BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, October 17, 2014

Melongok Persiapan "Istana Baru" Jokowi


JAKARTA, Tiga hari lagi rakyat Indonesia akan menyambut presiden baru, Joko Widodo. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu tidak memiliki rumah di Jakarta semenjak menjadi Gubernur DKI. Oleh karena itu, Jokowi kemungkinan besar akan memanfaatkan Istana sebagai rumah barunya.
Apabila menetap di Istana, maka Jokowi akan menjadi kepala negara keempat yang tinggal di sana. Presiden pertama RI Soekarno, Presiden keempat Abdurrahman Wahid, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhyono telah memanfaatkan istana sebagai kediaman selama menjadi presiden dengan alasan efektivitas kerja.
Untuk menyambut "tuan rumah baru" itu, pihak Istana pun mulai bersiap diri. Persiapan dilakukan mulai dari taman hingga sudut-sudut ruangan di kompleks Istana Kepresidenan.
Pantauan Kompas.com, Kamis (16/10/2014), tampak sejumlah petugas yang setiap hari memotong rumput di bagian tengah kompleks Istana. Ada pula yang sibuk mengecat kolam dengan patung berbentuk pria memanah di bagian belakang Istana Negara.
Ottyawaty, Deputi Kesekretariatan Presiden bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana, mengatakan, saat ini pihaknya memang sedang berbenah. Meski tidak dalam skala besar-besaran, tetapi setiap sudut yang kerap digunakan untuk kegiatan presiden mulai dibersihkan. Pengecatan juga dilakukan untuk mencerahkan dinding ruangan.
Bagian yang tentunya akan paling sering digunakan Jokowi apabila menetap di istana tentu kamar tidur dan ruang kerja.
Kamar tidur Jokowi
Untuk kamar tidur presiden, Otty mengatakan bahwa ranjang dan kasur King Koil yang ada di Istana tidak akan diganti. Kasur tersebut sudah digunakan sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, kasur tersebut baru akan diganti apabila sudah mulai rusak.
Hingga kini, Otty mengaku tidak mengetahui gedung mana yang akan digunakan Jokowi sebagai tempat tinggal di Istana Kepresidenan. Istana Kepresidenan terdiri dari lima gedung, yakni Istana Merdeka yang menghadap langsung ke Jalan Medan Merdeka Utara, Istana Negara yang menghadap ke Jalan Veteran, Gedung Bina Graha di sebelah Istana Negara, dan kantor presiden serta Wisma Negara di antara Istana Merdeka dan Istana Negara.
Otty menceritakan, dari para presiden yang pernah menghuni Istana, mereka memilih kamar tidur masing-masing yang ada di beberapa gedung itu. Bung Karno dan Gus Dur, misalnya, lebih menggunakan kamar tidur di Istana Merdeka. Sedangkan SBY yang semula tinggal di Istana Merdeka akhirnya pindah ke Istana Negara karena saat itu sedang dilakukan renovasi atas kamar.
"Sejak pindah ke Istana Negara, Pak SBY tetap tidur di sana sampai sekarang. Nah, kalau Jokowi belum ada pemberitahuan apa-apa. Tapi kami siap menyesuaikan apa yang diinginkan presiden," ujar dia.
Ruang kerja
Demikian pula dengan ruang kerja. Otty mengaku belum ada petunjuk dari Jokowi akan ruangan yang digunakannya nanti. Menilik pengalaman sebelumnya, SBY menggunakan Kantor Presiden. Di dalam gedung dua tingkat itu, terdapat ruang jumpa pers, ruang untuk menyambut tamu negara dan ruang kerja presiden di lantai dasar. Sementara di lantai dua, terdapat dua ruang rapat yakni ruang rapat terbatas, dan ruang sidang kabinet paripurna.
Gedung lain yang sering dijadikan sebagai kantor adalah Bina Graha. Gedung ini menjadi tempat bekerja bagi Presiden kedua Soeharto, Presiden ketiga BJ Habinie, Abdurrahman Wahid, dan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri. Di era pemerintahan SBY, Bina Graha menjadi kantor bagi para staf khusus. Adapun Bung Karno lebih menggunakan Istana Merdeka sebagai kantornya.
Untuk mendukung kerja kepresidenan di kompleks Istana, Otty mengatakan, tidak ada persiapan perabotan baru untuk rumah Jokowi. Biasanya, sebut dia, para presiden yang akan menghuni istana yang akan membawa perabotan rumahnya.
"Misalnya, kalau Pak Jokowi nanti mau bawa meja kerjanya, bisa saja. Nanti kami bantu," kata dia.
Jokowi sempat berencana untuk menerapkan e-blusukan untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. E-blusukan ini mirip dengan teleconference yang bisa dilakukan instansi seperti kepolisian. Fasilitas kepresidenan sebenarnya sudah memiliki fasilitas ini. Namanya situation room, ada di gedung Bina Graha.
Dikutip dari situs UKP4.go.id, situation room dikhususkan bagi Presiden dan Wakil Presiden serta pihak-pihak tertentu yang diizinkan. Di ruangan itu tersimpan aset informasi negara yang penting dan rahasia. Demi menjamin keamanan semuanya, telah dilakukan pengelolaan dan pengamanan, baik pada aspek sistem informasi (dibantu oleh unsur Lembaga Sandi Negara) maupun aspek fisik ataupun orangnya.
Berbekal segenap peranti dan aplikasi yang dimilikinya, sarana yang dibangun secara bertahap sejak 2007 dan kemudian oleh SBY dimandatkan pengelolaannya kepada UKP4 itu dibuat untuk mendukung fungsi eksekutif.
Apa pun pilihan Jokowi nanti, kata Otty, pihak Istana sudah terbisa untuk menyesuaikan diri karena setiap presiden memiliki karakrernya masing-masing. Pada 20 Oktober mendatang, Jokowi akan melangkahkan kakinya ke Istana sebagai presiden ketujuh RI. KOMPAS.com
Penulis: Sabrina Asril
Editor : Laksono Hari Wiwoho
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger