BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Friday, October 30, 2015

Bermacam Hal yang Perlu Diketahui soal Edaran Kapolri tentang "Hate Speech"

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti (Fabian JK/KOMPAS)

JAKARTA,  Setelah dikaji cukup lama, Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech akhirnya dikeluarkan.
SE dengan Nomor SE/06/X/2015 tersebut diteken Jenderal Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015 lalu dan telah dikirim ke Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia.
Dalam salinan SE yang diterima Kompas.com dari Divisi Pembinaan dan Hukum (Divbinkum) Polri, Kamis (29/10/2015), disebutkan bahwa persoalan ujaran kebencian semakin mendapatkan perhatian masyarakat baik nasional atau internasional seiring meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Bentuk, Aspek dan Media
Pada Nomor 2 huruf (f) SE itu, disebutkan bahwa “ujaran kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain:
1. Penghinaan,
2. Pencemaran nama baik,
3. Penistaan,
4. Perbuatan tidak menyenangkan,
5. Memprovokasi,
6. Menghasut,
7. Menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”.
Pada huruf (g) selanjutnya disebutkan bahwa ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas yang dibedakan dari aspek:
1. Suku,
2. Agama,
3. Aliran keagamaan,
4. Keyakinan atau kepercayaan,
5. Ras,
6. Antargolongan,
7. Warna kulit,
8. Etnis,
9. Gender,
10. Kaum difabel,
11. Orientasi seksual.
Pada huruf (h) selanjutnya disebutkan bahwa “ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain:
1. Dalam orasi kegiatan kampanye,
2. Spanduk atau banner,
3. Jejaring media sosial,
4. Penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi),
5. Ceramah keagamaan,
6. Media massa cetak atau elektronik,
7. Pamflet.
Pada huruf (i), disebutkan bahwa “dengan memperhatikan pengertian ujaran kebencian di atas, perbuatan ujaran kebencian apabila tidak ditangani dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan, dan atau penghilangan nyawa”.
Prosedur penanganan
Adapun, pada nomor 3 SE itu, diatur pula prosedur polisi dalam menangani perkara yang didasari pada hate speech agar tidak menimbulkan diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa dan atau konflik sosial yang meluas.
Pertama, setiap personel Polri diharapkan mempunyai pemahaman dan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kebencian.
Kedua, personel Polri diharapkan lebih responsif atau peka terhadap gejala-gejala di masyarakat yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.
Ketiga, setiap personel Polri melakukan kegiatan analisis atau kajian terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya. Terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.
Keempat, setiap personel Polri melaporkan ke pimpinan masing-masing terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.
Apabila ditemukan perbuatan yang berpotensi mengarah ke tindak pidana ujaran kebencian, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan, antara lain:
- Memonitor dan mendeteksi sedini mungkin timbulnya benih pertikaian di masyarakat,
- Melakukan pendekatan pada pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian,
- Mempertemukan pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian dengan korban ujaran kebencian,
- Mencari solusi perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai dan memberikan pemahaman mengenai dampak yang akan timbul dari ujaran kebencian di masyarakat;
Jika tindakan preventif sudah dilakukan namun tidak menyelesaikan masalah, maka penyelesaiannya dapat dilakukan melalui upaya penegakan hukum sesuai dengan:
- KUHP,
- UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
- UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,
- UU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial.
KOMPAS.com 
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Bayu Galih

