokowi) ke pasar Tanah Abang.

"Ia (Jokowi-red.) belum lama ini juga meluncurkan program online e-Blusukan, sehingga dapat terhubung dengan seluruh masyarakat Indonesia secara online dengan cara yang sama di seluruh Indonesia," lanjut Zuck.

Selain itu, Zuck juga bercerita tentang pengalamannya bertemu banyak orang Indonesia yang memanfaatkan internet dalam keseharian.

"Banyak orang di antaranya telah menggunakan internet untuk membangun bisnis, meningkatkan komunitas dan terhubung dengan dunia," ungkap suami dari Priscilla Chan ini.

"Jika kita dapat terus menghubungkan semua orang di Indonesia, benefit ini maka akan semakin tumbuh," ia menandaskan.


(ash/fyk) Ardhi Suryadhi - detikinet

Kunjungan Zuck ke Indonesia Jadi Sorotan Media Dunia

Mark Zuckerberg [Facebook]


Jakarta - Kunjungan Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook, ke Indonesia menimbulkan kehebohan. Tidak hanya di Tanah Air, media massa dari berbagai negara turut memberitakan kunjungan pertama Zuck ke Indonesia ini.

Media Telegraph dari Inggris menurunkan judul 'Mark Zuckerberg status update: 'Hiked up Borobudur to watch the sunrise'. Artikel tersebut disertai dengan foto Zuck kala bersila menyambut matahari pagi di Borobudur.

Telegraph memberitakan kalau Zuckerberg telah mengunjungi Indonesia yang tergila-gila dengan Facebook, meskipun mayoritas penduduknya belum mengakses internet.

"Mark Zuckerberg mengunjungi Jakarta sebagai bagian dari kampanye untuk menyebarkan pengaruh Facebook di pasar di mana penetrasi internet masih rendah. Ada sekitar 75 juta pengguna web di Indonesia, sebuah negara dengan total populasi 250 juta," tulis Telegraph.

Media ABC yang berbasis di Australia memakai judul 'Indonesian president-elect Jokowi meets Facebook chief executive Mark Zuckerberg in Jakarta'. ABC juga menyoroti penduduk Indonesia yang senang mengakses media sosial seperti Facebook.

"Indonesia, dengan populasi lebih dari 250 juta, adalah lima besar secara global soal pengguna media sosial. Warga Jakarta disebut sebagai pengguna Twitter paling aktif," tulis mereka.

"Tuan Widodo, yang dikenal dengan nama Jokowi, meminta agar Zuckerberg membantu mempromosikan UKM Indonesia," tambah ABC
Sedangkan Wall Street Journal mengulas tentang kunjungan Zuck ke candi Borobudur. Media asal Amerika Serikat ini menyebutkan Borobudur sebagai candi yang menakjubkan. 'Facebook Chief Mark Zuckerberg Greets Indonesia' demikian judulnya.

"Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg mengambil waktu untuk rileks di keajaiban Indonesia yaitu Borobudur. Candi Budha berusia ratusan tahun ini berada di lahan menghijau Jawa Tengah dan telah mendapat status sebagai warisan dunia oleh UNESCO"

Lain lagi dengan PCMag. Media teknologi asal Amerika Serikat ini menulis judul 'Zuckerberg Makes Push for Web Access in Indonesia'.

"Perjalanan ini adalah bagian dari upaya Facebook agar planet ini lebih terkoneksi melalui internet.org, sebuah organisasi yang diciptakan tahun lalu. Seperti yang ditulis dalam rilis internet.org, sekitar 85% populasi dunia bisa terkoneksi dengan jaringan selular, tapi hanya 30% bisa mengakses web," tulis mereka.

Fino Yurio Kristo - detikinet

Zuckerberg Pamer Foto Blusukan di Akun Facebooknya


Jakarta - Rangkaian kegiatan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg di Indonesia telah berakhir. Tak lupa, Zuck memamerkan foto dirinya saat blusukan ke pasar Tanah Abang bareng Presiden RI terpilih Joko Widodo.

Hal ini diungkapkan Mark di akun Facebook pribadinya. Disertakan pula foto pemuda terkaya di dunia itu bersama Jokowi saat blusukan ke Pasar Tanah Abang.

Dalam foto itu terlihat Zuck dan Jokowi dikerumuni oleh awak media, pedagang pasar Tanah Abang dan masyarakat sekitar.

Ini tentu merupakan momen langka untuk melihat orang sekaliber Zuck dengan setelan jas lengkap, ngubek-ngubek ke pusat perbelanjaan super sibuk di Jakarta.

"Saya menghabiskan hari dengan bertemu developer, partner dan pemimpin pemerintahaan untuk membicarakan Internet.org di Jakarta," kata Mark.

"Sementara pagi harinya, saya bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo dan kami mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan untuk menghubungkan semua orang di Indonesia".

Jokowi disebut Zuck punya perspektif mengesankan. Terlebih saat memutuskan berkampanye lewat Facebook dan internet untuk berkomunikasi dengan 250 juta penduduk Indonesia.

(ash/tyo)
Ardhi Suryadhi - detikinet

Jokowi takes Zuckerberg on ‘blusukan’

Zuck [facebook]


President-elect and Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo has his own way of welcoming guests, particularly special ones.

As if a one-on-one meeting with Facebook CEO Mark Zuckerberg, who was on a visit to Indonesia, was not enough to attract the media’s attention, Jokowi triggered yet another media frenzy by taking the arguably youngest billionaire on earth on a blusukan (impromptu visit) to the Blok A market in Tanah Abang, Central Jakarta.

Zuckerberg visited City Hall, Jokowi’s office as the Facebook]Jakarta governor, to meet with the president-elect on Monday to discuss potential cooperation under his forthcoming administration.

Zuckerberg arrived at City Hall at 10 minutes to 9 a.m., when he was scheduled to meet Jokowi, and had a meeting which ran for about 40 minutes.

Contrary to common security protocol for a president, Jokowi impulsively came up with the idea of taking Zuckerberg on a blusukan.

“He asked me about blusukan because he saw pictures of me when meeting with the people or visiting traditional markets. He later asked whether or not he could have that experience. So I thought why not go to Tanah Abang because it is close [to City Hall],” he said after the guest left City Hall.

It was just another blusukan day for Jokowi, but apparently not so for Zuckerberg. “He said he felt tired just after five minutes,” Jokowi said with a grin.

Jokowi, Zuckerberg — both wearing black suits — and their entourage comprising dozens of presidential security guards, including snipers, and Zuckerberg’s team members, arrived at 10:15 a.m. to be welcomed by a swarm of journalists and market shoppers.

The Facebook founder looked relaxed and excited, smiling the whole time, despite the overwhelming crowd and presidential detail surrounding the two.

People at the market, however, were mostly excited about the fact that they were crossing paths with Jokowi, who is set to be inaugurated as the seventh president of the country next week.

“I don’t know who that is,” Aisyah, a middle-aged woman, said, when asked about the man walking next to Jokowi.

A younger visitor acknowledged that he had no idea about Jokowi’s companion, but immediately became excited when informed that it was the founder of Facebook.

The excitement ended after 15 minutes, after which Jokowi and Zuckerberg rushed to Jokowi’s Toyota Innova car and drove back to City Hall, where they separated.

Zuckerberg, named TIME’s 2010 person of the year, visited Indonesia to promote the Internet.org campaign, a global initiative aimed at promoting access to affordable Internet services, which he said would contribute to the local economy in the long run.

“When we think about which countries to focus on with Internet.org and Facebook [we consider] how many people can use the services and also how much better and stronger the economy can be if everyone’s on the Internet. Here I think there are 150 million or 200 million people who don’t have access to the
Internet and unlocking that can transform the economy, can help create jobs and help small businesses grow. There’s a lot of data that suggests that business that use the Internet to communicate with customers grow twice the speed of small businesses that don’t use the Internet,” Zuckerberg told journalists at City Hall.

Sita W. Dewi, The Jakarta Post, Jakarta | Headlines | Tue, October 14 2014, 7:12 AM

Monday, October 13, 2014

KMP Ancam Hantam Jokowi jika SMI jadi Menteri



JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo, mengatakan Koalisi Merah Putih (KMP) akan menghantam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kalau menjadikan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai menteri dalam kabinetnya.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bendahara Umum Golkar itu, menanggapi kembali santernya nama mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II, tersebut masuk dalam daftar calon menteri kabinet Jokowi-JK.
"Kalau benar (SMI jadi menteri Jokowi), itu tentu akan mendapat perlawanan cukup kuat dari KMP. Karena kita bertekad menjadi benteng terakhir kedaulatan rakyat Indonesia," kata politikus yang akrab Bamsoet itu di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/10).
Bamsoet menyatakan kekhawatirannya jika Jokowi merekrut Sri Mulyani menjadi menteri. Sebab, Sri Mulyani dianggap telah membuat komitmen yang menyebabkan utang Indonesia membengkak. Bahkan dia khawatir pemerintahan Jokowi-JK akan terjerat utang baru.
Karena itu, jika Sri Mulyani benar-benar duduk sebagai menteri, KMP akan menghantam Jokowi dengan berbagai jargon-jargonnya. "Artinya kita akan menghantam Jokowi dengan Trisakti, ini kan Trisakti-trisaktian, dan revolusi mental. Kalau ada ketergantungan dengan asing di mana revolsui mental dan trisakti," jelasnya.
Belum lagi, tambah Bamsoet, Sri Mulyani masih berkaitan dengan kasus bailout Bank Century yang sudah menjerat mantan petinggi Bank Indonesia, Budi Mulya, yang jika dirunut masih terkait pada mantan Menkeu periode 2010-2013 itu. (fat/jpnn)

Zuckerberg, Jokowi meet, go on ’blusukan’ in Jakarta

Mark Zuckerberg & President-Elect Joko “Jokowi” Widodo


Facebook CEO Mark Zuckerberg met with president-elect and Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo at City Hall on Monday, to discuss potential cooperation under the latter’s administration.
Jokowi, who found success in the furniture business before joining the political arena in 2005, said that he had asked Zuckerberg to not see Indonesia as a mere potential market.
“We talked about Facebook users in Indonesia and how to use Facebook to push micro economy. He said he was ready to work with the government. There are 70 million Facebook users in Indonesia, which provides great market potential, But I told him that [Indonesia] should also benefit [from the platform],” Jokowi told reporters after the closed-door meeting.
Zuckerberg responded to Jokowi by saying that Indonesia was among the countries in which his team would promote the internet.org campaign, a global initiative aimed at promoting access to affordable Internet services, which he said would contribute to the local economy in the long run.
“Internet.org is a global initiative that we’re working on and the goal is to help everyone in the world get access to affordable Internet services […], but here are a lot of different barriers to this.
“What we’re trying to do through Facebook and internet.org is work with other organizations to help break down all these barriers -- Facebook as a company can’t do this by itself. There’s a good opportunity for the government and telecommunication operators and folks who are building these services for people to partner together to help connect everyone,” he said.
The Facebook founder was upbeat that both Facebook and internet.org could contribute to the Indonesian economy.
“When we think about which countries to focus on with internet.org and Facebook [we consider] how many people can use the services and also how much better and stronger the economy can be if everyone’s on the Internet. Here I think there are 150 million or 200 million people who don't have access to the Internet and unlocking that can transform the economy, can help create jobs and help small businesses grow. There’s a lot of data that suggests that business that use the Internet to communicate with customers grow twice the speed of small businesses that don’t use Internet,” he said.
After the brief meeting, Jokowi took Zuckerberg on a blusukan (impromptu visit) to Blok A market in Tanah Abang, Central Jakarta.
The two arrived at 10:15 a.m. and were welcomed by a swarm of journalists and locals.
Zuckerberg looked relax and excited, smiling the whole time, despite the overwhelming crowd and presidential detail surrounding the two.
Locals, however, had little knowledge of Zuckerberg.
“I don’t know who that is,” Aisyah said, when asked about the man walking next to Jokowi.
Jokowi and Zuckerberg left after spending about 15 minutes checking out vendors in the building.

Sita W. Dewi, The Jakarta Post, Jakarta | National | Mon, October 13 2014,

Pengumuman! Jokowi Buka Seluas-luasnya Partisipasi Rakyat Lewat Media Sosial



Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) kedatangan tamu istimewa dari Negeri Paman Sam, yakni pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg. Apakah Jokowi berencana mengembangkan Facebook di Indonesia?

"Ya sekali lagi platform itu masih akan kita kalkulasi lagi. Yang jelas ke depan kita ingin membuka partisipasi masuk ke depannya baik lewat Facebook, Twitter dan surat," kata Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (13/10/2014).

Mantan Walikota Surakarta ini pun tak menampik nantinya tetap membuka peluang pengambil keputusan melalui media sosial. Sebab, menurutnya ruang partisipasi itu perlu digalang seluas-luasnya.

"Bisa dong (ambil keputusan melalui jejaring sosial) ruang partisipasi itu sangat besar sekali," lanjutnya.

Jokowi juga mengatakan Indonesia memiliki situs jejaring sosial yang tak kalah besar seperti Facebook.

"Saya kira Indonesia juga punya, meskipun tidak segede Facebook kayak Kaskus. Pemerintah pengennya mendorong brand dan principle Indonesia bisa berkembang sebesar Facebook. Saya sudah ketemu pemilik Kaskus. Andrew tapi (pembicaraannya) belum sedetil itu," pungkasnya.


(aws/ndr) Ayunda W Savitri - detikNews
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger