BREAKING NEWS
.

POLITIK

OPINI & ANALISA

AGENDA & RELAWAN

Sunday, November 1, 2015

Jusuf Kalla: Sudah Cukup, Golkar...


Wakil Presiden Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi positif upaya islah kedua kepengurusan di Partai Golkar.

Kalla meminta kedua kubu segera bersatu agar dapat berjaya kembali seperti di masa lalu.

"Tadi Ical bilang, bahwa Golkar sudah 50 tahun berdiri, ada pendiri-pendirinya yang sampai membuat partai baru. Kita harap sudah, cukup yang lalu saja Golkar begitu," ujar Kalla dalam sambutannya di acara silaturahmi nasional di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat pada Minggu (1/11/2015).

Kalla mengaku, dirinya berperan aktif dalam upaya islah kubu Agung Laksono dengan kubu Aburizal Bakrie.

Dia berkomunikasi dengan Agung atau Aburizal secara intensif demi persatuan kepengurusan. Kepada Agung dan Aburizal, dia pun memberi sejumlah nasehat.

Menurut Kalla, sayang jika Golkar terbelah. Dengan begitu, partai tidak dapat mengikuti kompetisi demokrasi, yakni Pilkada serentak, 9 Desember 2015 yang akan datang.

"Kalau tidak ikut Pilkada, artinya kita dengan sengaja tidak mengambil peran merebut kursi eksekutif. Kalau begitu, Golkar jadi ormas saja. Saya tanya begitu kepada keduanya, tapi semuanya tidak setuju. Maka akhirnya bersatulah," ujar Kalla.

MA sebelumnya membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sehingga kembali ke putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Pada 19 Mei lalu, majelis hakim PTUN Jakarta membatalkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly yang mengesahkan kepengurusan Golkar hasil Munas Jakarta.

Kepengurusan Golkar pun kembali kepada hasil Munas Riau 2009 yang dipimpin Aburizal Bakrie dengan Idrus Marham sebagai sekretaris jenderal.

Dalam kepengurusan tersebut, Agung Laksono menjabat sebagai wakil ketua umum. Seiring dengan putusan itu, kedua kubu mengupayakan islah.

Baik Agung atau Aburizal sudah melontarkan pernyataannya soal upaya islah itu. Namun, baik Agung atau Aburizal sama-sama belum dapat memastikan kepengurusan mana yang akan diakui pemerintah. 
KOMPAS.com 
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Erlangga Djumena      
 
Copyright © 2013 JokoWidodo.ORG
Powered by Blogger