Thursday, October 29, 2015

Aturan "Hate Speech" Diharapkan Kurangi Ideologi Kekerasan

Romo Benny Susetyo

JAKARTA,  Rohaniwan sekaligus pengamat sosial, Romo Benny Susetyo, menyambut positif terkait munculnya Surat Edaran Kapolri tentang Penanganan Ujaran Kebencian.
Menurut dia, hal tersebut merupakan kemajuan bagi Polri dan dapat dijadikan panduan di lapangan untuk menindak pelaku-pelaku kekerasan hate speech.
"Sebenarnya ini kemajuan ya. Hate speech itu kan bagian dari agitasi. Membujuk, merayu orang untuk melakukan kekerasan dengan menggunakan ideologi, agama," tutur Benny saat ditemui seusai acara diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Benny menambahkan, langkah Polri ini juga dapat meminimalisasi konflik di lapangan dan sebagai pencegahan dini agar kekerasan bisa dideteksi secara dini.
"Harusnya dilihat secara positif sehingga akan lebih mudah untuk mengatasi konflik. Konflik itu kan terjadi karena agitasi, dengan provokatif yang menimbulkan kebencian satu sama lain sehingga mendorong orang melakukan kekerasan," tuturnya.
Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti telah menandatangani Surat Edaran Nomor SE/6/X/2015 pada 8 Oktober 2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech).
Dengan demikian, polisi diharapkan lebih peka terhadap potensi konflik sosial dengan segera mendekati dan mendamaikan pihak-pihak yang berselisih.
Pemahaman diperlukan agar aparat dapat sedini mungkin mengidentifikasi dan mencegah kebencian kolektif, pengucilan, diskriminasi, dan kekerasan yang bisa memicu konflik sosial di masyarakat. Romo Benny menambahkan, langkah Polri tersebut tidak akan berpotensi membungkam hak kebebasan berpendapat seseorang.
"Oh enggak (berpotensi) dong, hate speech lain. Hate speech itu dengan sengaja di muka umum, orang menjelek-jelekkan baik sisi agama, sisi suku, ras, SARA," ujar Romo Benny.
Ia mengatakan bahwa pedoman mengenai hate speech sudah cukup jelas. Sebab, tindakan ini dapat menimbulkan kebencian di muka umum dan meresahkan masyarakat.
"Jadi ini sebenarnya pencegahan supaya orang tidak menimbulkan kebencian sehingga kekerasan komunal bisa dicegah dengan cara itu sejak dini," ucapnya.

KOMPAS.com 
Penulis: Nabilla Tashandra
Editor : Bayu Galih

Tuesday, October 27, 2015

Ini Rincian Kesepakatan Bisnis Rp 275 Triliun Saat Jokowi di AS

ilustrasi


WASHINGTON,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan kesepakatan bisnis para pengusaha Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Kamar Dagang Amerika Serikat, Senin (26/10/2015) waktu setempat.

Kesempatan itu dihadiri 250 pengusaha dan pengambil kebijakan dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Total kesepakatan bisnis yang akan diumumkan ataupun ditandatangani sebesar 20,25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 275,4 triliun (kurs Rp 13.600 per dollar AS).

Kesepakatan ini melibatkan 19 perusahaan dari berbagai sektor, dan terbagi dalam dua hal.

Berikut rincian dari dua kesepakatan tersebut:

A. Kesepakatan bisnis 15,705 milliar dollar AS yakni:1. Perjanjian jual beli gas alam cair (LNG) antara Pertamina dan Corpus Christie Liquefaction senilai 13 miliar dollar AS untuk pengiriman LNG ke FSRU Lampung bagi kebutuhan gas di wilayah barat Indonesia dan terminal LNG untuk Indonesia Timur.

2. Ekspansi Phillip Morris sebesar 1,9 miliar dollar AS (500 juta dollar AS untuk belanja modal dan 1,4 miliar dollar AS berupa penerbitan saham baru Sampoerna). Belanja modal tersebut untuk perluasan pabrik dan perkantoran serta investasi yang akan dilakukan dalam kurun waktu 2016-2020.

3. Coca Cola juga akan menanamkan investasi 500 juta dollar AS untuk perluasan dan penambahan produksi, pergudangan, distribusi, dan infrastruktur minuman ringan selama 2015-2018.

4. Rencana pengembangan lahan shale gas Eagle Ford, Fasken, milik Swift Energy, yang akan dilakukan oleh Saka Energi dengan Swift Energy di Webb County, Texas, dengan nilai sebesar 175 juta dollar AS.

5. Kesepakatan bisnis antara PT PLN (Persero) dan General Electric, yaitu antara PLN Gorontalo dan General Electric dengan nilai sebesar 100 juta dollar AS untuk pembangunan 100 MW gas turbin dan cydepower di Gorontalo.

6. Kerja sama Universitas Udayana dengan Skychaser Energy untuk konservasi air dan reduce power consumption dengan nilai sebesar 30 juta dollar AS.

7. Kerja sama antara BNI Syariah dan Mastercard untuk peluncuran kartu debit haji dan umrah yang diselenggarakan oleh BNI Syariah dengan Mastercard.


B. Kesepakatan bisnis bernilai 4,547 miliar dollar AS terbagi atas tiga grup, yakni:
Grup 11. Kesepakatan antara PT PLN (Persero) dan UPC Renewables dengan nilai sebesar 850 juta dollar AS untuk pembangunan 350 MW Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dalam waktu tiga tahun (2015-2018).

2. Kesepakatan antara Cikarang Listrindo dan General Electric dengan nilai investasi sebesar 600 juta dollar AS untuk perluasan pembangunan pembangkit listrik (IPP).

3. Kesepakatan antara PT Indonesia Power dan General Electric untuk pembangunan pembangkit di Jawa Tengah sebesar 700 MW senilai 400 juta dollar AS.

4. Kesepakatan antara PT PLN Batam (Persero) dan General Electric senilai sebesar 525 juta dollar AS untuk pembangunan pembangkit bergerak (mobile) 500 MW di Mataram, Bangka, Tanjung Jabung, Pontianak, Lampung, dan Sei Rotan.

Grup 2 1. Kesepakatan antara PT Kereta Api Indonesia dan General Electric senilai 60 juta dollar AS untuk perawatan 50 lokomotif selama 8 tahun.

2. Kesepakatan antara PT PLN (Persero) dan Caterpillar senilai 500 juta dollar AS untuk proyek 2 GW pembangkit tenaga hibrida dan proyek solar PV+ penyimpanan energi untuk microgrid di daerah-daerah terpencil (500 pulau) dengan solusi pembiayaan initial capital investment melalui power purchase agreement dengan PLN.

3. Rencana perluasan investasi Cargill pada tahun 2015-2019 dengan nilai sebesar 750 juta dollar AS. Dana investasi sebesar 84 juta dollar AS sudah direalisasikan sehingga investasi baru yang akan dilakukan sebesar 666 juta dollar AS.

4. Pembangunan fasilitas pemanufakturan ulang untuk Cylinder Head di Cileungsi, Bogor, oleh Caterpillar senilai sebesar 12 juta dollar AS yang merupakan self signing.

Grup 31.  Kerja sama antara Perum Peruri dan Crane Currency untuk pembangunan pabrik pengaman uang kertas yang akan dibangun di Karawang dengan nilai sebesar 10 juta dollar AS dan antara Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dengan Jarden Zinc untuk pembangunan pabrik di Karawang dengan nilai sebesar 30 juta dollar AS.

2. Kerja sama PT Pertamina dengan Bechtel Corporation dalam kurun waktu 5 tahun untuk pembangunan dan pengembangan kilang dengan nilai transaksi 800 juta dollar AS.

3. Kerja sama antara Kilat Wahana Jenggala dan Hubbell Power Systems, yaitu ekspansi pada existing plant yang memproduksi atau merakit insulator transmisi polimer untuk distribusi listrik, dengan menambah lokalisasi transmisi sebesar 5 juta dollar AS-10 juta dollar AS.

KOMPAS.com
Editor : Erlangga Djumena
Sumber: Antara

Friday, October 2, 2015

Wisata Batik Trusmi Cirebon, Makin Lama Makin Eksis





Cirebon - Cirebon memiliki destinasi wisata batik di Desa Trusmi yang tidak kalah menarik dengan Yogyakarta, Solo atau Pekalongan. Dari destinasi yang sayup terdengar, Trusmi kini semakin terkenal.

10 Tahun yang lalu, tidak banyak wisatawan mengetahui Batik Trusmi di Cirebon. Kecuali penggemar berat batik, atau mereka yang berdomisili di Bandung atau sering pergi ke Cirebon. Namun kalau pergi ke sana hari ini, Anda akan melihar pusat grosir batik dengan parkiran luas dan jejeran butik-butik batik dari yang sederhana sampai mewah.

Siang itu, Minggu (27/9/2015) detikTravel berbincang dengan Erwin Ibrahim (33) pemilik Rajjas Batik, salah satu gerai Batik Trusmi. Erwin mengatakan perubahan Batik Trusmi menjadi destinasi wisata populer, baru terasa dalam 5 tahun terakhir.

"Daerah wisata batik sekarang memanjang dari Trusmi sampai pusat wisata kuliner Empal Gentong di daerah Battembat," kata Erwin.
Erwin tidak salah, berawal dari satu desa yaitu Trusmi, kini produksi batik menular ke 3 desa lain yaitu Panembahan, Kali Tengah dan Kali Wulu. Namun untuk penjualan, Desa Trusmi masih menjadi andalan. Seberapa besar kawasan wisata batik Trusmi sekarang?

Sebagai gambaran, jika keluar Tol Cipali-Palikanci di Gerbang Tol Plumbon ke arah Kota Cirebon, di perempatan Plered Anda akan melihat gapura bertuliskan Kawasan Wisata Sentra Batik Trusmi di sebelah kiri. Dari gapura itu ke arah Kota Cirebon sampai kawasan wisata kuliner empal gentong, disebut Erwin sebagai daerah wisata batik Trusmi.

"Sejak Tol Cipali jadi, tingkat kunjungan wisatawan naik sekitar 200 persen. Wisatawan dari Jakarta atau Bandung sekarang bisa PP hanya untuk membeli batik di sini. Pagi datang, belanja batik, makan siang wisata kuliner ke sebelah, beli oleh-oleh terus pulang deh," jelas Erwin yang toko batiknya pas bersebelahan dengan Empal Gentong Haji Apud yang legendaris.

Bisa dibilang, Batik Trusmi makin eksis seiring keberadaan Cirebon yang semakin menjadi primadona wisata di Jawa Barat ketika orang sudah jenuh dengan Bandung. Sementara dari segi desain dan filosofi, Batik Trusmi konsisten dengan motif tapi sangat terbuka dengan modifikasi.
Untuk yang belum tahu, Batik Trusmi punya motif utama bernama mega mendung. Motif awan ini merupakan akulturasi budaya China dan Islam sejak era Wali Songo. Motif ini terus dijaga sampai sekarang, namun kemudian lahir aneka variasi warna, motif dan bahan. Produk turunan mulai aneka jenis busana, sampai pernak-pernik batik juga tersedia.

"Kalau Rajjas Batik sekarang bermain dengan warna lembut. Tapi kita juga memperhatikan tren warna untuk satu tahun ke depan dan tren motif yang akan disukai orang. Harus kuat dengan inovasi," kata Erwin berbagi resep agar batik tetap eksis.

Erwin menceritakan batiknya diproduksi oleh ibu-ibu setempat di Desa Panembahan. Mereka yang mengurus anak, boleh mengerjakan batiknya di rumah. Dalam seminggu mereka menghasilkan 20 lembar batik tulis dan 50 lembar batik cap ukuran 1x2,5 meter.

Erwin rajin mengikuti pameran ekonomi kreatif di Jakarta sambil mencari pembeli. Batik Trusmi produksi Rajjas Batik sudah melanglang buana sampai Jepang. Namun menurutnya, wisatawan domestik tetap merupakan konsumen utamanya.
"Tetap saja yang paling banyak beli itu wisatawan domestik. Saya juga memasukan barang ke sejumlah departemen store di Jakarta," kata dia.

Rentang harga batik yang dia jual mulai Rp 25 ribu sampai Rp 1 juta. Kain yang paling mahal adalah batik tulis bermotif Paksi Naga Liman, nama kereta kerajaan milik Keraton Kasepuhan.

Rajjas Batik adalah satu dari puluhan gerai batik yang ada di Trusmi, selain tentu saja one stop shopping yang paling besar yaitu Pusat Grosir Batik Trusmi. Saran detikTravel, luangkan waktu Anda keluar masuk gerai batik agar bisa membandingkan harga dan motif demi mendapatkan Batik Trusmi yang terbaik di Cirebon.



Fitraya Ramadhanny - detikTravel - Jumat, 02/10/2015 08:13 WIB
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger